-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Balita Maskin di Lamongan Alami Gizi Buruk, Yuk Kita Bantu!

Kamis, 16 Januari 2020 | 03.50 WIB Last Updated 2020-01-15T20:50:49Z

LAMONGAN (DutaJatim.com) –  Balita yang masih berusia 2 tahun 8 bulan itu hanya bisa berbaring lemas di atas tempat tidur di ruang anggrek, RSUD Dr. Soegiri Lamongan Jawa Timur. Nasib bayi malang ini dialami Meilani Alfira Damayanti. 

Menurut ibu kandung Alfira yang ditemui wartawan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan, putrinya mengalami gizi buruk.  Hal itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Karena kondisi keluarga yang serba kekurangan akhirnya dia memutuskan untuk membawa pulang Alfira ke rumah di Desa Latukan.

Saat itu Alfira yang diasuh oleh neneknya hanya diberikan susu formula yang dibeli di pasaran lantaran sejak bercerai dengan suaminya bulan Oktober 2019 untuk bertahan hidup dirinya harus berjualan sayur keliling. "Saya harus berjualan keliling jadi anak saya diasuh sama ibu saya mas," katanya.  

Karena hanya diberikan susu formula, Alfira mengalami muntah-muntah kemudian pihak keluarga membawa Alfira ke rumah sakit swasta di Lamongan. Namun upaya pengobatan tidak membuahkan hasil. Berat badan Alfira justru semakin menurun.

Karena keterbatasan biaya, dia hanya bisa pasrah dan berharap penyakit yang diderita anaknya bisa sembuh dan pulih seperti balita pada umumnya.

Saat berada di rumah, keluarga juga membawa Alfira ke pengobatan alternatif dan hanya diberikan air mineral saja. Namun kondisi justru memprihatinkan sehingga akhirnya ibu Alfira membawa ke bidan Puskesmas dan akhirnya dia disarankan untuk membawa Alfira ke RSUD Lamongan. "Lewat bu bidan kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soegiri Lamongan," tuturnya.

Alfira yang mungil tersebut hanya berbobot 4 kilogram, dari berat ideal balita yang menginjak usia 2 tahun harusnya memiliki berat badan 12 kilogram. Anak dari pasangan suami istri dari keluarga tidak mampu Dwi Novita (29) dan Suwarsono asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan itu oleh tim dokter didiagnosa menderita gizi buruk.

"Pasien tersebut datang dan sudah kita tangani. Namun lagi-lagi untuk penyembuhan butuh proses agak lama karena anak ini sendiri mengalami gizi buruk sudah sekitar 2 tahun," katanya. 

Dalam memulihkan kondisi kesehatan Alfira sudah mendapatkan penanganan dari dokter rumah sakit. Selain itu tim dokter juga bakal mencari jenis penyakit lain yang mungkin juga diderita balita tersebut," kata Aty Firsiyanti dokter spesialis anak RSUD dr.Soegiri Lamongan yang menangani balita malang ini.

Meski sudah ditangani dokter, tapi untuk selanjutnya keluarga ini tetap membutuhkan bantuan semua pihak. Hal itu agar dapat meringankan kebutuhan sehar-hari mengingat sang ibu orang tua tunggal. "Alhamdulillah sudah dibantu pemkab, tapi untuk kehidupan selanjutnya tetap harus ada yang membantu. Terutama warga di desa setempat. Atau kita semua membantunya," kata Ahmad, warga Karanggeneng Lamongan, Kamis 16 Januari 2020 pagi.

 "Kalau sesama umat saling membantu, pasti tidak ada kejadian gizi buruk. Kita semua sudah dijamin oleh Allah SWT tidak akan kelaparan, tapi karena antara sesama manusia tidak saling peduli, akhirnya terjadi kasus seperti Alfira. Kita malu kepada Allah SWT, karena itu mari kita bantu keluarga ini," katanya lagi.   (ful)
×
Berita Terbaru Update