-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mengejutkan, Jago PDIP Kalah di Lumbung Suara Kab. Blitar

Thursday, December 10, 2020 | 5:54 AM WIB Last Updated 2020-12-09T22:54:13Z

 

Cabup Rini Syarifah menang di Pilkada Kab. Blitar. (Antara)


BLITAR (DutaJatim.com) -  PDIP mengalami kekalahan di lumbung suaranya saat Pilkada Rabu 9 Desember 2020. Pasangan petahana Kabupaten Blitar Rijanto- Marheinis Urip Widodo dalam hitung cepat kalah melawan paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS. Namun demikian PDIP menang di Pilkada Kota Blitar.

Saat dimintai tanggapannya, Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono, mengatakan, kalahnya paslon petahana  yang diusung PDIP di Kabupaten Blitar, sangat mengejutkan. Hal itu sebagai peristiwa yang luar biasa. Sebab Kabupaten Blitar bagi PDIP merupakan salah satu daerah sakral.


"Daerah sakral (Kabupaten Blitar). Luar biasa itu kalau sampai lepas,” kata Budi Sulistyono alias Kanang saat berada di Posko Pemenangan Cabup Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kabupaten Kediri Rabu malam (9/12/2020). 

Dari hasil hitung cepat Pilkada Kabupaten Blitar, paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS, meraih kemenangan 56,53%. Paslon nomor 02 tersebut menang di 15 kecamatan. Sedangkan paslon petahana Rijanto-Marheinis Urip Widodo yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PPP, hanya meraup 39,54%. Paslon nomor 01 tersebut hanya menang di tujuh kecamatan. 

Kanang mengaku terkejut dengan hal itu. Dia sangat tidak menyangka jagonya bakal kalah. Dia melihat cabup dan cawabup Kabupaten Blitar yakni Rijanto dan Marheinis sama- sama incumbent. Menurutnya, seorang incumbent sudah mengerti apa yang dilakukan untuk menang. Jalan apa yang harus ditempuh. Apa yang harus dibicarakan dan dilakukan dalam pertarungan pilkada. 

Apa yang harus dilangkahkan, kata Kanang, seorang petahana harusnya sudah mengerti. Karenannya sejak awal dia mengaku optimis paslon Rijanto- Marheinis bakal menang. 

"Awalnya saya optimistis betul. Tapi tiba tiba begini, saya gak ngerti," kata Kanang yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ngawi.

Kendati demikian, meski selalu dianggap di atas angin, seorang paslon incumbent sebenarnya berada pada posisi tidak mudah. Kebaikan dan keburukan paslon incumbent sama sama mudah dilihat. Kalau buruk, kata Kanang pendatang baru sebagai lpenantang akan mudah mengalahkan.

Sebaliknya jika baik, sehebat apapun penantang akan sulit mengalahkan. "Orang kalau di atas nek apik ketok apike, nek elek ketok eleke (Orang kalau di atas kalau baik terlihat kebaikannya, kalau jelek terlihat jeleknya)," tambah Kanang. 

Kabupaten Blitar sejak awal menjadi daerah yang tidak dikhawatirkan. Karena dianggap sebagai daerah yang tidak dicemaskan, Kabupaten Blitar termasuk daerah yang dilepas. 

Perhatian PDIP menurut Kanang lebih fokus kepada Kota Blitar yang lebih dicemaskan. Sebab yang dilawan paslon besutan PDIP adalah putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar yang diketahui begitu mengakar.

Bisa jadi karena fokus di Kota Blitar, kata Kanang Kabupaten Blitar justru akhirnya kalah. Sementara di Kota Blitar PDI Perjuangan berhasil mempertahankan kemenangan. Kemungkinan lain, diakui Kanang bisa jadi karena faktor teledor. 


"Bisa jadi seperti itu (teledor). Ini jauh dari sangkaan kita (kekalahan Kabupaten Blitar)," papar Kanang.

Karena dianggap sebagai peristiwa yang luar biasa, Kanang juga menegaskan, Kabupaten Blitar menjadi bagian daerah yang akan dievaluasi partai. Kemudian juga Mojokerto dan Ponorogo. 

PDI Perjuangan menargetkan kemenangan di atas 12 daerah dari 19 daerah di Jawa Timur yang menggelar pilkada serentak. Namun dari data sementara yang masuk, kemenangan yang diraih PDI Perjuangan hanya 11 daerah. "Pasti ada evaluasi partai. Terutama Blitar," pungkasnya. 

Sementara itu Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar Rini Syarifah dan Rahmad Santoso mengklaim menang atas pasangan petahana Rijanto-Marhaenis Urip Widodo dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Blitar 2020, Rabu.

"Alhamdulillah saya merasa usaha kami tidak sia-sia. Kami ucapkan terima kasih pada tim. Ada pak kyai, ada barikade, ada baret merah juga semua elemen masyarakat yang saya cintai. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Kabupaten Blitar," kata Rini Syarifah di Blitar, Jawa Timur, Rabu (9/12) seperti dilansir Antara. (SDN/ant)

×
Berita Terbaru Update