PROMOSI PRODUK

Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan Undang Sutradara “Lima” ke Festival Film Muslim

On Sunday, January 26, 2020



KAZAN (DutaJatim.com) - Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Irada Ayupova, secara khusus mengundang Lola Amaria, sutradara film “Lima”, untuk berpartisipasi dalam the 16th Kazan International Muslim Film Festival di Kazan, Republik Tatarstan, pada bulan September 2020 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan Irada Ayupova dalam pertemuan dengan Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Azis Nurwahyudi bersama Lola Amaria dan pemeran film “Lima”, Baskara Mahendra, di Kazan pada Sabtu (25/1/2020).

Menurut Irada Ayupova, Festival tersebut bukan hanya untuk memperlihatkan beragam film tentang agama, tetapi juga untuk mengedepankan nilai-nilai tradisi masyarakat, seperti kemanusiaan, empati, pengabdian terhadap tanah air dan keluarga, serta rasa hormat kepada yang lebih tua, dan bantuan untuk anak-anak. Festival tahunan ini diikuti lebih dari 500 film dari 50 negara di dunia. 

“Kami mengundang sutradara Lola Amaria untuk ikut serta pada Kazan International Muslim Film Festival,” kata Irada Ayupova.

Undangan tersebut langsung disambut positif oleh Lola Amaria dan didukung oleh KBRI Moskow. Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa Lola Amaria akan segera mempersiapkan partisipasinya dan mengikutsertakan film dokumenter berjudul "Pesantren" (A Boarding School) sutradara Shalahuddin Siregar pada festival tersebut.

Kehadiran Lola Amaria dan Baskara Mahendra di Kazan untuk pemutaran film Indonesia “Lima” di Cinema “Mir” pada 25 Januari 2020. Film “Lima” mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat dengan penuh antusias menyaksikan film tersebut. Cinema “Mir” yang memiliki kapasitas 200 tempat duduk tidak dapat manampung pengunjung yang ingin menyaksikan film “Lima”. Pihak bioskop telah menyediakan kursi tambahan dan terdapat penonton yang rela menonton sambil berdiri. 

Pemutaran film terselenggara atas kerja sama KBRI Moskow dengan Lola Amaria Production serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Tatarstan, Kazan State Institute of Culture (KazGIK), Cinema “Mir”, serta pihak terkait lainnya di Tatarstan. 


Selain untuk memperkenalkan Indonesia, pemutaran film dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia tahun 2020.      

Keberadaan Lola Amaria di Kazan juga untuk menjajaki kerja sama di bidang perfilman dengan pihak setempat, seperti KazGIK.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengatakan bahwa potensi kerja sama Indonesia dengan Tatarstan sangat besar, tidak hanya di bidang budaya, tetapi juga ekonomi dan perdagangan. 

Menurut Dubes Wahid, sebagai bagian dari upaya pengembangan kerja sama dengan Tatarstan dalam peningkatan hubungan Indonesia-Rusia, Indonesia akan ikut serta pada the 12th International Economic Summit, “Russia-Islamic World: KazanSummit 2020” pada 18-20 Juni 2020 di Kazan.

Republik Tatarstan adalah salah satu negara bagian Federasi Rusia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan baru-baru ini meraih predikat sebagai negara bagian yang paling layak huni (most liveable). Terdapat 83 mahasiswa Indonesia yang menuntut berbagai ilmu di Kazan, ibukota Republik Tatarstan. (Gatot Susanto)

Pulang dari Korea, Nella Kharisma Tak Khawatir Virus Corona

On Thursday, January 23, 2020




KEDIRI (DutaJatim.com) - Biduan dangdut asal Jawa Timur, Nella Kharisma, baru saja  berlibur di Korea Selatan selama hampir seminggu. Penyanyi Jarang Goyang ini dikabarkan sudah pulang ke Kediri Jawa Timur Kamis 23 Januari 2020 hari ini.


