-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wagub Emil Dardak Resmikan TPST Samtaku, Lamongan Menuju Merdeka Sampah

Tuesday, November 24, 2020 | 9:40 PM WIB Last Updated 2020-11-24T14:40:11Z

 


LAMONGAN (DutaJatim.com) - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sampahku Tanggungjawabku (Samtaku), hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Lamongan, Danone Indonesia, PT Reciki Solusi Indonesia dan Dompet Dhuafa, diresmikan Selasa (24/11/2020). Peresmian TPST Samtaku ditandai dengan ditandatanganinya Prasasti oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak.

Peresmian TPST Samtaku Lamongan juga dihadiri secara virtual oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator  Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dilakukan secara virtual, Bupati Fadeli yang hadir di Command Center Gedung Pemkab Lamongan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan TPST Samtaku di Kabupaten Lamongan.

“Sudah menjadi komitmen kami Pemerintah Daerah untuk memperbaiki pengolahan sampah. Dari tahun 2011 sudah dilaksanakan program Lamongan Green and Clean (LGC) untuk menuju Lamongan merdeka sampah atau Lamongan Zero Waste. Kabupaten Lamongan adalah satu-satunya di Jawa Timur yang tidak memungut biaya untuk pengolahan sampah dari warganya," terang Bupati Fadeli.

Fadeli juga menuturkan bahwa di Kabupaten Lamongan menghasilkan timbunan sampah sebanyak 382,80 ton sampah per hari, dan telah dilakukan pengolahan sampah sebanyak 78,19% di dua TPA yakni TPA Tambak Rigadung Kecamatan Lamongan dan TPA Dadapan Kecamatan Solokuro.

“Saat ini TPST Samtaku yang dikelola oleh PT. Reciki Solusi Indonesia berdiri di atas lahan seluas 5.500 meter persegi dengan kapasitas maksimal 60 ton sampah per hari. TPST Samtaku mampu mengurangi sampah sebanyak 65-70%. Dari Bulan Januari sampai Mei sampah yang disetor ke TPA sebanyak 1.110 ton per bulan, lalu turun menjadi 500 ton per bulan di bulan berikutnya," tuturnya.

TPTS Samtaku menurut Fadeli melayani sampah rumah tangga sebanyak 15.000 rumah tangga dan sampah kawasan industri dan kawasan komersial dengan jumlah pekerja sebanyak 24 orang yang telah difasilitasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengungkapkan bahwa Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik.

“61% sampah plastik terkelola, 39% yang belum terkelola, 10%-nya terdaur ulang dan 9% masuk sungai dan laut. Melalui program ini kita berupaya mengembangkan sistem pengolahan sampah terutama sampah plastik secara professional dengan fasilitas mekanik dan pemilahan yang baik sesuai jenis sampah," terang Karyanto Wibowo

CEO PT Reciki Solusi Indonesia Bhima Aries Diyanto menunjukkan virtual tour pengolahan sampah pada TPST Samtaku Lamongan.

“Sampah yang ditampung akan dilakukan sorting yakni sampah organik dan sampah plastik. Sampah organik kemudian dilakukan daur ulang menjadi kompos yang akan disalurkan kepada masyarakat secara gratis. Sedangkan sampah plastik dipilah menjadi sampah high value dan sampah low value yang masih bisa didaur ulang sedangkan sisanya yang sudah tidak dapat diolah masuk ke TPA," ungkap Bhima Aries Diyanto. (ful)
×
Berita Terbaru Update