-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengajian Subuh di Masjid Raudhatul Jannah: Bertaqwalah Agar Menang Lawan Corona!

Friday, February 12, 2021 | 4:04 PM WIB Last Updated 2021-02-12T09:04:03Z
Dr Tjatur Prijambodo saat memberikan kajian "Menjaga Imun Sesuai Tuntunan Nabi".


SIDOARJO (DutaJatim.com) -  Hingga saat ini, pada kenyataannya penyebaran virus covid-19 ada. Bahkan di Indonesia dapat dikata terus meningkat.

Belakangan berkisar 10.000 per harinya oaring yang terinfeksi. Bertolak pada kenyataan ini, meningkatkan imun untuk “melawan” virus tersebut sangatlah diperlukan. Lalu bagaimana menjaga imun itu sendiri? Rasulullah sudah memberikan contoh pada kita bagaimana imun kita kuat, sehingga kita menjadi sehat.


Demikian dikatakan dr Tjatur Prijambodo, M. Kes, Direktur Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Siti Fatimah, Tulangan Sidoarjo pada pengajian Jumat Subuh di Masjid Raudhatul Jannah, Perum Wisma Permai, Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jumat (12/2/2021).

 “Melawan virus covid-19 tak ada jalan lain kecuali kita kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad SAW,” katanya dihadapan sekitar 80 orang Jemaah masjid tersebut.


Pada masa pandemi ini, ada dua hal besar yang harus kita pahami. Kita harus meninjau (memahaminya) secara medis dan teologis (keagamaan). Untuk mencari solusi bagaimana kita terhindar dari viru itu, keduanya tak bisa dipisahkan. Contoh secara medis yakni vaksinansi. Dalam vaksinasi ini, kita harus memperhatikan medis dan agama.


“Dilihat dari segi medis, yakni bagaimana efektivitas vaksin itu sendiri. Kalau dilihat dari segi agama, bagaimana kehalalan vaksin itu sendiri. Kalau keduanya berjalan benar, Insya Allah vaksinasi itu berhasil,” katanya.


Lalu mengapa Allah menciptakan corona? Tentang ini dokter yang juga ustad ini mengatakan, tak ada yang diciptakan Allah itu sia-sia. Allah pasti mempunyai tujuan. Tujuannya apa? Supaya kita semakin taqwa kepada Allah. Insya Allah kalau kita ambil hikmahnya, kita pasti akan lebih taqwa.
Himahnya apa dengan datang covid-19 ini bagi kita? Ini peringatan dari Allah bahwa kita jangan sombong dimuka bumi ini. Jangan merasa yang terkuat. Jangan berlebihan. 


“Kan awalnya virus ini katanya dari kelelawar. Dimakan manusia. Selanjutnya virus yang ada di kelelawar itu masuk ke tubuh manusia, sehingga virus yang berasal dari Wuhan itu, kini menyebar ke suluruh dunia. Kita harus ingat Bunyi Ayat,  ”Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan”,” katanya.

Menjaga Imun


Lebih lanjut dr Tjatur mengatakan, pusat dari penyakit manusia itu di perut. Di sini banyak organ kita. Tetutama lambung. Makanan yang kita makan itu menentukan perjalanan kita. Sakit atau tidak. 


“Kita harus sabar mengdahapi covid-19 ini. Covid-19 bisa disembuhkan sendiri asal imun kita tinggi (kuat). Orang Tanpa Gejala (OTG) itu contohnya. Meski terserang virus, tapi yang bersangkutan masih kuat,” katanya.


Lalu bagaimana menjaga imun kita agar kuat? Dia mengatakan, untuk ini kita harus menerapkan  perilaku Rasulullah. Yakni dengan teologis (agama) 80% dan medis 20%. Keduanya harus disinergikan untuk meningkatkan imun kita. Dari segi medis (20%) hal yang perlu diperhatikan yaitu:


1.Makanan bergizi. Secara medis, kita harus mengkonsumsi asupan dengan gizi yang seimbang. Nabi Muhammad kalau makan tidak pernak mencampur makanan dari laut dan darat. Pecel misalnya, seharusnya tidak boleh ada campuran ikan teri misalnya. Pecel cukup sayur, tahu dan temped dan lainnya yang dihasilkan di darat. Dengan catatan, jangan berlebihan kalau makan.