Liburan Nella Kharisma kali ini dilakukan di tengah merebaknya kabar penyebaran virus corona. Bahkan, virus ini sudah sampai Korea hingga Amerika Serikat.  Sejumlah penggemarnya pun khawatir Nella Kharisma terkena  pneumonia dari penularan virus corona, yang ditemukan akhir tahun 2019 lalu di sebuah pasar ikan di Wuhan, China itu. Tapi tampaknya Nella tidak terusik dengan kabar tersebut. Dia tetap enjoy aja menikmati liburannya.



Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh NELLA KHARISMA (@nellakharisma) pada

Sang manajer, Cak Rul, mengatakan, sejauh ini Nella  tak begitu khawatir, sebab dia tahu kondisi pelantun Jaran Goyang ini baik-baik saja selama menjalani liburannya di negeri ginseng tersebut.


"Kalau Nella kabarin, berarti ada apa-apa. Tapi ini enggak ada telepon atau WhatsApp di grup, ya berarti dia lagi senang-senang,” kata Cak Rul saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/1/2020).


Nella Kharisma tidak sendirian saat liburan ke Korea Selatan. Dia ditemani sang kakak dan asisten saat berada di negeri para K-Pop itu. Karena itu pula sang manajer tak begitu mengkhawatirkan kondisi dari pelantun Konco Mesra ini.

Bicara soal virus corona yang disebut tengah heboh di Korea Selatan, secara jujur Cak Rul mengaku tidak memahaminya. Sebab dia juga tak memantau berita dunia karena sibuk dengan pekerjaannya. "Saya baru tahu (virus corona), fokus ke kerjaan jadi enggak tahu informasinya,” kata Cak Rul.



Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh NELLA KHARISMA (@nellakharisma) pada

Namun demikian dia mengaku bersyukur karena Nella Kharisma tidak lama di Korea mengingat Rabu 22 Januari 2020 kemarin dijadwalkan sudah  pulang ke Indonesia. Dia langsung pulang menuju kediamannya di Kediri.


Lalu apakah setelah sampai di Kediri akan memeriksakan kesehatan sang artis ke dokter agar tahu pasti kondisinya? Cak Rul belum dapat memastikan.  “Nunggu dia (Nella Kharisma) pulang dulu, kemungkinan sampai di rumah Rabu malam,” jelasnya.


Kebahagiaan Nella Kharisma berada di Negeri Ginseng tersebut diabadikannya di laman Instagramnya. Nella mengunjungi perkampungan tradisional Korea di kawasan Seoul hingga berdandan dengan busana hanbok. Dia tampak senang menikmati liburannya.


Liburan kali ini sangat istimewa sebab dia bisa melepas keruwetan di dunia hiburan. Apalagi Nella baru saja terserempet kasus orang lain soal kosmetik ilegal. Dia pun harus menjalani pemeriksaan selama 6,5 jam di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (18/12/2018) lalu. Hasil pemeriksaan terhadap pelantun Jaran Goyang tersebut, penyidik menemukan sesuatu yang berbeda.


Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan, menjelaskan berdasarkan hasil kesaksian Nella Kharisma, sang biduan menerima bayaran Rp1,5 juta sampai Rp3 juta per minggu sebagai endorse kosmetik ilegal itu.


Sedangkan keterangan dari tersangka KIL bayarannya Rp7 juta hingga Rp15 juta per minggu. Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, pihaknya akan mencocokkan dengan pembukuan tersangka. (okz)

Film 'Start Up': Kisah Seru, Haru, Kocak Remaja Mencari Jati Diri

On Wednesday, January 22, 2020


JAKARTA (DutaJatim.com) - Film drama Korea alias drakor selalu dinanti pemirsa di sekujur dunia. Kisahnya sederhana yang mengena sebab menyajkan realitas sehari-hari, dan unik. Tak heran jika film asal Negeri Gingseng itu begitu digemari pecinta film. Termasuk di Indonesia. Bintang K-Pop pun digandrungi di banyak negara. 

