-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Risma Jabat Mensos, Menag Kembali ke NU

Tuesday, December 22, 2020 | 8:32 PM WIB Last Updated 2020-12-22T13:32:44Z




 Menteri Baru Kabinet Indonesia Maju


- Menteri Sosial: Tri Rismaharini (Risma)

- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sandiaga Uno

- Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin

- Menteri Agama: Yaqut Cholil Qoumas

- Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono

- Menteri Perdagangan: Muhammad Lutfi

-----------------------------------------


JAKARTA (DutaJatim.com) - Wajah baru mengisi kursi menteri Kabinet Indonesia Maju hasil reshuffle yang diumumkan Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta Selasa 22 Desember 2020 sore. Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menjabat Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang terseret skandal Bansos.  


Selanjutnya pengusaha Sandiaga Uno ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama; Yaqut Cholil Qoumas ditunjuk menjabat Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi. 


Sementara wajah lama, Sakti Wahyu Trenggono yang sebelumnya wakil menteri pertahanan, ditunjuk menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang terjerat kasus impor benur lobster. Lalu Budi Gunadi Sadikin yang merupakan wakil menteri BUMN ditunjuk menjabat Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto;  dan  Muhammad Lutfi kembali menjadi Menteri Perdagangan. Sebelumnya M. Lutfi merupakan menteri perdagangan di era Presiden SBY, mantan Kepala BKPM dan dubes RI untuk Amerika Serikat.  


"Pada sore hari yang berbahagia ini, bersama Bapak Wakil Presiden ingin mengumumkan menteri-menteri baru yang akan duduk di anggota Kabinet Indonesia Maju," kata Presiden Jokowi.


Dengan komposisi seperti itu PDIP tetap mendapat jatah Mensos setelah ditinggalkan Juliari Batubara. Begitu pula PKB yang kehilangan menteri perdagangan kini mendapat kursi Menteri Agama setelah Presiden Jokowi mencopot  Fachrul Razi dan menggantinya dengan Yaqut Cholil Qoumas atau kerap disapa Gus Yaqut. Dengan demikian Menag kembali ke Nahdlatul Ulama (NU).


Begitu diumumkan menjabat Mensos, ucapan selamat warganet kepada 'Bu Risma' menggema di media sosial twitter. Sedikitnya  ada 2.500 lebih warganet langsung mengucapkan selamat kepada wanita kelahiran Kediri 1961 itu.


"Selamat Bu Risma mengemban tugas baru sebagai Mensos, semoga barokah," tulis akun @geatpi yang dikutip Selasa (22/12/2020).


"Presiden Joko Widodo menunjuk Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Indonesia Maju. Kepastian ini disampaikan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa Selamat Bu Risma...," cuit akun @GozaliAles.


Saat dihubungi terpisah, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono saat ditanya apakah Risma akan mengundurkan diri menjadi Walikota Surabaya, dia tak mau banyak berbicara. "Ya kita lihatlah. Saya enggak mau komentar lebih jauh. Karena itu perkembangan di Jakarta, saya enggak tahu," kata Adi Selasa (22/12/2020).

Namun saat ditegaskan apakah ada surat pengunduran diri dari Risma, dia menegaskan sejauh ini belum ada sama sekali. "Durung. (Soal Risma di Jakarta) Aku tahunya dari sampeyan," kata Adi berkilah.


Meski demikian, dia menuturkan, Risma bisa saja mengundurkan diri menjadi Walikota Surabaya jika nantinya mendapatkan tugas dari Jokowi menjadi menteri. "Secara undang-undang seseorang bisa berhenti jadi kepala daerah dengan beberapa alasan salah satunya pengunduran diri. Itu kalau undang-undang," jelas Adi.

Bila memang Risma nantinya akan menjadi menteri, Adi mengaku akan menagih surat pengunduran diri Risma. "Nanti kalau Bu Risma sudah pulang dari Jakarta saya tanyakan," katanya.


Kembali ke NU


Sementara Gus Yaqut juga banyak mendapat ucapan selamat. Khususnya dari warga NU. Gus Yaqut adalah salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Dia lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1975. Yaqut adalah putra dari ulama sekaligus pendiri Partai Kebangkitan Bangsa KH Muhammad Cholil Bisri.


Dikutip dari berbagai sumber, masa kecil Gus Yaqut dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Kabupaten Rembang yang merupakan Pondok Pesantren ayahnya.


Dia mengenyam pendidikan formal dari SD hingga SMA di Kabupaten Rembang. Setelah lulus SMA, tahun 1994 Gus Yaqut pindah ke Jakarta untuk meneruskan di Universitas Indonesia.


Yaqut tercatat sebagai anggota DPR dari Fraksi PKB. Selain itu dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor. Dia juga pernah menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005 - 2010.


Selama berkiprah di GP Ansor, Yaqut kerap mengeluarkan kata-kata kontroversial. Dia diketahui memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan golongan agama garis keras.

Munculnya sosok Yaqut sebagai Menteri Agama RI menggantikan Fachrul Razi juga menjadi simbol kembalinya Kementerian Agama ke tangan kaum Nahdliyin.


Seperti diketahui, selama menjabat sebagai Menag, Fachrul Razi kerap mendapat kritikan pedas dari banyak pihak, baik dari NU maupun DPR. Selain karena latar belakang Fachrul Razi yang berasal dari militer, juga karena dalam tradisi birokrasi Indonesia, sebagian besar Menag selalu berlatar belakang dari NU.


Fachrul Razi adalah Menag ketujuh sepanjang sejarah reformasi, dan yang pertama berlatar belakang militer. Terakhir kali menag dengan latar belakang militer adalah Tarmizi Taher pada masa Orde Baru. Pria dengan pangkat terakhir Laksamana Muda itu menjadi menteri di Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).


Sebelum Tarmizi yang merupakan pensiunan Laksamana Muda, menag pendahulunya pun berlatar belakang militer yakni Munawir Sjadzali (1983-1988) dan Alamsyah Ratu Perwiranegara (1978-1983). Di kabinet terakhir Orde Baru sebelum tumbang, Presiden kedua RI Soeharto mengangkat cendekiawan muslim, Quraish Shihab, sebagai menag.


Mayoritas NU


Setelah Soeharto tumbang, pada masa reformasi jabatan Menag paling banyak diberikan kepada tokoh sipil berlatar belakang Nahdlatul Ulama.


Pada awal reformasi, Presiden ketiga RI menunjuk akademisi Islam sebagai menteri agama yakni Abdul Malik Fadjar (1998-1999). Dia adalah satu-satunya tokoh Muhammadiyah yang menjabat menteri agama sepanjang era reformasi. Pada Kabinet Gotong Royong di bawah Kepresidenan Megawati Soekarnoputri, eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjadi Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).


Setelah Abdul Malik Fadjar, bisa dikatakan jabatan Menag selalu diberikan kepada tokoh NU. Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001) mengangkat Muhammad Tolchah Hasan yang juga politikus PKB sebagai menteri agama.


Kemudian di Kabinet Gotong Royong yang menjadi menag kembali dari kalangan NU yakni Said Agil Husin al Munawar. Pada 2015 silam, Said sempat mendeklarasikan diri sebagai calon ketua Nahdlatul Ulama di Muktamar NU ke-33, sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Rois Syuriah PBNU.


Zaman berganti, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menunjuk tokoh NU sebagai menag untuk Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009), Muhammad Maftuh Basyuni.


Sebelum jadi menag, Maftuh diketahui pernah jadi Dubes RI untuk Arab Saudi, Sekretaris Negara saat era Gus Dur, dan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan di masa orde baru.

Pada era kepresidenan keduanya, SBY menunjuk Ketua Umum PPP--parpol yang juga memiliki kedekatan dengan NU--sebagai menteri agama, Suryadharma Ali. Namun, pria yang karib dengan sapaan SDA itu terjerat kasus korupsi sehingga berhenti dari jabatan menag. Untuk mengisi kekosongan, SBY lantas menunjuk Menkokesra, Agung Laksono, sebagai pelaksana tugas pada 2014 silam.


Pada Kabinet Indonesia Kerja (2009-2014), Jokowi menunjuk tokoh yang berafiliasi dengan NU sebagai menag yakni Lukman Hakim Saifuddin. Lukman yang juga politikus PPP itu dikenal pula sebagai putra dari tokoh NU sekaligus Menteri Agama pada orde lama, Saifuddin Zuhri.


Tantangan Berat


Juru Bicara Sandiaga Uno mengatakan siapa pun menteri yang mengisi pos Parekraf tentu harus orang yang tepat. Kawendra menyebut sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terguncang karena Corona. Menurutnya, Menparekraf yang baru bakal punya PR besar, siapa pun orangnya itu menghadapi tantangan berat.


"Yang jelas sektor pariwisata dan ekraf ini di tengah pandemi sangat terpukul, siapa pun nanti yang diamanahi memiliki tantangan berat terkait itu," katanya.


Kawendra menyebut tahun 2021 adalah Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Dunia 2021 yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Majelis Umum PBB No. 74/198 yang diinisiasi oleh Indonesia. Menurut dia, ini merupakan salah satu bentuk kepemimpinan internasional Indonesia dalam mendorong pemajuan ekonomi kreatif di dunia internasional.  "Jadi ini tantangan juga untuk menyongsong hal tersebut di tengah pandemi," ucap Kawendra.


Kembali ke isu Sandiaga Uno bakal menjadi Menparekraf, Kawendra menyebut Jokowi punya hak prerogatif memilih menteri yang dinilai kapabel.


"Kita doakan yang terbaik untuk bangsa ya, dan biarkan Pak Presiden menggunakan hak prerogatifnya untuk memilih putra-putri terbaik negeri ini untuk menempati posisi yang tepat," sebut Kawendra. Kawendra menyebut Sandiaga saat ini berada di Jakarta. "Ada. Di Jakarta," pungkas Kawendra. (det/cnni/cnbci)


×
Berita Terbaru Update