-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gus Muwafiq Divaksin, Jokowi Berharap Ulama Aman dari Covid-19 saat Berdakwah

Thursday, March 11, 2021 | 11:25 AM WIB Last Updated 2021-03-11T04:25:45Z

 



JAKARTA (DutaJatim.com) -  Ulama  Nahdlatul Ulama (NU) memberi contoh baik menyikapi polemik vaksinasi anti-Covid-19.  Setelah ulama PWNU Jatim, kini ulama NU Jawa Tengah juga melakukan hal yang sama. Dua di antaranya dai KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dan Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh.

Keduanya mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dalam gelaran vaksinasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, pada Rabu (10/3/2021). Bahkan acara ini dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara berharap para ulama terlindungi, aman dari Covid-19 saat berdakwah.


 “Kita berharap beliau-beliau yang telah divaksin bisa terlindungi agar tidak terpapar oleh Covid-19 dan aktivitasnya di dalam rangka keagamaan bisa berjalan dengan baik,” ujar Jokowi saat meninjau langsung vaksinasi massal yang diikuti oleh sekitar 1000 penerima vaksin, seperti dikutip dari situs resmi Presiden RI, Kamis 11 Maret 2021.

 “Kita harapkan semakin hari semakin banyak dari warga kita yang divaksinasi. Ini akan memberikan sebuah kekebalan komunal dan kita berharap laju penularan Covid-19 bisa kita cegah,” kata Jokowi. 

Vaksinasi massal yang diikuti oleh Gus Muwafiq dan Kiai Ubaidullah itu diperuntukkan bagi para ulama, tokoh lintas agama, dan sejumlah santri pondok pesantren setempat. Jokowi berharap, vaksinasi untuk para tokoh agama dan santri juga segera dilakukan di daerah-daerah lain. 


Dalam pelaksanaan vaksinasi massal di MAJT hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Keduanya hadir mendampingi Presiden Jokowi. Jokowi tiba sekira pukul 13.00 WIB dan langsung memasuki area Convention Hall MAJT yang kali ini difungsikan untuk penyelenggaraan vaksinasi massal dengan menerapkan protokol kesehatan. 


Gus Muwafiq dan Kiai Ubaidullah merupakan perwakilan dari tokoh agama Islam. Sementara tokoh agama yang lain adalah Pendeta Erinchan Naibaho, Pendeta Tjahjadi Nugroho, Anak Agung Ketut Darmaja, Bhikku Dittisampanno Thera, dan Adi Pratikto dari Penghayat Kepercayaan. 


Vaksinasi massal bagi para ulama dan tokoh lintas agama serupa juga telah dilaksanakan di DKI Jakarta. Pelaksanaan tersebut digelar di Masjid Istiqlal pada 23 Februari 2021 lalu. Sejumlah kalangan, termasuk para tokoh di lingkungan PBNU pun sudah mengikuti vaksin di Masjid Istiqlal. 


Ketika program vaksinasi pertama kali digelar di Masjid Istiqlal, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas memberikan apresiasi terhadap peran aktif para tokoh agama. Menurutnya, vaksinasi adalah bagian dari wujud sinergitas antarlembaga negara, Kemenag dan Kemenkes, bersama para tokoh agama dalam ikut mengatasi pandemi Covid-19.  

“Ini adalah bentuk sinergi dalam menangani wabah Covid-19 yang sudah hampir setahun terjadi di Indonesia. Peran aktif para tokoh agama patut diapresiasi. Semoga ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam terus mendukung program vaksinasi ini secara bersama,” tutur Menag Yaqut, Selasa (23/2). 


“Para tokoh lintas agama yang divaksinasi, bisa menjadi teladan bagi umat dalam ikut menyukseskan vaksinasi. Para tokoh juga diharapkan dapat memberikan sosialisasi tentang pentingnya dilakukan vaksinasi,” katanya. (nuo)



×
Berita Terbaru Update