Salah satu yang sekarang menyapa pecinta film Indonesia adalah "Start Up". Film ini menawarkan cerita tentang pendewasaan, pencarian jati diri serta kepercayaan yang berbalut komedi. Namun tidak menghilangkan sisi drama. Menggambarkan persimpangan antara hal yang harus dilakukan serta yang ingin dilakukan oleh tokoh utamanya, Taek-il.

Berkisah tentang seorang remaja berusia 18 tahun bernama Taek Il (Park Jung Min) yang selalu bertengkar dengan ibunya (Yum Jung Ah) hingga akhirnya dia memutuskan untuk kabur dari rumah dan mencari pekerjaan. Taek Il lalu pergi ke Gangwon meski tanpa tujuan yang jelas.

Taek Il akhirnya bekerja dan tinggal di restoran China sebagai pengantar makanan. Di sinilah dia berkenalan dengan Geo Seok (Ma Dong Seok atau yang dikenal dengan Don Lee), koki misterius bertubuh besar.

Sementara itu, sahabat Taek Il yakni Sang Pil (Jung Hae In) memilih bekerja sebagai penagih hutang. Awalnya memang terlihat mudah, pekerjaan tersebut tanpa disadari membawanya pada masalah besar yang melibatkan Taek Il dan ibunya.


Film yang disutradarai oleh Choi Jeong Yeol ini sebenarnya mengadaptasi serial Webtoon karya Jo Geum San. Tema utama yang ditawaran tentu sebuah proses pendewasaan serta pencarian jati diri seseorang. Namun, Jeong Yeol juga membumbuinya dengan kisah persahabatan dan hubungan antara anak dan orangtua.

Semua karakter yang ada di "Start Up" memiliki problematika masing-masing. Bagaimana setiap tokoh menyelesaikan masalah dan mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan, digambarkan secara detail.

Kisah ini juga berbicara soal kepercayaan, kerasnya hidup dan pilihan yang tidak selalu menyenangkan hati orang lain. Bisa dibilang, semua yang terlibat dalam "Start Up" adalah tokoh utamanya.

Tak hanya itu, film ini menunjukkan bahwa menjadi dewasa bukanlah persoalan umur, akan tetapi cara bersikap saat menghadapi masalah besar. Seperti Taek Il yang dianggap kekanak-kanakan pada akhirnya justru lebih dewasa ketika berhadapan dengan masalah ibunya.

Bukan film Korea namanya jika tidak ada unsur komedi, sepelik apa pun masalah yang dihadapi, selalu ada hal yang bisa ditertawakan. Drama dan komedi dalam "Start Up" disajikan secara pas.

Saat sesi drama, terasa hangat dan menguras emosi. Namun ketika unsur komedi tiba, Anda bisa langsung terbahak-bahak tanpa memikirkan yang baru terjadi sebelumnya.

Kehadiran Don Lee membawa kesegaran tersendiri pada film ini. Karakter 'aneh' dan ekspresi datar yang dimainkannya mampu membuat penonton terpingkal. Siapa sangka di balik tubuh yang tinggi dan besar ini adalah penggemar grup idola TWICE, bahkan dia bisa ikut menari.

Di Korea, "Start Up" mampu mengantongi 2 juta penonton di hari kesebelas penayangannya. Film ini tidak hanya tentang proses pencarian jati diri, namun ada hal yang bisa dipetik, salah satunya bagaimana cara berkomunikasi antara anak dan orangtua.

"Start Up" tayang di bioskop CGV dan Cinemaxx seluruh Indonesia mulai hari. (ara)


Tren Fashion 2020: Menuju Sustainable Fashion (2)

On Sunday, January 19, 2020



JAKARTA (DutaJatim.com) - Salah satu tren yang digadang-gadang akan menjadi populer dekade ini adalah adanya "sustainable fashion". Sebuah fashion yang ramah lingkungan.  Gerakan ini memiliki misi untuk menjadikan industri mode lebih beretika terhadap lingkungan dari besarnya sampah yang dihasilkan oleh industri mode di bumi.

