-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Keluarga Murka, Nama Gus Mus Dicatut untuk Lawan FPI

Monday, December 14, 2020 | 10:52 AM WIB Last Updated 2020-12-14T03:52:04Z

JAKARTA (DutaJatim.com) - Gus Mus (KH Mustofa Bisri) jadi trending topic di twitter Senin 14 Desember 2020 ini. Saat dilihat apa yang menjadi perhatian warganet, ternyata putri dari ulama sekaligus budayawan itu, Ienas Tsuroiya, murka lantaran nama Gus Mus dicatut dalam berbagai karya tulisan hingga video untuk menyerang organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI).


Seperti dilihat Senin sing ini, Ianas menulis lewat akun @tsuroiya, "Dear para pendukung fanatik Pak Jokowi, buzzer atau bukan. Kalau kalian ingin berkampanye melawan FPI, lakukanlah dengan cara yg baik. Jangan mencatut nama Abah saya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus).  Setidaknya sudah tiga tahunan ini kami dibuat repot gara2 ulah kalian. Stop it!"


Selama ini Gus Mus dikenal sebagai ulama berpengaruh dan kharismatik. Posisinya sebagai ulama netral. Berada di tengah-tenga kepentingan, misalnya, politik. Namun, sikap netral Gus Mus ini seringkali dianggap lebih memihak ke kelompok politik tertentu. Misalnya memihak Jokowi. Padahal sejatinya tidak. Gus Mus netral, seperti keyakinan politik tingkat tinggi beliau soal sikap netral tersebut. 


Maka namanya pun kerap dicatut untuk melegitimasi tujuan tertentu bahkan dalam upaya provokatif. Hal tersebut, kata Ienas, tidak hanya terjadi saat ini namun sudah berlangsung dari tiga tahun lalu. Nah, mengapa Ienas menyebut langsung pendukung Jokowi? Ya, karena itu tadi, sikap netral Gus Mus dianggap menguntungkan Jokowi. Apalagi bila kubu-kubuan sekarang yang terjadi adalah Pemerintahan Jokowi dan Habib Riziq dengan FPI-nya.


Salah satu video misalnya menayangkan aksi demonstrasi FPI baru-baru ini, di mana memuat suara Gus Mus tengah membacakan puisi beliau berjudul ‘Allahu Akbar’. Ienas menyayangkan hal itu, sebab puisi tersebut tak ada kaitannya dengan ormas tertentu. 


“Sejak pagi tadi, saya menerima beberapa pesan menanyakan video rekaman demo FPI yang memuat audio Abah membacakan puisi beliau berjudul ‘Allahu Akbar’. Ternyata K*ta K*ta termasuk yang mempostingnya. Tapi syukurlah, barusan saya cek sudah ngga ada. Semoga ngga diposting ulang. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FPI, itu namanya mengadu-domba,” ujarnya. 


Sebelumnya, nama Gus Mus juga dikaitkan dengan sebuah tulisan berjudul ‘Ketika Agama Kehilangan Tuhan’. Dalam tulisan karya orang tak dikenal itu, nama Gus Mus dicatut terkait opini bahwa golongan tertentu menggunakan agama sebagai senjata kejahatan. “Saya sebut saja salah satu akun buzzer itu: K*ta K*ta. Di 2018, akun ini memposting tulisan orang lain tapi namanya diganti nama Abah. Pasang foto beliau pula. Saya langsung komplain saat itu juga..... tapi belakangan ini, tulisan itu beredar lagi. Karena penasaran, saya google lah judul tulisan itu. Ternyata yang muncul adalah postingan K*ta K*ta,” kata Ienas.


Ienas menegaskan, pernyataan yang dirinya sampaikan bukanlah upaya untuk mendukung FPI. Hal tersebut merupakan bentuk kekesalan keluarga atas ulah oknum tak bertanggung jawab. Sebab masih banyak konten lainnya yang membawa-bawa nama Gus Mus. 


“Apakah dengan menulis klarifikasi seperti ini, saya mendukung FPI? Oh, tentu tidak. Saya termasuk warga negara yang ikut resah menyaksikan sepak-terjang mereka selama ini, yang sering diwarnai kekerasan, meski dengan alasan ‘nahi mungkar’. Googling saja, banyak korbannya,” kata dia. (sdn/okz)


×
Berita Terbaru Update