-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

ODP - PDP di Surabaya Dikirim Makanan 3 Kali Sehari Secara Tertutup

Kamis, 09 April 2020 | 10.33 WIB Last Updated 2020-04-09T03:33:18Z


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Pemkot Surabaya mengirim makanan rutin tiga kali dalam sehari bagi warga Kota Surabaya, Jawa Timur, yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP) COVID-19 beserta keluarganya. Hal itu dilakukan  secara tertutup oleh petugas puskesmas.


Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Eddy Christijanto, saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis 9 Maret 2020 pagi, mengatakan  aturan etika kesehatan menyebutkan, bahwa identitas ODP dan PDP harus dirahasiakan.

"Artinya tidak boleh semua orang tahu. Makanya itu puskesmas membagikan permakanan, telur, pokak, itu secara tertutup. Supaya tidak banyak orang tahu karena itu etika kesehatan," ujarnya.


Menurut dia, pemberian makanan ini juga dilakukan guna menjalankan physical distancing atau jaga jarak fisik antarindividu. Permakanan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 14 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 60 tahun 2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Permakanan di Kota Surabaya.

Eddy mengatakan, selain untuk menjalankan physical distancing, pemberian permakanan ini juga bertujuan agar warga Surabaya yang statusnya sebagai ODP maupun PDP ini dapat menjaga imunitas tubuhnya. Selain itu juga  dapat mengisolasi diri secara mandiri di rumahnya masing-masing serta terus diimbau agar tidak keluar rumah.

"Jadi physical distancing itu benar-benar berjalan. Kebutuhannya harus kita cukupi. Kita mungkin tidak bisa mengontrol mereka, tapi kita akan terus imbau supaya tidak keluar rumah," ujarnya.

Karena itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya ini pun menegaskan warga diimbau untuk disiplin dan mentaati aturan masa inkubasi selama 14 hari, terutama warga ODP dan PDP.


"Seperti yang disampaikan Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) upaya ini membutuhkan kebersamaan pemerintah dengan masyarakat. Artinya semua harus ikut bergerak," katanya.

Selain itu, lanjut dia, menu makanan bagi mereka rupanya tidak jauh berbeda dengan permakanan pada umumnya yakni menu sehat. Namun, yang membedakan adalah setiap kali pengiriman, permakanan ini juga ditambahi minuman tradisional (pokak) dan telur rebus.

"Standarnya Rp23 ribu per box. Kita tambah telur dan pokak jadi satu di dalamnya," katanya.


Tidak hanya sampai di situ, kata dia, Pemkot Surabaya juga memberikan kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, sikat, sisir rambut, sabun mandi dan beberapa kebutuhan lainnya kepada ODP. "Beberapa hari lalu sudah kami kirim ke mereka," katanya.

Eddy memastikan pula bahwa sampai  Rabu (4/8/2020) jumlah ODP mencapai 917 dan PDP mencapai 367. Sehingga dari total tersebut semua akan diberi permakanan tanpa terkecuali sampai masa inkubasi berakhir. 

"Kami mengikuti jumlah terupdate setiap harinya. Jadi dipastikan semua ODP dan PDP memperoleh permakanan," katanya. (gas)

×
Berita Terbaru Update