Tren membuat dunia fashion membuang barang yang masih bagus tapi dianggap tidak lagi masuk orbit tren tersebut. Tren baru membuat barang lama menjadi seperti sampah. Padahal masih sangat bagus. Sangat layak pakai. Hanya saja tidak lagi tren.

Kemudahan membeli pakaian (fast fashion) dan membuang pakaian lainnya yang sebenarnya masih bisa digunakan bisa dibilang merupakan kontribusi utama dari limbah mode. Sebuah limbah yang tidak kalah membuat repot penghuni bumi.

Limbah itu terbentuk lewat penggunaan pewarna kain yang murah yang mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk lingkungan, hingga penggunaan bahan polyester atau nilon yang terbuat dari bahan yang sulit terurai.

Kendati gerakan ini memiliki tujuan yang baik dalam menjaga bumi untuk hidup sedikit lebih lama, Perancang busana kondang Musa Widyatmodjo, mengaku masih banyak tantangan yang harus dilalui agar "sustainable fashion" benar-benar berdampak.

Desainer yang memulai kiprahnya di dunia fashion sejak tahun 1991 itu mengatakan, banyak hal penting yang harus diperhatikan dalam mendukung salah satu aksi pencegahan pemanasan global itu.

"Masih banyak PR (pekerjaan rumah) untuk sustainable fashion. Sustainable tak bisa hanya diartikan secara harafiah, ruang lingkupnya sangat luas," kata Musa.

"Ada keberlanjutan di dalamnya, ada tanggung jawab dengan sosial, ekonomi, bahan baku, dan proses dari proses tak ada, ada, hingga enggak ada sampahnya," ujarnya melanjutkan.

Sementara itu, sejumlah selebritas dunia telah memperkenalkan tren tersebut. Misalnya aktor Joaquin Phoenix yang mengenakan tuksedo lamanya di ajang Golden Globe 2020, beberapa waktu lalu. Dengan mengenakan pakaian lama, secara tak sadar sudah berkontribusi dalam menyelamatkan lingkungan dan generasi di masa mendatang. (ara/ant)

Isu fashion ini sudah lama. Bahkan Enviloka, sebagai salah satu komunitas pecinta lingkungan, mengadakan sebuah fashion exhibition bertajuk "Eco Nic" di Pasific Place, Jakarta Selatan, Sabtu (22/10/2011) lalu. 

"Acara ini sebagai wujud kepedulian dari kaum muda pecinta fashion dan lingkungan untuk menggabungkan kedua hal tersebut, agar saling berkesinambungan dan mendukung," ungkap Putri Julia Savitri, ketua Eco Nic dalam sambutannya saat itu. 

Dalam aksi cinta lingkungan ini, fashion dipilih sebagai ikon untuk gerakan cinta lingkungan karena anak muda umumnya merupakan konsumen dari berbagai produk fashion. Fashion yang ramah lingkungan ini diharapkan mampu mengembalikan ekosistem lingkungan agar tetap seimbang dan bisa tetap fashionable tanpa merusak lingkungan. 

"Ajang ini diharapkan bisa mengkampanyekan aksi cinta lingkungan ala anak muda melalui fashion. Karena anak muda adalah pilar bangsa yang akan mewariskan semua kekayaan bangsa," ungkap Wanda Hamidah, artis, aktivis lingkungan hidup, dan politisi. 

Isu Lama

Untuk menggalang kepedulian anak muda akan fashion yang ramah lingkungan, Enviloka mengadakan bazaar pakaian bertema ramah lingkungan. Bazaar ini menghadirkan 19 booth, dan menggelar peragaan busana dari 18 finalis lomba desain eco fashion yang diikuti beberapa kampus di Indonesia. Ada sembilan kriteria yang diterapkan dalam  Eco Nic untuk menghasilkan fashion yang ramah lingkungan. 

