-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Luhut Angkat Bicara soal TKA China 'Kepergok' di Kendari

Wednesday, March 18, 2020 | 9:19 PM WIB Last Updated 2020-03-18T16:23:39Z


Rekaman video TKA asal China di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.



JAKARTA (DutaJatim.com) - Polemik soal 49 warga negara asing asal China yang masuk Indonesia di tengah wabah Corona akhirnya dijawab oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sebanyak 49 tenaga kerja asing (TKA) dari China yang masuk ke Indonesia untuk bekerja di tengah larangan masuknya warga Tiongkok akibat virus corona "kepergok" oleh seseorang yang kemudian merekamnya di Bandara Kendari Sulawesi Tenggara.

Luhut menegaskan banyak informasi kurang benar soal 49 orang TKA asal China itu. Dia meluruskan bahwa 49 tenaga kerja asing tersebut secara legal memiliki visa 211-A yang keluar pada tanggal 4 Januari 2020. Tepatnya sebelum Indonesia memberikan larangan perjalanan ke China.

"Ya tadi baru rapat mengenai ini jangan besar-besarkan dulu, kita luruskan secara proporsional. Jadi 49 TKA itu dapat visa 211-A pada tanggal 4 Januari. Jauh sebelum ada larangan Tiongkok datang ke Indonesia, jadi tidak ada yang dilanggar," kata Luhut saat melakukan video conference dengan wartawan, Rabu (18/3/2020), seperti dikutip dari detik.com. 

Luhut menegaskan bahwa tidak ada prosedur ilegal yang dilakukan 49 orang tersebut. Mereka pun menurut Luhut sudah mengajukan visa secara legal ke Kedutaan Besar Indonesia di Beijing.
"Saya tegaskan, tidak ada prosedur ilegal. Mereka ajukan visa legal ke kedutaan kita di Beijing. Ini cuma masalah teknis visa 211-A dan 211-B," ungkapnya.

Kemudian dia mengatakan bahwa 49 orang ini sekarang sedang dikarantina di Kendari, Sulawesi Tenggara.  "Sekarang mereka masih dikarantina di Kendari, biar aja dikarantina dua minggu nanti kita lihat lagi apa yang kita lakukan," kata Luhut.

Luhut berpesan agar masyarakat jangan meributkan hal yang tidak perlu. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masalah dan penyakit masuk ke dalam negeri.  "Saya mohon jangan kita meributkan hal tidak perlu. Pemerintah tidak akan impor masalah dan penyakit dari tempat lain," kata Luhut.

Mulanya, 49 orang China ini bikin heboh saat tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu, Brigjen Merdisyam pada Minggu (15/3/2020) membenarkan kedatangan WNA tersebut. Merdisyam menyebut mereka merupakan tenaga kerja asing dari perusahaan tambang.

"Kami sudah lakukan pengecekan langsung, iya benar mereka (TKA) dari perusahaan smelter yang ada di Sultra," katanya saat dikonfirmasi detikcom.

Merdisyam mengatakan puluhan TKA itu bukan dari China, melainkan dari Jakarta. Mereka dari Jakarta dalam rangka memperpanjang visa. Ternyata, apa yang disampaikan Kapolda Sultra berbeda dari pihak Imigrasi.

Rombongan TKA China yang diviralkan positif virus Corona ternyata masuk Indonesia dari Thailand, tak seperti yang dijelaskan polisi. Mereka awalnya terbang dari China ke Thailand, dikarantina, lalu terbang ke Jakarta.

Sebanyak 49 TKA China itu berasal dari wilayah Henan. Pada 29 Februari, mereka tiba di Thailand. Mereka dikarantina di Negeri Gajah Putih hingga 15 Maret 2020, lalu mendapat sertifikat sehat.
Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah selesai dikarantina, yaitu pada 15 Maret. Setiba di Indonesia, mereka kemudian menjalani pemeriksaan oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta.

KKP lalu menerbitkan kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang di rombongan tersebut. Petugas Imigrasi lalu memberi mereka izin tinggal. Di hari yang sama, mereka terbang ke Kendari, Sulawesi Tenggara.


Masuknya WN China itu mendapat kritikan banyak kalangan, khususnya di media sosial twitter. Seperti kecaman dari Fadli Zon, Rizal Ramli, dan Said Didu.
(det/wis)


×
Berita Terbaru Update