Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Halal Bihalal TNI-Polri, Ketum PBNU Tegaskan Perjuangan Santri Lawan Penjajah

Rabu, 10 Juni 2020 | 01.26 WIB Last Updated 2020-06-09T18:26:45Z

JAKARTA (DutaJatim.com)  – Keluarga Besar TNI dan Polri menggelar acara halal  bihalal  bersama PBNU secara virtual, Selasa, 9 Juni 2020. Dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan  bahwa nasionalisme di Indonesia lahir dari hati seorang mukmin, yakni Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. 

Saat itu Mbah Hasyim mencetuskan ungkapan heroisme yang sangat terkenal yaitu hubbul wathan minal iman (nasionalisme bagian dari iman).

"Kalau di Indoensia, di kita ini nasionalis religius," kata Kiai Said pada acara Halal Bihalal yang dihadiri para pejabat TNI Polri tersebut.

Menurut Kiai Said, Indonesia merdeka atas kegigihan perjuangan banyak pihak, termasuk para kiai dan santri. Dari kalangan santri, Fatwa Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari menjadi pelecut semangat santri dalam melawan penjajah. 

"Membela tanah air kata Kiai Hasyim Asy'ari wajib, fardlu 'ain. Bagi penduduk radius 80 km dari Surabaya wajib angkat senjata, tidak pandang bulu, levelnya, atau derajatnya semua wajib melawan dengan senjata. Di luar radius 80 KM mendukung apa yang mereka miliki," terangnya.

Lebih lanjut Kiai Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jagakarsa, Jakarta Selatan itu mengatakan bahwa santri berperang melawan penjajah dengan senjata apa adanya. Banyak santri yang meninggal, termasuk santri yang membunuh Brigjen Mallaby, yakni seorang santri dari Pesantren Tebuireng bernama Harun. 

Perjuangan santri kemudian diakui pemerintah dengan menetapkan pada 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Kiai Said menyampaikan terima kasih atas apresiasi pemerintah kepada santri.

"Tanpa pengorbanan santri, tanpa Resolusi jihad KH Hasyim Asy'ari, barangkali sejarah Indonesia berbeda dengan yang ada sekarang," ucapnya. (hud)
×
Berita Terbaru Update