-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

21 KRI Dikerahkan Cari Kapal Selam Nanggala 402, Keluarga Terus Berdoa Agar 53 Kru Selamat

Friday, April 23, 2021 | 11:25 WIB Last Updated 2021-04-23T04:25:11Z
Keluarga Serda Ede Pandu Yudha Kusuma terus berdoa di kediaman Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kab. Banyuwangi agar semua kru KRI Nanggala 402 selamat. (detik.com)


SURABAYA (DutaJatim.com) - Bangsa Indonesia berduka. Masyarakat pun berdoa agar putra-putra terbaik negeri ini yang tengah menjalankan tugas di Kapal Selam Nanggala 402 mendapat pertolongan Allah SWT. Duka terutama menyelimuti keluarga salah seorang kru Kapal Selam Nanggala-402. Keluarga kru KRI Nanggla 402 terus berdoa agar kapal selam beserta kru-nya bisa ditemukan dengan selamat. Untuk itu mereka menggelar doa bersama dan terus memantau perkembangan informasi pencarian kapal selam yang hilang di perairan Utara Pulau Bali tersebut.


Doa bersama dilakukan di dua tempat milik keluarga Serda Ede Pandu Yudha Kusuma pada Kamis malam (23/4/2021). Di rumah operator senjata 2 di KRI Nanggala-402 ini, doa bersama digelar oleh kerabat dekat dan tetangga, di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kab. Banyuwangi.


"Saya masih punya keyakinan kuat Kapal Nanggala akan ditemukan dan anak saya bisa pulang berkumpul bersama keluarga," kata Yayak Dwi Ernawati, mertua salah seorang kru Nanggala 402, Serda Ede Pandu Yudha Kusuma, Kamis malam (23/4/2021), seperti dikutip dari detik.com.  "Sejak kemarin kami kumpul memanjatkan doa," kata Yayak.


Yayak Erna mengaku Pandu adalah anak yang baik dan bertanggung jawab dengan keluarga. Dengan tugas yang dia emban sebagai kru KRI Nanggala-402, Pandu memang sering berlayar. Seperti saat baru menikah dua bulan lalu, tiga hari setelahnya Pandu harus berlayar. Setiap hendak berlayar dia selalu meminta doa keluarga.

"Dia selalu minta doa saya sebelum berangkat. Mami, doakan Pandu mau berangkat," kata Erna menirukan permintaan Pandu.


Sementara istri Pandu, Mega Dian Pratiwi (23) tidak terlihat berkumpul dengan keluarga besar di teras rumah malam itu. Dia berada di dalam rumah. "Mega ada di rumah. Dia sering tanya kapan Pandu pulang," pungkas Yayak.


Tak Bersuara


Berdasarkan data manifes ada 53 personel yang mengikuti pelayaran KRI Nanggala-402 dalam latihan perang di perairan Bali. Terdapat nama Sertu Dedi Hadi Susilo dan Serda Pandu Yudha Kusuma yang merupakan warga yang berdomisili di Banyuwangi.


KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4). Saat ini sudah ada 6 Kapal Republik Indonesia (KRI) berada di perairan Banyuwangi. Di antaranya KRI Hiu, KRI Singa, KRI Layang, KRI Satsuit Tubun, KRI Hasan Basri, dan KRI Suharso, dalam membantu pencarian kapal selam yang di produksi Jerman tersebut. Namun jumlah kapal pencari terus ditambah.



TNI mengungkap kemungkinan KRI Nanggala-402 terbawa arus sehingga pencarian diperluas. "Sudah diadakan penyisiran secara luas, tapi bisa saja arus bawah laut membawa semuanya ketika dia mengapung bisa terbawa ke mana tapi artinya wilayah-wilayah yang diperkirakan," kata Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dalam jumpa pers di Bali, Jumat (23/4/2021).


Achmad mengatakan KRI Nanggala-402 saat ini sudah tidak bersuara. Menurut dia, hanya sonar yang bisa mendeteksi keberadaan kapal selam tersebut. "Sementara ini dari KRI Rimau. Nah ini nampaknya akan diperkuat dari KRI lain. Karena kebetulan kapal selamnya kan udah diem, tidak ada suara, tinggal hanya sonar yang bisa menangkap," ujar Achmad Riad. "KRI yang dikerahkan pada proses pencarian sekarang 21," ucap Achmad Riad.


Dari 21 KRI itu disebut Achmad salah satunya adalah KRI Alugoro-405. Nantinya, menurut Achmad, apabila ada penambahan personel akan disampaikan kemudian.


Selain itu Achmad menyebutkan ada 4 kapal lain dari kepolisian yang membantu pencarian. Keempat kapal itu disebut dilengkapi dengan ROV atau remotely operated underwater vehicle.


"Kemudian kita juga mendapatkan perbantuan dari kepolisian yaitu sebanyak 4 kapal jadi Kapal Gelatik, Kapal Enggang, Kapal Barata, Kapal Balam, di mana kapal-kapal tersebut juga yang dimiliki kepolisian juga dilengkapi dengan ROV atau unit drone termasuk juga memiliki kemampuan alat sonar 2 dimensi," katanya. (det/wis)





×
Berita Terbaru Update