2.Istirahat yang cukup. Katanya tidur harus 6 jam, tetapi ada ada yang tidur 7 jam setelah bangun juga kurang fit. Ada yang tidur 3 jam, setelah bangun badannnya bugar meski hanya 3 jam. Yang penting dalam tidur itu harus berkualitas. 


Bagaimana tidur berkualitas. Nabi Muhammad sudah memberikan contoh, yakni kalau tidur miring ke kanan menghadap kiblat. Menurut penelitian, tidur miring ke kanan itu merupakan tidur yang paling baik. Tidur miring ke kanan paru kita bebas dan jantung dalam posisi yang bagus.

Kalau kita tidur terlentang pasti ngorok. Mengapa? Karena kalau tidur terlentang tulang lidah jatuh ke belakang, sehingga menutupi jalannya pernafasan kita. 


3. Berolahraga. Dari sisi kesehatan, bangun pagi untuk melaksanakan Salat Subuh mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak. Apalagi saat pagi hari kadar ozon (O3) cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas syaraf dan otak. Termasuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.


 “Inilah hebatnya subuh. Allah memberikan O3 kepada jemaah subuh yang berguna sangat luar biasa,” katanya.


4. Minumlah vitamin. Sambiloto sekarang lagi ngetrend boleh juga untuk meningkatkan imun, tapi harus tahu takarannya.


Lalu bagaima dengan segi teologinya yang mempunyai peran 80%. Tentang ini dr Tjatur mengatakan:


1.Banyaklah Istighfar. Istighfar bertolak belakang dengan kesombongan. Hasil penelitian menyebutkan kalau kita banyak istighfar, saat itulah posisi imun kita menigkat. Sebaliknya kalau kita sombong, hancur imunitas kita.


2.Sedekah. Sedekah manfaatnya dapat meningkatkan imunitas. Berdasarkan penelitian. orang yang banyak bersedekah menimbulkan ketenangan. Merasa nikmat, sehingga mengaktifkan bagian otak hipotalamus. Saat hipotalamus nikmat dengan sedekah, maka kesenangan yang timbul. Akhirnya imun kita meningkat. Penelitian ini dilakukan oleh non muslim. 


3. Dzikir. Dzikir dapat meningkatkan imun. Berdzikirlah sepanjang waktu, kita akan menjadi tenang. Tenang mendatangkan imun. Pada saat berzikit atau mengingat Allah ada produk sel yang Allah munculkan saat berdzikir apapun keadaannya. Mengapa? Karena Allah hadir di tubuh kita, sehingga kita tak akan berbuat sia-sia dan dosa. Sel itu namnya NK Cell atau sel NK.


NK (bahasa Inggris: natural killer cell, NK cell) adalah turunan limfosit yang mempunyai andil sangat besar dalam sistem imun bawaan. Jumlah sel NK adalah 10-15% dari semua limfosit perifer darah. Sel NK termasuk dalam kelompok sel limfoid bawaan yaitu kelompok sel limfoid namun bekerja pada sistem imun bawaan. 


Sel NK mengekpresikan reseptor yang berbeda dengan turunan limfosit pada umumnya yaitu tidak memiliki TCR, CD3, dan reseptor Ig. Protein marker dari sel NK adalah molekul CD16 dan CD56.


[1] Sel NK tidak menyerang sel yang mempunyai ekspresi protein MHC (sama seperti sel T CD8), tetapi menyerang sel yang tidak memiliki ekspresi protein MHC tubuh.


[2] Sel-sel dinamakan sel pembunuh alami karena sel-sel bisa langsung beraksi tanpa membutuhkan aktivasi. Sel target akan mengalami apoptosis dan hancur, akibat sekresi sel NK dari granula toksik yang mengandung protein jenis perforin dan granzim.


Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Raudhatul Jannah Bapak Huda mengatakan, pengurus takmir pada Jumat Subuh secara tentatif memberikan kajian-kajian yang bergunba bagi kehidupan kita semua. Sementara, Setiap Minggu Subuh pengurus takmir memberikan kajian subuh dengan kajian berbagai aspek. “Selama pandemi, kami secara ketat menerapkan protokol kesehatan bagi terhadap para Jemaah masjid. (Erfandi Putra)
×
Berita Terbaru Update