Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masyarakat Dukung Usul JK Masjid Dibuka Lebih Dulu Sebelum Mal

Kamis, 04 Juni 2020 | 22.44 WIB Last Updated 2020-06-04T15:44:01Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Saran Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM.Jusuf Kalla (JK) agar masjid atau tempat ibadah dibuka lebih dulu sebelum mal mendapat dukungan dari berbagai pihak. Warganet, khususnya di Twitter, mendukung usulan JK tersebut sebab bangsa Indonesia menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila. Dan Insya Allah, masjid-masjid akan dibuka kembali mulai Jumat 5 Juni 2020 besok untuk Salat Jumat.

Misalnya akun Fatimah Sweet @FatimahSw33ty yang mengutip berita reaksi positif pengamat terhadap statemen JK. Mengutip kontenislam.com, dia setuju dengan penilaian pengamat bahwa wajar JK menyindir Jokowi yang lebih mendahulukan mal ketimbang masjid.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga mengaku setuju dengan pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengusulkan agar masjid atau tempat ibadah lebih dulu dibuka ketimbang perkantoran, pasar maupun pusat perbelanjaan atau mal saat penarapan new normal pasca pandemi-covid-19.  “Setuju, seharusnya masjid duluan (yang dibuka) baru yang lain,” kata Fadli dikutip dari akun Twitternya, Kamis (4/6/2020). Namun demikian, Fadli tetap mengingatkan agar menerapkan protocol kesehatan yang ketat dan disiplin.

JK sendiri menegaskan bahwa masjid lebih penting daripada membuka perkantoran, pasar, maupun pusat perbelanjaan. "Jadi kenapa masjid dahulu yang dibuka sebelum yang lain karena suatu negara harus ada rohnya. Roh keagamaan kita mesti berdoa. Nanti setelah ini baru kantor dan mal bisa buka,” kata JK.




Tak hanya masjid, JK juga menyebut rumah ibadah lainnya seperti gereja harus dibuka sebelum mal. Mantan Wakil Presiden dua kali tersebut mengatakan suatu bangsa harus mempunyai roh sebagaimana dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. JK mengingatkan bangsa Indonesia juga memperingati 1 Juni sebagai Hari Pancasila.
“Karena itu setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dibuka, maka doa akan menjadi roh bagi kota tersebut untuk memulai hidup normal baru,” ujarnya. Itu menjadi alasan JK mendesak masjid dibuka lebih dulu sebelum mal.

Protokol Kesehatan


Dia menyebut masjid harus memenuhi tiga unsur protokol kesehatan untuk bisa dibuka kembali menjalankan ibadah berjamaah. Tiga unsur tersebut, yakni jamaah salat menggunakan masker, salat dilakukan dengan menjaga jarak, dan cuci tangan sebelum masuk masjid (wudhu).

"Tempat paling disiplin protokol kesehatannya adalah rumah ibadah. Makanya dibuka pertama adalah masjid [ sebelum mal dan pusat ekonomi ]," kata JK.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya akan menggelar rapat pleno mengenai panduan ibadah new normal. "Muhammadiyah belum menerbitkan maklumat ibadah dalam era sekarang ini. Masih menggunakan maklumat yang lama yang kita terbitkan sebelum Idul Fitri,” katanya.

Jika terwujud, panduan ibadah era new normal itu bisa menjadi modal agar masjid bisa dibuka lebih dulu sebelum pasar, mal, dan lainnya. Seusai menerima kedatangan Satgas Covid-19 pimpinan Sufmi Dasco Ahmad, Mu'ti menjelaskan rapat pleno juga membahas hukum salat Jumat dua gelombang yang diusulkan oleh Dewan Masjid Indonesia.

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu akan ada 3.000 Masjid yang siap dibuka seiring mulai membaiknya angka kasus di 121 daerah di Indonesia. Termasuk DKI Jakarta juga menunjukkan angka penurunan kasus walau tidak signifikan.

DMI juga telah mendukung Masjid untuk mencegah penularan COVID-19 dengan membagikan karbol serta cairan disinfektan ke ratusan ribu Masjid di sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta. (hud)
×
Berita Terbaru Update