-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pendidikan Masa Pandemi, Desa Plosowahyu Satukan Persepsi Orang Tua dan Guru

Tuesday, December 29, 2020 | 5:51 PM WIB Last Updated 2020-12-29T10:51:23Z

 


LAMONGAN (DutaJatim.com) - Selama hampir sembilan bulan  sekolah-sekolah diliburkan agar tak terjadi kluster baru yang muncul di proses belajar mengajar (tatap muka). Untuk itu perlu ada edukasi bagi masyarakat agar memahami situasi pandemi Covid-19 sehingga Kepala Desa Plosowahyu Kab. Lamongan menggelar mini seminar membahas masalah tersebut Selasa 29 Desember 2020.

Acara yang dibuka oleh Kepala Desa Plosowahyu, Agus Susanto ini dihadiri oleh Kepala SDN Plosowahyu (Riza Fu'adha), Ketua TP PKK Desa Plosowahyu (Ika Wahyuningsih), tenaga pendidik SPS, PAUD, TK dan SD, serta perwakilan orang tua dari kelas 1-6 SDN Plosowahyu. Menghadirkan narasumber sekaligus praktisi pendidikan Bunda Dr. Yayuk Chayatun Machsunah S.Sos, M.Pd.

"Untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan guru dalam menghadapi tantangan belajar di era pandemi tersebut, Tim Penggerak (TP) PKK Desa Plosowahyu bekerjasama Dengan SDN Plosowahyu menyelenggarakan mini seminar untuk orang tua dan guru dengan pendampingan belajar secara digital bagi anak di era pandemi ini.
Siswa belajar di rumah dengan sesekali tatap muka menyesuaikan kebijakan Satgas Covid-19 daerah setempat. Tentu saja ini akan berdampak pada kualitas pendidikan ke depan termasuk juga yang terjadi di SDN Plosowahyu Lamongan Jawa Timur," ujar Kepala Desa Plosowahyu Agus Susanto.

Sementara, Ika Wahyuningsih Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Desa Plosowahyu  menjelaskan, kegiatan seminar ini sangat penting agar kualitas pendidikan anak tetap terarah dan terjaga. 

Selain itu, ditengah-tengah masa pandemi Covid-19 ini diharapkan Pemerintah Desa tetap harus berkomitmen akan selalu memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan di wilayah Desa Plosowahyu khususnya dan Kabupaten Lamongan pada umumnya. Acara ini berlangsung di ruang SDN Plosowahyu.

 "Mini seminar ini diselenggarakan tiada lain bertujuan agar pembelajaran bisa maksimal dan optimal, lebih terarah dan fokus. Agar ortu dan guru memiliki persepsi yang sama tentang metode pembelajaran yang pas untuk anak di masa-masa pandemi ini" terang Kepala Sekolah SDN Plosowahyu Riza Fu'adha.

Sebagai acara inti kegiatan ini dengan mendatangkan Bunda Dr. Yayuk Chayatun Machsunah S.Sos, M.Pd seorang praktisi pendidikan. Ia memberikan banyak tips kepada peserta seminar bahwa setinggi apapun teknologi pembelajaran, yang terpenting adalah sentuhan hati dan kesabaran dari orang tua dan guru dalam mendidik anak/siswa.

"Menurutnya, setiap anak memiliki potensi masing-masing. Karenanya orang tua dan guru ketika mendampingi belajar harus sabar, dengan cara gunakan sentuhan hati kepada anak/siswa," kata narasumber yang juga merupakan pemilik Taman Pintar Lamongan 

Sebagai penutup, terang Bunda Yayuk dijelaskan, harus ada keseimbangan aktifitas anak dalam penggunaan gadget dan aktifitas lainnya. 

"Juga lebih-lebih agar orang tua dijaman sekarang (New) harus memberikan teladan baik di depan terlebih dahulu kepada anak-anaknya," pungkas Bunda Yayuk seorang Doktor alumnus sebuah universitas di Malang tersebut. (ful)
×
Berita Terbaru Update