1. Lokal 

Aneka produk dalam negeri merupakan salah satu contoh fashion yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan produk dalam negeri, emisi yang berakibat polusi udara dari transportasi barang impor bisa dikurangi. 

2. Daur ulang 

Eco fashion bisa diciptakan dari bahan baku atau material yang sudah ada sebelumnya. Fashion ini bisa didesain dan diciptakan kembali dengan berbagai ide bahkan bentuk baru. 

3. Sustainable fashion

Eco fashion bisa meminimalkan dampak fashion di lingkungan. Pakaian yang terbuat dari katun organik aman bagi petani dan pekerja garmen, karena terbebas dari pestisida dan pupuk kimia. 

4. Animal free

Tidak melibatkan pengujian hewan. Eco fashion dibuat tanpa menggunakan jaringan kulit atau hewan, misalnya bulu. Bahan organik yang bisa digunakan adalah kain organik yang terbuat dari sumber alami seperti bambu, rami, jelatang, wol, sutra kedelai, kayu, karet, serat pisang. Serat alami yang tumbuh tanpa pestisida dan bahan beracun lainnya bisa menjaga kesehatan manusia dan lingkungan. 

5. Bebas bahan kimia

Jika menggunakan pewarna, sebaiknya gunakan pewarna yang diekstrak dari bahan vegetatif seperti buah, biji, sayur, daun, batang, atau tanaman lain. 

6. Fair traded

Eco fashion tak melulu hanya meminimalisasi dampak negatif pada lingkungan, tetapi juga pada proses pembuatannya. Tanggung jawab pabrik pakaian terhadap hak asasi manusia, tidak mempekerjakan anak, menetapkan jam kerja yang wajar, dan memberikan upah hidup yang layak. Selain itu, eco fashion yang berpihak pada manusia tidak mengganggu manusia dalam bentuk apapun, misalnya uap, gas, debu, kebisingan, suhu, dan lainnya. 

7. Modifikasi kreatif

Produk eco fashion bisa dibuat dengan menggabungkan berbagai keterampilan pengrajin seperti sulaman, batik dan lainnya. Hal ini juga berfungsi untuk melestarikan budaya indonesia.

8. Vintage

Vintage adalah istilah untuk pakaian baru atau tangan kedua ataupun pakaian bekas yang bisa diubah atau dimodifikasi kembali menjadi pakaian baru yang unik. 

9. Efisien

Produk yang ramah lingkungan ini bisa menghasilkan manfaat terbesar dengan meminimalisasi penggunaan sumber daya alam, seperti hemat air dan hemat listrik dalam proses produksinya. (kcm/ant)


Foto: https://www.fibre2fashion.com/industry-article/6564/sustainable-fashion-part-ii

Tren Fashion 2020: Beragam dan Berani (1)

On Sunday, January 19, 2020


JAKARTA (DutaJatim.com) - Fashion selalu mencari momentum. Untuk menampilkan ciri khasnya. Karena itu, pada setiap pergantian tahun, selalu menjadi momentum bagi dunia fashion untuk menampilkan ciri khas. Sesuai karakter tahun tersebut. Begitu pula tahun 2020 ini. Namun demikian tren fashion bisa dalam kurun waktu lama. Dalam dekade tertentu. Catatan Antara, overall denim populer di tahun 1990-an. Lalu skinny jeans menjadi favorit di tahun 2010-an.

Perancang busana kondang Musa Widyatmodjo, memberi info, bahwa pada awal dekade ini sudah terlihat kecenderungan tren fashion lebih beragam. Lebih berani. Tidak lagi berpatok pada satu hal yang populer saja. Artinya, tren dunia fashion berubah. Kali ini berbeda dengan dekade sebelumnya. Dulu, ada 'kesepakatan' yang terjadi pada dunia mode. 

Para pakar dan praktisi mode berkumpul menentukan kata sepakat akan tren mode tahun ini. Misalnya sekarang trennya motif bunga-bunga, warnanya cokelat, dan lainnya. "Tapi itu dulu," kata Musa saat ditemui di Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Gebrakan baru yang terbentuk tahun ini justru sebaliknya. Mereka sepakat untuk "ketidakbersepakat" sehingga tren fashion akan dibuat sendiri oleh masing-masing orang.

