-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kongres XXXI HMI di Surabaya Ricuh, Ada Apa?

Wednesday, March 24, 2021 | 6:51 AM WIB Last Updated 2021-03-23T23:51:18Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Kongres XXXI HMI yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021 malam, diwarnai kericuhan. Sejumlah peserta dikabarkan mengamuk. Akibat aksi tak terpuji oknum peserta itu kaca pada pintu gedung dilaporkan pecah dan kursi-kursi berantakan.

 

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Jawa Timur Yogi Pratama membenarkan informasi itu. "Ada (kaca pintu) yang pecah, itu (akibat) lemparan dari dalam. Biasa mereka memaksakan kehendak, yang kehendaknya tidak bisa diikuti mayoritas pemilik suara di dalam," kata Yogi, Selasa malam, seperti dikutip dari viva.co.id, Rabu pagi.


Kongres HMI yang dibuka pada 17 Maret awalnya dijadwalkan selesai pada Minggu 22 Maret 2021 lalu. Namun, alotnya pembahasan di arena kongres membuat acara yang diisi oleh para mahasiswa calon pemimpin bangsa itu molor. 


Hingga Senin, 22 Maret 2021, sidang baru menyelesaikan agenda pleno kedua. Padahal, kongres mengagendakan lima pleno. Kericuhan kecil dilaporkan juga terjadi sebelumnya. Kericuhan lumrah bila bisa segera diselesaikan dengan bijaksana. 


Untuk itu pengelola Islamic Center sudah memberikan tenggat waktu penggunaan gedung sampai Senin, 22 Maret 2021. Namun toh acara molor sampai Selasa malam.


"Kami mohon segera menyelesaikan-lah. Karena bagi kami di internal HMI ini udah terpilih dan selesai. Target kami (Rabu) Subuh sudah ada ketua umum baru," kata Yogi. 


Dia mengatakan, molornya pembahasan pleno-pleno karena ada sebagian peserta memaksakan kehendak agar seluruh badan koordinasi atau badko dihadirkan. Dari total Badko yang ada, hanya peserta dari 12 badko yang hadir di arena Kongres HMI di Surabaya. "Kita nggak tahu badko yang berhalangan, entah sakit atau ada urusan lain," kata Yogi. 


Pada bagian lain, molornya dan potensi kericuhan membuat Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya mengerahkan ribuan anggotanya mengamankan jalannya kongres. Sedikitnya 1.600 personel Polri disiagakan di Gedung Islamic Center dan sekitarnya. 


Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengatakan, sebetulnya gedung Islamic Center di Jalan Dukuh Kupang Surabaya itu sudah bersih karena kegiatan kongres dipaksa selesai. Sebab, pengelola gedung sudah menyampaikan bahwa penggunaan gedung sudah habis. Adapun peserta tanpa undangan resmi sementara ini masih berada di beberapa tempat yang disediakan Kepolisian RI dan TNI. (vvc/wis)


×
Berita Terbaru Update