-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Guru TK Se-Wilayah Puskesmas Ketabang Surabaya Divaksin

Saturday, March 27, 2021 | 12:39 PM WIB Last Updated 2021-03-27T05:39:10Z



SURABAYA (DutaJatim.com) - Sekitar 130 guru Taman Kanak Kanak (TK) sewilayah Puskesmas Ketabang Surabaya melakukan vaksinasi tahap pertama yang dipusatkan di TK Istana Balita (ISBA) Cheng Hoo, Sabtu (27/3/2021), yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00.

Sejak pagi pukul 7.30, para guru tersebut sudah antri melakukan pendaftaran. Proses yang berlangsung tidak memerlukan waktu lama. Setelah dilakukan proses screening, peserta bisa langsung ke ruang vaksinasi yang ditempatkan di ruang kelas. 


"Rasanya kemeng pas disuntik. Mungkin karena ini untuk pertama  kalinya disuntik. Tapi saya lega karena sudah vaksin. Semoga ini bisa menjadi ikhtiar bagi saya aman dari virus," kata Zuliati, guru TK Permata Bunda. 


Hal senada juga dikatakan Liana, guru TK Gloria I, yang mengaku biasa saja saat disuntik. Ia merasa bersyukur sudah melakukan vaksinasi. 


"Dalam kondisi pandemi begini saya lega sudah vaksinasi. Karena kan sudah Kita tunggu-tunggu.  Semoga setelah vaksin, semuanya bisa  membaik sehingga bisa memberikan rasa aman untuk semua. Siswa, teman kerja maupun keluarga," katanya. 


Kepala Sekolah TK ISBA, Diana Yudiwati, mengatakan, vaksinasi diikuti oleh sekitar 11 TK yang berada di wilayah Puskesmas Ketabang. 


"Akses lokasi TK ISBA paling mudah dijangkau, sehingga vaksinasi diselenggarakan di TK Isba," katanya.


Sementara dr. Arif Trisandy, dokter umum, selaku petugas screening Puskesmas Ketabang, mengatakan, sebelum para guru dilakukan vaksinasi,  mereka masih harus melalui screening.


"Ada cek tertentu, seperti  riwayat penyakit, seperti kencing manis yang tak terkontrol, Darah tinggi di atas 180, sakit jantung, sakit menahan yang belum stabil," katanya. 


Ditambahkan Arif, bagi pengidap indikasi di atas, disarankan untuk terlebih dahulu melakukan periksa ke dokter spesialis masing-masing.


"Di sana yang nantinya akan menilai. Boleh tidaknya," katanya. (Tamam)
×
Berita Terbaru Update