Menurutnya, saat ini masyarakat modern lebih berani dalam mengekspresikan diri lewat pilihan tampilannya. Didukung dengan keterbukaan informasi, memungkinkan tiap orang membagi dan mendapatkan referensi fashion yang sesuai dengan karakternya.

"Saya melihat banyak konsep yang lebih individual dan berkarakter. Dari tahun ke tahun, lebih ke perpaduan gaya individual; bagaimana me-mix culture, hingga styling yang colorful, berani, dan eksperimental," kata Musa.

Bagi desainer yang telah eksis di dunia mode selama hampir tiga dekade itu, masyarakat modern memiliki kecenderungan untuk tampil beda dan tidak seragam. "Ada ekspresi untuk tak menimbulkan keseragaman. Keberagaman itu jadi tolok ukur nilai masyarakat modern saat ini yang tak mau menjadi sama," katanya.


Inklusif


Selain berlomba untuk mengekspresikan diri secara beragam lewat pilihan gaya, Musa melihat bahwa keberagaman yang terjadi juga hadir di diri individu itu sendiri.

Alih-alih membuat sebuah gaya hanya cocok dikenakan untuk satu tipe badan, atau hanya pantas bagi gender tertentu, fashion di tahun 2020-an akan lebih condong ke inklusivitas - dimana semua berhak tampil dengan percaya diri akan tubuh yang dimilikinya.

"Fashion bukan cuma skinny atau badan kurus, tapi juga untuk aneka ragam bentuk tubuh. Lebih inklusif. Model saat ini tak harus cantik dengan rumusan baku di tahun 1980-1990an, tapi lebih ke personality dan uniqeness. Sekarang ada model yang gemuk, kurus, dengan kulit mulus hingga belang-belang, semua ada representasinya," katanya.

Adanya representasi dan pencampuran gaya itu pun berpengaruh pada jenis pendekatan fashion yang juga semakin beragam. Dari yang mulanya hanya ada gaya dan model feminim dan maskulin, muncul model androgini hingga gender-less.

"Makin ke sini makin ada percampuran gaya mulai feminim, maskulin, androgini, hingga sekarang ada pula gender-less; tidak perempuan atau laki-laki. Itulah tren terbaru dan beda di dunia dulu dan sekarang," katanya. (ara/ant)

Presiden Kunjungi Labuan Bajo: Destinasi Wisata Super Premium

On Sunday, January 19, 2020


LABUAN BAJO (DutaJatim.com) - Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan pesawat Kepresidenan untuk melakukan kunjungan kerjanya selama dua hari di kawasan wisata tersebut, Minggu 19 Januari 2020. Orang nomor satu di Indonesia itu didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Saat turun dari pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi langsung dijemput oleh Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat dan istrinya.

"Pak Presiden sudah tiba, untuk hari ini tak ada kegiatan kunjungan kerja. Beliau hanya ingin berkumpul bersama keluarganya di Labuan Bajo, " kata Karo Humas Pemprov NTT Marius Jelamu di Bandara Komodo Labuan Bajo, Minggu (19/1/2020).

Dia mengatakan Presiden Jokowi mulai melakukan kunjungan kerja pada hari Senin (20/1) besok dan pada Selasa (21/1). Pada Senin, Presiden Jokowi meninjau dermaga peti kemas yang akan dibangun oleh Pelindo.  Lalu meresmikan Hotel Inaya yang dibangun oleh PT ASDP Indonesia Ferry dan PT PP. Selanjutnya Selasa (21/1) Presiden Jokowi akan membagi-bagikan ratusan sertifikat tanah kepada ratusan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama untuk memberlakukan sistem kuota bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Labuan Bajo, termasuk kawasan Taman Nasional Komodo di NTT. Jokowi meminta Labuan Bajo dijadikan destinasi wisata super premium. 

