-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gawat, Pasuruan Rawan Bencana, Kali Ini Permukiman di Lereng Bromo Amblas 30 Meter

Tuesday, March 2, 2021 | 6:30 PM WIB Last Updated 2021-03-02T11:30:18Z

 


PASURUAN (DutaJatim.com) - Wilayah Kabupaten Pasuruan kembali mengalami bencana. Longsor kembali terjadi di lereng pegunungan Bromo, tepatnya di Dusun Ledoksari, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Bencana longsor di kawasan permukiman penduduk ini menggerus tanah hingga kedalaman 30 meter pada Selasa 2 Maret 2021 sore.

Longsor yang terjadi di halaman belakang rumah warga ini menggerus garasi mobil dan gudang milik Hadiyanto. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Bangunan garasi dan gudang serta lahan seluas 40x30 meter amblas karena tergerus longsor.

Menurut keterangan perangkat Desa Ngadiwono, Singgih, bencana longsor ini terjadi dua kali dengan jeda sekitar dua jam. Sebelum longsor, wilayah Tosari memang diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Longsoran tanah terjadi setelah hujan reda. Dua kali terjadi longsor dengan kedalaman sekitar 30 meter,” katanya.

Dikatakan, gudang dan garasi itu biasanya juga digunakan sebagai dapur keluarga. Namun karena sudah ada tanda-tanda terjadi longsor, mobil dan motor milik Hadiyanto telah dipindahkan lebih dulu.

“Longsor hanya menggerus gudang dan garasi saja,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi menyatakan prihatin atas bencana alam yang terus terjadi di Kabupaten Pasuruan. Ia mendorong Pemkab Pasuruan untuk segera melakukan pemetaan lahan kritis.

“Pemkab Pasuruan harus memiliki data, kawasan mana saja yang rawan longsor dan bencana alam lainnya. Perlu ada tindakan yang konkret,” tegas Andri Wahyudi.

Dalam waktu dekat, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Hal ini perlu dilakukan dan pemetaan agar masyarakat tidak was-was dan dihantui bencana longsor dan banjir.

“Salah satu faktor terjadinya bencana banjir dan tanah longsor adalah banyaknya alih fungsi lahan produktif. Sehingga resapan air berkurang. Ini harus dicarikan solusi,” tandasnya. (ndc)
×
Berita Terbaru Update