RajaBackLink.com

PROMOSI PRODUK




Hosting Unlimited Indonesia

PBNU Instruksikan Perbanyak Istighfar dan Sholawat Thibbil Qulub Hadapi Corona

On Tuesday, March 03, 2020



JAKARTA (DutaJatim.com) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada warga nahdliyin dimanapun berada dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berihtiar mencegah penyebaran virus corona di Indonesia dengan memperbanyak istigfar dan membaca Sholawat Thibbil Qulub. 

PBNU pun mengajak seluruh warga masyarakat Indonesia untuk hadir melakukan doa bersama dan membaca sholawat pada Senin (2/3/2020) malam pukul 19.30 di halaman Gedung PBNU, Jakarta.


 “Mari kita bersama-sama bermunajat dan memohon agar terhindar dari virus corona,” ujar Sekjen PBNU, H Helmy Faishal Zaini dalam rilisnya.

Hal senada juga diinstruksikan dari para alim ulama Indonesia seperti KH Nurul Huda Djazuli. Pengasuh pondok pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri ini menganjurkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat  seusai sholat fardhu untuk membaca istighfar minimal 25 kali dibaca secara berjamaah sambil berharap agar diselamatkan dari semua penyakit khususnya virus corona. 

Saat ini masyarakat semakin cemas setelah pengumuman dua warga positif Corona. Kasus Diduga COVID-19 di Kota Depok Provinsi Jawa Barat awalnya berdasarkan laporan  petugas Surveilans Kota Depok ke Kemenkes kemudian diumumkan oleh Presiden Jokowi.


"Telah diterima laporan kasus Pengawasan COVID-19 di Kota Depok Provinsi Jawa Barat pada tanggal 1 Maret 2020. 2 kasus tanpa kematian. 
Kasus 1 NT/31 th/Pr (WNI) Alamat Perum Studio Alam Indah, A.2/9, Depok. Gejala: batuk, sesak, demam." Demikian bunyi laporan tersebut seperti diterima wartawan.


Kronologinya,  pada 14 Februari pasien ikut dalam acara klub dansa di Klub Paloma & Amigos Jakarta dengan peserta multinasional. 


Salah satu peserta merupakan WN Jepang (domisili Malaysia), saat kembali  ke Malaysia terbukti positif Covid-19 dan dirawat di Malaysia.

Lalu 16 Februari kasus menunjukkan gejala batuk, sesak dan demam selama 10 hari.  Tanggal 26 Februari 2020, kasus berobat ke RS Mitra Depok. Diagnosa RS Mitra Keluarga Depok: Broncopneumonia, tersangka Covid-19 infection dengan riwayat kontak kasus positif  Covid-19.


Tanggal 29 Februari 2020 kasus dirujuk ke RSPI SS tetapi KU sudah membaik (tidak demam, masih batuk).

Tanggal 1 Maret 2020 kasus diambil spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum dan telah dikirim ke Litbangkes. Pengambilan spesimen BAL akan dikirim kemudian. Kasus masuk dalam kategori pengawasan.

Kasus 2 MD/64 th/Pr.  Alamat: Kota Depok, Jawa Barat. Gejala: demam, sesak nafas, batuk, pilek, lemas.

Kronologi  tanggal  20 Februari 2020 kasus kontak dengan anak (an. NT/31 th/P) yang diduga memiliki riwayat kontak dengan kasus positif WNA Jepang berdomisili di Malaysia. (hud)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »