-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jumlah Korban Terus Bertambah, Meninggal 6 Sembuh 4

Sabtu, 21 Maret 2020 | 23.29 WIB Last Updated 2020-03-21T16:29:50Z

JAKARTA (DutaJatim.com) -  Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) terus bertambah. Sampai Sabtu (21/3/2020) ada 450 orang yang dinyatakan posirif terjangkit virus tersebut, 38 orang di antaranya meninggal dunia dan 20 sembuh. Ini berbeda dari sebelumnya sebab jumlah meninggal lebih banyak dari yang sembuh.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang. Sehingga total kasus  450 orang," kata juru bicara pemerintah terkait wabah Corona, Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Sabtu (21/3/2020).


"Kasus kematian bertambah 6 orang sehingga total menjadi 38 orang," katanya lagi.


Mengenai pasien yang sembuh, Yuri mengatakan ada penambahan 4 orang. 

"Sehingga total yang sembuh dan boleh pulang adalah 20 orang," katanya.


Kasus positif corona per Sabtu (21/3) antara lain berada di DKI Jakarta (267), Jawa Barat (55), Banten (43), Jawa Timur (26), Jawa Tengah (14), Kalimantan Timur (9).


Selanjutnya  di DI Yogyakarta (5), Kepulauan Riau (4), Bali (3) Sulawesi Tenggara (3), Sulawesi Selatan (2), Sulawesi Utara (2), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Tengah (2), Sumatera Utara (2), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1), dan Riau (1).

Kasus kematian paling banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni total mencapai 23 orang. Diikuti Jawa Barat sebanyak 3 orang, Banten 2 orang, Bali 1 orang, Jawa timur 1 orang dan Sumatera Utara 1 orang.

Sehari sebelumnya, Jumat (20/2/2020), pemerintah pusat menyatakan ada 369 kasus positif corona. Ada 32 orang meninggal dunia dan 11 orang sembuh dari Covid-19.

Yuri juga sempat mengatakan bahwa virus corona berpotensi menginfeksi 600-700 ribu orang di Indonesia.

Angka tersebut didapat berdasarkan perhitungan population at risk yakni jumlah populasi atau individu yang kemungkinan melakukan kontak secara langsung maupun tidak langsung dengan penderita positif, sehingga memiliki risiko tinggi terinfeksi.

"Jumlah orang yang berisiko adalah pada kisaran angka 600 ribu sampai 700 ribu," kata Achmad. (hud)


×
Berita Terbaru Update