-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lagi-lagi Warga Kulit Hitam Tewas Ditembak Polisi, Amerika Kembali Membara, KJRI Pun Minta WNI Hati-hati

Thursday, October 29, 2020 | 2:14 AM WIB Last Updated 2020-10-28T19:14:01Z

 


PHILADELPHIA (DutaJatim.com) - Tindakan brutal polisi Amerika Serikat kembali terjadi terhadap warga kulit hitam. Kali ini korbannya keluarga seorang pria kulit hitam Kota Philadelphia, Amerika Serikat yang ditembak mati oleh polisi.


Seperti sebelumnya, masyarakat pun kembali marah. Mereka menggelar aksi demonstrasi memprotes tindakan polisi tersebut. Ratusan demonstran yang menuntut keadilan rasial bentrok dengan polisi pada Selasa (27/10/2020) malam waktu setempat hingga Rabu (28/10/2020) pagi waktu setempat. Philadelphia saat ini menjadi titik panas terbaru di Amerika Serikat soal masalah ras dan penggunaan kekerasan oleh polisi.


Lagi-lagi Warga Kulit Hitam Tewas Ditembak Polisi, Amerika Kembali Membara, KJRI Pun Minta WNI Hati-hati




KJRI New York pun mengimbau WNI di AS khususnya di Kota Philadelphia agar bersikap tenang dan berhati-hati  dalam menyikapi aksi demonstrasi yang meluas tersebut. "Dan jangan terprovokasi," demikian salah satu isi imbauan KJRI New York Kamis 29 Oktober 2020.


Ayah dari Walter Wallace juga meminta para demonstran tenang. Seruan ini muncul karena aksi protes atas insiden itu berujung ricuh.


Dilansir Reuters, Rabu (28/10/2020), ketegangan telah mencengkeram jalan-jalan sejak penembakan mematikan oleh polisi pada hari Senin (26/10/2020) waktu setempat terhadap Walter Wallace (27) yang bersenjatakan pisau. Korban digambarkan oleh kerabatnya menderita gangguan mental.


Demonstrasi hari Selasa (27/10) dimulai dengan damai tetapi menjadi konfrontatif saat mulai malam, seperti pada hari sebelumnya. Polisi kemudian muncul untuk menutup distrik komersial Philadelphia Barat yang dijarah pada malam sebelumnya.


Ayah dari Walter Wallace, mengimbau warga untuk "menghentikan kekerasan" demi menghormati putranya dan keluarganya.

"Saya tidak mendukung kekerasan, menghancurkan kota, menjarah toko-toko, dan semua kekacauan ini," katanya kepada wartawan dan sekelompok orang. (gas/det)


×
Berita Terbaru Update