-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PGN Jatim Siapkan 5.000 Bibit Pohon, Canangkan Tanam Pohon Cegah Banjir & Longsor

Tuesday, February 16, 2021 | 15:02 WIB Last Updated 2021-02-16T08:02:19Z

 



JOMBANG (DutaJatim.com) - Ormas  lintas agama, lintas suku, dan lintas budaya Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur kembali melakukan kegiatan bhakti sosial. Kali ini PGN Jawa Timur akan mengadakan reboisasi  penanaman pohon di bukit bukit dan pegunungan di beberapa daerah kabupaten/kota di Jawa Timur.


"Kita baru siapkan 5.000 bibit pohon tanaman keras, dan akan kita tambah lagi jumlahnya," tutur Abah Drs Akhmad Baidhowi MTS selaku Panglima/Pimpinan PGN Jawa Timur Selasa 16 Februari 2021.


Menurut Mbah Bay (Panggilan Akrab Drs Akhmad Baidhowi MTS) kegiatan reboisasi atau penanaman/penghijauan kembali daerah pegunungan/perbukitan adalah sebagai wujud tanggung jawab dan  kecintaan PGN Jawa Timur kepada nusa dan bangsa. "Selain itu komitmen Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila yang sudah merupakan suatu ikrar/baiat seluruh jajaran PGN Jawa Timur," katanya.


Sementara dihubungi lewat sambungan seluler AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang lebih dikenal sebagai Gus Wal selaku perintis dan sekjen PGN Jawa Timur menyampaikan bahwa giat bhakti sosial gotong royong reboisasi/penghijauan/penanaman kembali lahan gundul di perbukitan, pegunungan sudah dilakukan oleh PGN Jawa Timur beberapa waktu lalu di Ponorogo oleh PGN makoda Ponorogo. Bahkan hal itu sudah dilakukan 2 kali.


"Kita namakan gerakan tanam pohon cegah banjir dan longsor. Saat ini sementara kita baru siapkan 5.000 bibit pohon dan akan kita tambah lagi jumlahnya untuk ditanam  di Jombang, Tulungagung, Mojokerto," katanya.


Menurut Gus Wal, giat ini bukan saja gerak sosial cinta alam indonesia, namun juga merupakan salah satu program deradikalisasi yang kita rajut secara perlahan lahan. Tujuannya agar Tanah, Hutan maupun bukit bisa bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. 


"Juga agar hutan sebagai paru paru dunia bisa tetap kita nikmati bersama keasrian dan keindahannya, selain juga merupakan ikhtiar kita bersama mencegah bencana banjir dan longsor.


Selain itu juga agar tidak dimanfaatkan untuk program program pemberdayaan ekonomi yang dikhawatirkan menjadi rente pengembangan paham doktrinasi intoleransi, radikalisme terorisme oleh ormas ormas terlarang yang sudah dibubarkan namun masih eksis melakukan kegiatan menyebarkan paham paham terlarang di tengah tengah masyarakat kita," tutup Gus Wal. (zs)
×
Berita Terbaru Update