Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MAN 2 Kota Malang Lahirkan Banyak Siswa Berprestasi, Ini Kunci Suksesnya

Tuesday, October 4, 2022 | 08:26 WIB Last Updated 2022-10-04T01:26:58Z
M. Husnan, Kasek MAN 2 Kota Malang


MALANG (DutaJatim.com) -  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Jawa Timur, terkenal telah melahirkan banyak siswa berprestasi. Sejak 2017, sekolah madrasah binaan Kementerian Agama (Kemenag) ini secara rutin mengirimkan lebih 300 delegasinya di ajang olimpiade dan riset tingkat nasional. Bahkan, 16 siswa di antaranya tembus sampai tingkat internasional. Sungguh membanggakan!


Ribuan alumni MAN 2 Kota Malang juga sukses melanjutkan kuliah di berbagai perguruan tinggi favorit di dalam negeri.  Sebut contoh Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan lainnya. Bukan hanya itu, alumninya juga tersebar di berbagai perguruan tinggi kelas dunia yang ada di semua benua. Misalnya  ada yang kuliah di Jepang, Jerman, Rusia, Irlandia, Amerika, Timur Tengah, Mesir, dan Australia.


Lihat saja lulusan tahun 2022, 116 siswa di antaranya diterima Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Karena sudah diterima, mereka tidak lagi mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Meski demikian, MAN 2 Kota Malang masih dapat menduduki peringkat 19 dari Top 1000 rerata hasil UTBK 2022.

Lalu apa rahasia semua sukses itu?

“Tugas kami adalah mengembangkan bakat dan potensi para siswa,” kata Kepala MAN 2 Kota Malang, Muhammad Husnan, saat diminta berbagi rahasia tentang sukses melahirkan para siswa berprestasi, di ruangannya, Kota Malang, seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.


“Ketika anak punya potensi bagus, madrasah siap support,” sambungnya.


Menurut Husnan, pemetaan potensi siswa sudah dilakukan sejak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). PPDB MAN 2 Kota Malang, dibuka untuk dua jalur, prestasi dan reguler. Untuk jalur prestasi, mencakup prestasi akademik dan nonakademik. Karenanya, siswa MAN 2 Kota Malang tidak hanya menonjol pada prestasi akademik, tetapi juga nonakademik. Misalnya, pramuka, taekwondo, robotik, Pidato Bahasa Arab dan Inggris, serta bidang lainnya.


“Kami mempersyaratkan raihan prestasi minimal tingkat provinsi. Pendaftaran melalui jalur ini biasanya sudah dibuka pada bulan Februari,” sebutnya.


MAN 2 Kota Malang, kata Husnan, memiliki visi terwujudnya madrasah model sebagai pusat keunggulan dan rujukan dalam kualitas akademik dan nonakademik serta akhlaqul karimah. Ada dua program unggulan di MAN 2 Kota Malang, yaitu: Program Pengembangan Olimpiade Sains (PROPOLIS) dan Program Pengembangan Bahasa Asing dan Kemitraan Internasional (MADU MANJA – MAN 2 MENJELAJAH DUNIA).


“Untuk menguatkan karakter siswa, MAN 2 Malang juga mengembangkan Ma’had Al-Qalam. Saya melihat pembentukan karakter akan lebih lengkap jika siswa hidup di ma’had,” tegasnya.


Untuk meningkatkan kompetensi guru, Husnan mengaku mengoptimalkan peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pengembangan MGMP dilakukan sejak dari tingkat MAN 2 Kota Malang (internal madrasah), tingkat Kota Malang, hingga Provinsi Jawa Timur. 


“MGMP menjadi forum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam tugas kepengajaran. Tidak jarang, kami juga mendatangkan narasumber dari berbagai ahli untuk meningkatkan kompetensi guru,” sebutnya.


“Dari unsur anggota komite madrasah dari orang orang yang memiliki keahlian pada bidang yang dibutuhkan madrasah agar bisa memberikan up grading,” lanjutnya.


Hadiah Gedung Olimpiade


Hal senada disampaikan Wakil Kepala Bidang Kehumasan, Ahmad Thohir Yoga. Menurut pria yang akrab disapa Yoga ini, prestasi MAN 2 Kota Malang diraih melalui proses perjuangan yang sangat panjang. Komitmen madrasah untuk mengembangkan bakat dan potensi menjadi salah satu kuncinya.


“Kami sangat bersyukur, setelah dalam lima tahun selalu meraih juara pada Olimpiade tingkat Nasional, MAN 2 Kota Malang mendapat hadiah berupa Gedung Laboratorium Olimpiade. Gedung empat lantai ini benar-benar kami manfaatkan dalam rangka mendukung pengembangan prestasi siswa,” jelasnya.


Sesuai namanya, gedung ini memiliki beragam ruang laboratorium, mulai dari Matematika, Kimia, Fisika, Komputer, Kebumian, Ekonomi, dan lainnya. Gedung laboratorium menjadi ruang karantina bagi para siswa yang akan mengikuti beragam lomba, baik olimpiade, kompetisi riset, atau lainnya.


“Dalam kondisi reguler, pendalaman di laboratorium dilakukan seminggu dua kali. Namun jika level kompetisinya sudah sampai tingkat nasional, intensitasnya ditambah, bahkan sampai karantina,” jelasnya.


“Para pelatih juga diberi kewenangan untuk menambah jam latihan. Mereka adalah para alumni MAN 2 Kota Malang yang pernah ikut dalam kejuaraan yang sama,” lanjutnya.


Kecanduan Lomba


Kerap menjadi juara dalam berbagai lomba, baik di level provinsi Jawa Timur, nasional, bahkan internasional, menjadikan siswa MAN 2 Kota Malang kecanduan mengikuti kompetisi. Salah satunya dirasakan siswi kelas XII MAN 2 Kota Malang bernama Finayatus Sa'adah. 


Ditemui di Laboratorium Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN 2 Kota Malang, Fina tampak sedang berdiskusi dengan teman dan pelatihnya. Mereka sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba penulisan esai. Sebelumnya, Fina dan timnya pernah Juara 1 Olimpiade Psikologi Nasional 2021 yang digelar Universitas Airlangga. Dia juga menjadi Juara 1 Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) 2021 kategori Ilmu Sosial dan Humaniora yang digelar Kementerian Agama.


Fina berbagi cerita, untuk bisa menang lomba di MYRES 2021, dia dan tim melakukan riset di Mojokerto. Penelitiannya tentang pola perilaku masyarakat di sekitar kawasan wisata dalam melestarikan mata air yang digunakan untuk kebutuhan minum dan aktivitas sehari hari warga. 


"Temuan riset, meski banyak pengunjung wisata yang datang, hal itu tidak membuat lingkungan menjadi kotor, tapi malah semakin bersih. Jadi pola perilakunya menunjukkan hal positif," kata Fina. 


Keasyikan dalam melakukan penelitian itu yang kemudian membuat Fina kecanduan ikut lomba. "Kecanduan," jawab Fina spontan ketika ditanya kenapa mau ikut lomba lagi. Teman-temannya yang mendengar tertawa sembari mengiyakan jawaban Fina.


Menurutnya, dengan mengikuti lomba dia mendapat ilmu yang diperoleh dari luar sekolah. "Gimana caranya cari ide kepenulisan, tidak semua didapat di sekolah," ungkapnya. (kmg)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update