"Labuan Bajo ini super premium. Ini hati-hati. Saya sudah ingatkan hati-hati. Jangan sampai campur aduk super premium dengan yang menengah bawah," ujar Jokowi saat membuka Kompas 100 CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11/2019) lalu. 

Berdasarkan catatan Kompas.com selama berada di Labuan Bajo destinasi ini sebenarnya punya pasar terbagi dua. Di satu sisi banyak hostel dan pasar murah yang memang ditujukan bagi wisatawan berbujet pas atau disebut backpacker. Di sisi lain, Labuan Bajo juga punya resort bintang lima, kapal pesiar ribuan dollar per hari, dan restoran mahal. 

Fasilitas ini bahkan sampai dipakai oleh selebriti Hollywood. Berikut ini adalah kisaran harga liburan backpacker dan liburan mewah di Labuan Bajo. 

1. Menginap di hostel atau homestay

Ada hostel dan homestay yang dapat diinapi mulai harga Rp 150.000 per malam. Saat musim sepi pegunjung, jika pergi rama-ramai sebenarnya bisa melakukan negosiasi harga dengan pemilik akomodasi untuk dapat diskon. 

2. Sewa motor 

Trayek dan jumlah transportasi umum di Labuan Bajo belum begitu banyak. Jadi rekomendasi terbaik untuk mengelilingi Labuan Bajo adalah dengan menyewa motor mulai Rp 50.000 per hari. Harga ini tentunya bisa naik jika musim liburan tiba. 

3. Makan di warung 

Jika ingin murah jangan makan di restoran atau tempat yang banyak dikunjungi turis. Makanlah di warung makan yang banyak warga lokal. Paling mudah pergilah ke daerah pasar tradisional dan mencari makanan di sana. Harga makanan berkisar Rp 15.000 - Rp 35.000 sekali makan. 

4. Sewa kapal bemo 

Inilah bujet tertinggi saat berlibur di Labuan Bajo. Untuk mengunjungi komodo, snorkeling, dan hoping islands butuh menyewa kapal. Kapal paling murah adalah kapal bemo (kapal kayu klotok). 

Untuk dapat harga paling murah, pergilah langsung ke pelabuhan kapal wisata dan lakukan tawar menawar dengan pemilik kapal. Biasanya tarif sewa perhari Rp 2 juta untuk 
8 orang, jadi satu orang dikenakan kisaran Rp 250.000. 

5. Living on Board (LoB) di kapal sederhana 

Cara paling ringkas untuk menyatukan tiga pengeluaran di atas adalah dengan LoB. Kisaran harganya Rp 1,6 juta per orang untuk wisata empat hari tiga malam di perairan TN Komodo. Harga tersebut tentunya sudah termasuk makanan selama di kapal, diantarkan keliling pulau, dan tidur di kapal. 
Hanya saja ada harga ada kualitas. Siap siap berwisata dengan 25 orang lain di satu kapal tersebut. 

Biaya liburan mewah Labuan Bajo

1. Menginap di resort bintang lima 

Saat ini hotel dengan peringkat tertinggi di Labuan Bajo masih dipegang oleh Ayana Komodo Resort Waecicu Beach. Harga menginap permalam, sekitar Rp 239 dollar AS per malam atau sekitar Rp 3,4 juta. 

2. Makan di restoran hits 

Labuan Bajo punya banyak restoran hits dengan pemandangan yang menakjubkan. Menu hidangan terdiri dari makanan Indonesia, Asia, dan Barat. Siapkan minimal Rp 150.000 per orang untuk makan dan minum, sekali bersantap. 

3. Sewa mobil 

Sewa mobil di Labuan Bajo mulai Rp 500.000 untuk enam jam pemakaian. 

