-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kapal China Ngotot di Natuna, TNI Kerahkan Lagi 4 KRI Untuk Mengusirnya

Minggu, 05 Januari 2020 | 13.12 WIB Last Updated 2020-01-05T08:06:53Z

Laksamana Madya TNI Yudo Margono

TANJUNGPINANG (DutaJatim.com) -  Rupanya pasukan Negeri China ingin memancing emosi prajurit TNI yang menjaga kedaulatan RI di Laut Natuna. Mereka sama sekali tidak menggubris peringatan TNI yang meminta kapal nelayan dan aparat China itu agar segera meninggalkan Laut Natuna. 

Mereka ngotot ingin mencari ikan di Laut Natuna sebab merasa perairan itu merupakan wilayah di negeri Tirai Bambu.

Karena itu TNI akan bersikap tegas. Bahkan TNI akan mengerahkan lagi empat kapal tempur ke Laut Natuna. Hingga total ada 9 kapal tempur yang akan mengusir nelayan dan kapal patroli pengawalnya tersebut.


Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI, Laksamana Madya TNI Yudo Margono, menyatakan,  hingga Minggu 5 Januari 2020 hari ini, kapal nelayan China masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Mereka ngotot menangkap ikan di Laut Natuna yang menjadi milik Indonesia.


Pangkogabwilhan I mengatakan, kapal-kapal asing tersebut bersikukuh melakukan penangkapan ikan secara ilegal yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

"Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China," kata Yudo Margono dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL di Tanjungpinang, Kepri, Minggu 5 Januari 2020.


Yudo menegaskan bahwa TNI sudah melakukan gelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Laut Natuna.

"Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut," katanya menegaskan.

Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal China betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.

"Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan kami gerakkan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal itu," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingati kapal China bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.

"TNI mengedepankan upaya damai dalam menangani persoalan ini," katanya menambahkan.

Pangkogabwilhan I turut menyampaikan berdasarkan pantauan TNI pada saat ini yang terdeteksi memasuki Laut Natuna hanya kapal nelayan China.

Kapal nelayan dari negara lain, seperti Vietnam, tidak berani lagi masuk ke zona tersebut.

"Kapala nelayan Vietnam sudah banyak kami tangkap, jadi mereka tidak berani lagi," kata Yudo. (ndc/ara)

×
Berita Terbaru Update