-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Vaksin Sinovac Kembali Tiba di Indonesia, Penerima Vaksin Dapat SMS Mulai Hari Ini

Thursday, December 31, 2020 | 11:28 AM WIB Last Updated 2020-12-31T04:28:43Z

 



JAKARTA (DutaJatim.com) - Proses vaksinasi sudah dimulai Kamis 31 Desember 2020 hari ini berupa pemberitahuan kepada warga yang masuk daftar penerima. Untuk itu 
Kementerian Kesehatan mengirimkan pesan singkat atau SMS kepada sasaran penerima vaksin Covid-19 pada hari ini.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12757/2020, yang diteken oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Desember 2020.

"Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap sasaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU diawali dengan pengiriman pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS) Blast pada tanggal 31 Desember 2020," demikian bunyi diktum ketiga salinan Keputusan Menkes yang dikutip Kamis, 31 Desember 2020.

Pada diktum kesatu disebutkan, sasaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nama-namanya sudah ditetapkan dalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Selanjutnya dalam diktum kedua dijelaskan, sasaran penerima vaksin merupakan masyarakat kelompok prioritas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Masyarakat yang mendapatkan pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS) Blast sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA wajib mengikuti pelaksanaan Vaksinasi Covid-19," demikian bunyi diktum keempat.

Lebih lanjut disebutkan dalam diktum kelima, dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam diktum keempat, bagi masyarakat yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin Covid-19 sesuai dengan indikasi yang tersedia.


Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, rencananya vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan periode vaksinasi mulai Januari-April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi dan 17,4 juta petugas pelayan publik.

Selanjutnya, untuk tahap kedua vaksinasi akan diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4 juta masyarakat lainnya yang diberikan sesuai pendekatan kluster. Tahap kedua ini rencananya akan dilakukan mulai April 2021 hingga Maret 2022 mendatang.



Sebelumnya Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 akan tiba pekan ini. "Mungkin dalam pekan ini," katanya.


Siti mengatakan vaksin tersebut direncanakan tiba pada kisaran tanggal 30 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021. Seperti halnya kedatangan vaksin tahap pertama, pada tahap kedua ini vaksin yang diproduksi di Cina itu akan dijemput oleh pesawat Garuda Indonesia.

Belakangan beredar surat permohonan dukungan kelancaran operasional pengangkutan vaksin Covid-19 dari Garuda Indonesia kepada Duta Besar Indonesia untuk Cina dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. Surat tersebut bernomor GARUDA/JKTDN/20156/2020 tertanggal 26 Desember 2020 dan diteken Direktur Niaga dan Kargo Garuda Indonesia Mohammad R Pahlevi.

Dalam surat itu, tersurat bahwa ada rencana pengiriman vaksin dari Cina ke Indonesia menggunakan pesawat charter Garuda Indonesia tentative pada tanggal 30 Desember 2020 sampai dengan 1 Januari 2021.


Karena itu, Garuda meminta dukungan operasional dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia berupa fleksibilitas slot, perizinan dan lainnya untuk kelancaran pengangkutan vaksin tersebut.


Sebelumnya, Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Minggu  6 Desember 2020. Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah juga berupaya untuk mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin jadi dan 30 juta vaksin dalam bentuk bahan baku curah untuk kedatangan Januari 2021.

Selain vaksin berbentuk jadi, Jokowi mengatakan pemerintah pada bulan ini juga akan mendatangkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah. "Nanti akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma," ujar Jokowi. (TMP/hud)


×
Berita Terbaru Update