RajaBackLink.com

PROMOSI PRODUK




Hosting Unlimited Indonesia

Semua WNI di Kota Wuhan Sehat, PPI Tiongkok: Jangan Percaya Hoax

On Tuesday, January 28, 2020


Mahasiswa Indonesia dan negara lain antre makanan di sekitar kampus Senin 27 Januari 2020.

BEIJING (DutaJatim.com)  - Bencana akibat virus Corona semakin mengerikan saat dikabarkan dengan cara hoax. Kabar palsu itu membuat masyarakat dunia panik secara berlebihan. Termasuk di Indonesia.

Karena itu Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan mengimbau masyarakat Indonesia tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak benar, hoax, dan tidak akurat terkait keberadaan mereka di kota tersebut. Saat ini Kota Wuhan memang sedang ditutup total aksesnya untuk menghindari meluasnya penyebaran virus corona jenis baru. Tapi di tengah bencana itu, WNI di Wuhan, alhamdulillah, semua sehat.


"Kalau rekan-rekan media ingin mengetahui kondisi terkini dapat menghubungi narahubung di Wuhan dan mengonfirmasi kebenaran berita demi menghindari informasi yang kurang akurat terkait kondisi Wuhan saat ini," kata Ketua PPIT Wuhan, Nur Musyafak, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi DutaJatim.com, Selasa 28 Januari 2020 dini hari.
Dalam pernyataan tertulisnya itu Nur mencantumkan nomor-nomor narahubung PPIT Wuhan di Whatsapp +6282238831045 dan +6282386487066.



Ada juga nomor hotline PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri Indonesia +6281290070027, KBRI Beijing (+8613811284504, +8613146453974, +8613552235327), dan KJRI Shanghai (+8613564406540). Nomor kontak ini diharapkan bisa memberi informasi yang benar terkait kondisi Wuhan dan WNI di kota tersebut.
PPIT Wuhan juga sudah mendata seluruh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang sedang berada di Provinsi Hubei itu. Hasilnya, hingga Senin 27 Januari 2020 pukul 14.00 waktu setempat (13.00 WIB) jumlahnya sebanyak 244 orang.


Mereka tersebar di Kota Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, dan Enshi.

"Kami melalui ketua ranting sudah menjalin komunikasi dengan seluruh mahasiswa dan WNI bahwa mereka dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terjangkit virus corona serta dalam pantauan kampus dan ketua ranting masing-masing," kata Musyafak.


PPIT Wuhan, ketua ranting, KBRI Beijing, dan PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya melakukan rapat koordinasi melalui fasilitas telekonferensi untuk membahas perkembangan mengenai kemungkinan penarikan mereka dari lokasi saat ini.



Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, KBRI Beijing mengirimkan dana melalui WechatPay ke akun ketua ranting masing-masing. Tampak para mahasiswa Indonesia dan negara lain antre membeli bahan makanan di sekitar kampus.


Kota Wuhan yang merupakan episentrum wabah yang disebabkan oleh 2019-nCoV ditutup total sejak Kamis (23/1) pukul 10.00 waktu setempat. Setelah itu diikuti 13 kota lain di Provinsi Hubei.

Hingga Senin sore sebanyak 2.823 orang terjangkit 2019-nCoV dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 81 orang. Penduduk Wuhan sendiri saat ini berjumlah 11 juta jiwa.

Pemerintah China mengerahkan ratusan personel kesehatan dari berbagai wilayah untuk membantu penanganan wabah tersebut. China  juga mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Wuhan agar bisa digunakan pada 2 Februari 2020.

"Kami berterima kasih sudah ada yang mau menanyakan kabar situasi Wuhan bersama penghuninya, tapi jangan sampai ada berita dan isi yang berbeda dari beberapa media yang hanya ingin meningkatkan jumlah pembaca saja yang bikin kita sedih," kata Yuliannova Lestari Chaniago, mahasiswi Central China Normal University (CCNU) Wuhan di akun Instagramnya. (gas/ndc)

Foto: Antara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »