Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PCNU Bangun Digitalisasi Mandiri, Dukung Gus Yahya Tuntaskan DIGDAYA NU hingga Ranting

Monday, May 11, 2026 | 09:31 WIB Last Updated 2026-05-11T02:31:00Z




CILACAP (DutaJatim.com) - Selain PCNU se-Jawa Timur (Jatim) yang menilai kepemimpinan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berhasil,  PCNU se-Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah, juga menyampaikan hal sama. Karesidenan Banyumas meliputi Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Banyumas, dan Kebumen. 


Mereka antusias mendukung program DIGDAYA PBNU hingga tingkat Ranting. Bahkan, membangun digitalisasi mandiri yang nantinya disinkronkan dengan program PBNU. Maka, saat pertemuan PCNU se-Karesidenan Banyumas  yang digelar di Ponpes Miftahul Huda Kroya, para pimpinan cabang NU sepakat bahwa KH Yahya CholMaail Staquf (Gus Yahya) kembali melanjutkan kepemimpinan PBNU pada periode kedua. 


Para pimpinan cabang NU itu menilai kinerja Gus Yahya selama menjabat Ketua Umum PBNU sudah baik. Namun sayangnya "diganggu" oleh oknum tertentu di tengah perjalanan masa kepemimpinannya. Sehingga, untuk menuntaskan janji-janji saat maju sebagai Ketua Umum periode pertama lalu, Gus Yahya layak diberi waktu tambahan satu periode lagi. "Lanjutkan!" kata Katib Syuriah PCNU Cilacap Kiai Abdal Malik dalam pernyataannya. Dia dengan  tegas mendukung Gus Yahya melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum  PBNU dua periode. 


Mengapa harus dilanjutkan? Menurut Kiai Abdal Malik, hal itu bukan soal ambisi Gus Yahya, melainkan soal aspirasi pengurus cabang yang ingin apa-apa yang sudah dilakukan Gus Yahya dipertahankan bahkan ditingkatkan.


"Ide dan gagasan transformasi NU yang dicanangkan Gus Yahya sudah semakin dirasakan hasilnya oleh pengurus di cabang dan warga NU. Perbaikan tata kelola, digitalisasi, kaderisasi, dan pengukuran kinerja adalah empat pekerjaan dasar yang sudah dilakukan Gus Yahya dan wajib untuk dituntaskan," tegasnya.


Ketua PCNU Banyumas Kiai Mughni Labib juga mengatakan hal sama. Gus Yahya lanjut ke periode kedua, kata dia, supaya program DIGDAYA yang dicanangkan Gus Yahya dilanjutkan sampai ke level ranting (desa). 


"Kami di Banyumas menunggu sekali tindak lanjut DIGDAYA sampai level ranting. Bahkan kami khusus membangun digitalisasi sendiri (mandiri) yang nanti siap disinkronkan dengan DIGDAYA PBNU," katanya.


Kompetensi Internasional


Sementara itu, Ketua PCNU Kebumen Kiai Imam Satibi mengungkapkan salah satu kelebihan Gus Yahya dibanding kader NU lainnya adalah soal kompetensi internasionalnya. "Kami berharap Gus Yahya terus bisa meng-upgrade warga NU di daerah agar semakin melek dengan situasi dan keadaan dewasa ini, termasuk soal situasi global," katanya.


Sikap dan dukungan dari PCNU di Jawa Tengah ini jelas kontras dengan penilaian politisi di Jakarta, seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan lainnya, yang menilai Gus Yahya gagal memimpin PBNU. Para pimpinan PCNU tidak khawatir dengan penilaian para kader NU yang juga politisi itu sebab mereka punya agenda sendiri di PBNU. 


Ketika Gus Yahya ditanya soal itu, dia menjawab bahwa seandainya ia tidak diganggu di masa-masa akhir periode pertamanya ini, tentu janji-janjinya sudah bisa dituntaskan Desember tahun ini. Namun karena dihalang-halangi dengan fitnah dan isu-isu yang mengganggu kondusivitas PBNU, semua tertunda dan membutuhkan waktu tambahan.


"Kalau saya punya utang, sudah jatuh tempo belum bisa melunasi, maka apa yang akan sampean lakukan?" tanya Gus Yahya kepada para pimpinan PCNU yang kemudian dijawab lantang, "Lanjutkan."


Gus Yahya pun memberi sinyal kuat akan maju lagi nyalon sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU tahun ini. Muktamar ke-35 NU direncanakan digelar Agustus 2026 tapi keputusan final soal waktu dan tempat forum tertinggi di NU  ini menunggu hasil Munas dan Konbes NU yang rencananya akan diadakan Juni 2026. (*)  

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update