-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Milad ke-24 LMI Gelar Temu Pelajar Nusantara dan Penyambutan Kepulangan Tim Ekspedisi Gunung Wilis

Minggu, 29 September 2019 | 10.34 WIB Last Updated 2019-09-29T03:34:41Z

Wagub Emil Dardak menghadiri Puncak Acara Milad ke-24 Laznas LMI.

JOMBANG (DutaJatim.com) - Laznas Lembaga Managemen Infaq (LMI) menggelar rangkaian program dalam milad ke-24 selama bulan September. Pekan pertama dibuka dengan Anak Indonesia Suka Makan Ikan (AISUMAKI) di Palembang, dilanjutkan pembersihan karang gigi anak yatim dan dhuafa (CUKAGI) di Sidoarjo dan Sumenep.

Ekspedisi Lereng Wilis selama dua pekan, dan pada pekan terakhir ini digelar Temu Pelajar Nusantara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (27/9) sampai Minggu (29/9) di Wonosalam Training Center, Kabupaten Jombang.

Acara puncak berlangsung pada Sabtu (28/9) pagi yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Pangarso Suryotomo selaku Kasubdit pemberdayaan masyarakat BNPB. Hadir pula direktur utama Laznas LMI Agung Wijayanto.


(Iklan Kuliner Anda)


Temu Pelajar Nusantara yang diikuti lebih dari 500 peserta ini, menjadi sarana pelatihan dan persiapan agar anak-anak yatim dan dhuafa dapat memaksimalkan potensinya. Melalui kemah edukatif, mereka diajak bermain, berkenalan dengan alam, dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul untuk Indonesia. Di sini mereka belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, ketangkasan, dan peduli kepada sesama serta lingkungannya. Selain pembinaan rutin, setelah kegiatan ini para peserta akan menerima beasiswa sampai tuntas wajib belajar 12 tahun.

Agung Wijayanto menerangkan, bahwa anak-anak perlu diperkenalkan dengan alam, agar sejak dini mereka peduli dengan lingkungan tempatnya tinggal. 

“Karhutla di Kalimantan dan Sumatera terjadi hampir setiap tahun. Sedangkan di Jawa Timur, bencana longsong, banjir, dan kekeringan kerap terjadi di wilayah yang mengelilingi Gunung Wilis. Hal ini yang mendorong Laznas LMI melangsungkan Ekspedisi Lereng Wilis selama dua pekan, mulai Minggu (15/9) sampai Sabtu (27/9),” terang Direktur Utama Laznas LMI ini.

Dia menambahkan, bahwa selama ekspedisi tim melakukan sosialisasi, edukasi terkait mitigasi bencana di sekolah dan lingkungan permukiman warga, penghijauan dan reboisasi, penanganan masalah kebencanaan, dan pemasangan rambu bencana di enam kabupaten yang terletak di lereng Gunung Wilis. Daerah yang menjadi jalur ekspedisi adalah Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan berakhir di Kediri.

Pada sambutannya, Wagub Emil Dardak menyampaikan apresiasinya atas program-program yang digulirkan oleh Laznas LMI pada miladnya ke-24. 

“Sebagai Lazda Jatim yang kemudian menjadi Laz nasional, kami sangat mengapresiasi sekali program-program yang diinisiasi LMI, terutama yang bersinergi dengan kami di bidang pendidikan dan kebencanaan. Sudah seharusnya apa yang dilakukan LMI mendapat dukungan dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” paparnya.

Anak-anak Indonesia menjadi investasi di masa depan untuk merawat hutan, menjaga ketersediaan air, dan mengantisipasi bencana seperti kekeringan, longsor, dan banjir. Sesuai dengan tagline perayaan ulang tahun ke-74 Kemerdekaan Indonesia, SDM Unggul Indonesia Maju, Laznas LMI turut menyiapkan anak-anak sebagai generasi unggulan dan masyarakat yang memiliki wawasan peduli lingkungan. (as)
×
Berita Terbaru Update