4. Sewa kapal yacht 

Tentunya agar perjalanan menyenangkan kapal cepat dengan fasilitas mumpuni menambah senang one day tour atau perjalanan wisata sehari. Kapal yacht dari Palataran Komodo Resort & Spa ini dengan mesin dengan kecepatan 4.500 rpm, fasilitas kamar tidur, toilet, ruang tamu dalam ruang, dan ruang tamu terbuka dihargai Rp 20-30 juta untuk sewa sehari. 

5. Living on Board (LoB) di kapal pesiar 

Ingin merasakan liburan mewah, bisa merasakan menginap di kapal pesiar mewah. Kapal pesiar paling mewah dengan fasilitas super premium dan harga paling mahal di perairan TN Komodo saat ini dipegang oleh Lamima. Harga sewa kapal ini 20.000 dollar AS per malam atau setara Rp 280 juta untuk maksimal 14 orang tamu.  (kcm/wis)

Foto: Presiden Jokowi di Labuan Bajo. (kompas.com)

Agnez Mo: Cantik Itu Bagaimana Kita Jadi Apa yang Kita Mau

On Sunday, January 19, 2020


JAKARTA (DutaJatim.com) - Semua pasti mengakui bahwa Agnez Mo cantik. Bahkan saat tampil dalam acara ZAP 11th Anniversary: Masquerade Gala yang digelar di JCC Senayan, Sabtu 18 Januari 2020 tadi malam, Agnez Mo sungguh memesona. Semua kagum kepadanya. Suaranya. Raut wajahnya. Bentuk tubuhnya nan indah.

Saat tampil di atas panggung dia sangat enerjik. Penampilannya pun menghibur penonton. Sebuah penampilan yang cantik dari biduan yang cantik. Tapi bagaimana sebenarnya konsep cantik di mata seorang Agnez Mo?

Menurut Agnez, cantik ternyata bermula dari cara pandang seseorang atas dirinya sendiri. Maksdunya, meski seseorang punya tubuh indah dan paras wajah yang menawan, tapi bila cara berpikirnya atas karunia Tuhan itu tidak benar, dia tetap saja tidak akan merasa cantik.

"Sempat ditanya (soal penampilan), 'Gimana kalau agak feminim sedikit? Eh tapi ending-nya (busana yang dikenakan) tetap gini (boyish). Definisi tentang 'cantik', semuanya bermula dari cara pikir kalian sendiri," kata Agnez Mo di sela-sela acara ZAP Masquerade Gala di Jakarta, Sabtu 18 Januari 2020 malam.

Pelantun lagu "Coke Bottle" itu menambahkan, bahwa di era sekarang, wanita seharusnya lebih percaya diri untuk mempercantik diri maupun menemukan gayanya sendiri sesuai keinginannya. Sikap ini tanpa perlu merasa khawatir, misalnya, disebut tidak cantik.

"(Menjadi cantik) adalah bagaimana kita ingin menjadi apa yang kita mau. Kita mau punya rambut pendek, panjang, diwarnai ungu atau biru, itu semua terserah kita, dan ada mereka yang mencintai kita apa adanya. I feel that vibe," ujar Agnez.

Baru-baru ini, Agnez Mo masuk dalam nominasi ajang penghargaan musik iHeartRadio untuk kategori Best Fan Army dan Social Star Awards.

Agnez harus bersaing melawan Ariande, Justin Bieber, BTS, Camila Cabello, Harry Styles, Louis Tomlinson, Shawn Mendes, Selena Gomez hingga Taylor Swift.

Sementara itu, Agnez tampil dalam acara ZAP 11th Anniversary: Masquerade Gala yang digelar di JCC Senayan, Sabtu malam.

Ia tampil enerjik menghibur para penonton dan Agnations yang hadir lewat lagu-lagu populernya seperti "Coke Bottle", "Leo Leo", hingga "Diamonds". Agnez juga menyanyikan "Cinta di Ujung Jalan" yang rilis 2005 silam. Selain Agnez, hadir pula Bams, Marcell, BCL, Naif, dan Kahitna yang turut memeriahkan acara tersebut. (ndc/ant)