-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kisah Daftar CPNS dan Inilah Doanya yang Insya Allah Mustajabah

Senin, 11 November 2019 | 09.39 WIB Last Updated 2019-11-11T02:39:25Z


SIDOARJO (DutaJatim.com) - Ini kisah orang tua yang anaknya pernah gagal tes CPNS dan hari ini mendaftar lagi seleksi CPNS 2019. Kisah perbedaan cara pandang antara orang tua dan anaknya. Kisah Daftar CPNS dan Inilah Doanya yang Insya Allah Mustajabah.

Si orang tua ingin agar anaknya ikut tes CPNS di daerahnya saja agar nanti kerjanya tidak jauh dari orang tua, tapi si anak memberi tahu bahwa peluang untuk diterima jadi CPNS di daerah sendiri sangat kecil sebab peminatnya sangat amat buuuanyak.

"Saya ingin ikut tes di Kaltim aja Pak, kan di sana juga calon ibukota baru. Mungkin butuh pegawai banyak dan peminatnya tidak banyak," kata si anak.

"Lah, bagaimana kalau banyak pelamar berpikiran seperti sampeyan, bahwa peluang diterima di Kaltim lebih besar, pasti semua orang akan daftar di sana kan? Sebaliknya, semua orang takut daftar CPNS di Sidoarjo, sehingga jumlah pendaftarnya, mungkin saja, sedikit hehehe...." kata si orang tua sambil bercanda.

"Ya, tidak mungkin, Pak...!" jawab si anak sambil membuka lama BKN. 

"Iya, tetap mungkin, meski kecil," kata orang tuanya. 

Secara kebetulan, tetangga dan saudarnya banyak yang bekerja di luar Jawa. Ada yang tahun lalu diterima jadi CPNS di Kalimantan Tengah, ada yang bekerja di Lampung, Batam, dan Medan. Semua memiliki kisah sendiri terkait kerja jauh dari kampung halaman. Suka duka. Romantika yang sebenarnya sudah biasa. Namun, sebagai anak muda, memang harus menghadapi dunia luar yang sangat luas dan penuh tantangan. Bukan hanya di Kalimantan, tapi di seluruh tanah air, menunggu sentuhan karya anak negeri untuk menjadi CPNS. Lihat formasinya Di Sini.


"Bapak tidak melarang kamu melamar di Kaltim, atau Papua, sekalipun, asal nanti siap bila memang harus bekerja di sana. Siap dengan risikonya, jauh dari orang tua, mungkin tempat kerjanya di pelosok desa, sepi, sulit transportasi, dan lain sebagainya. Harus siap. Itu risiko dari pilihan kamu, tapi kalau bisa ngelamarnya tetap di Sidoarjo saja hehehehe," kata si bapak.   

"Bapak ini pancet ae! Saya tak ngelamar di Kalimantan Tengah saja lebih dekat," kata si anak.

"Oke, tetap harus belajar dan berdoa lo ya. Bukan berarti di kalimantan lebih mudah tesnya atau peluang diterimanya," kata si bapak.

"Oke, siap!"

Doa Tes CPNS

Si bapak lalu mencari apa ada doa khusus bagi orang yang melakukan tes CPNS? Dan dia menemukan doa itu di situs islam.nu.or.id ini. Jadi, Kisah Daftar CPNS dan Inilah Doanya yang Insya Allah Mustajabah. 


Namun demikian sebenarnya itu bukan doa khususnya tes CPNS, melainkan doa yang bagus dibaca oleh mereka yang memiliki  hajat untuk kemaslahatan agama dan duniawinya. Doa ini juga bagus dibaca oleh orang yang sedang dirundung kesusahan. Doa ini, tentu saja, juga dapat dibaca oleh mereka yang akan menghadapi ujian CPNS. 

Syekh M Nawawi Banten menganjurkan orang yang sedang berhajat untuk membaca doa ini setelah sebelumnya melaksanakan shalat hajat 12 rakaat, tetapi 2 rakaat dinilai memadai.

 سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبِحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Subhānalladzī labisal ‘izza wa qāla bihī. Subhānalladzī ta‘aththafa bil majdi wa takarrama bihī. Subhāna dzīl ‘izzi wal karami. Subhāna dzīt thauli. As’aluka bi ma‘āqidil ‘izzi min ‘arsyika, wa muntahar rahmati min kitābika, wa bismikal a‘zhami, wa jaddikal a‘lā, wa kalimātikat tāmmātil ‘āmmātil latī lā yujāwuzuhunna birrun wa lā fājirun an tushalliya ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muhammadin. 

Artinya, “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103-104). 

Sementara berikut ini adalah doa Rasulullah SAW saat menghadapi kesusahan secara umum. Syekh M Nawawi Banten menganjurkan orang yang memiliki hajat untuk  membaca doa riwayat Bukhari dan Muslim ini. Seseorang seyogianya melakukan shalat dua rakaat dengan niat shalat hajat, shalat dua rakaat tahyyatul masjid, atau shalat sunnah dua rakaat apa pun itu sebelum doa riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam At-Tirmidzi.

 لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 

Lā ilāha illallāhul halīmul karīmu, ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhul ‘aliyyul ‘azhīmu. subhāna rabbil ‘arsyil ‘azhīmi, walhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīna. 

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 104). 

Setelah itu, orang yang sedang memiliki hajat tertentu melanjutkan bacaan doa Rasulullah SAW riwayat Imam At-Tirmidzi berikut ini.

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn. 

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 104). 

Setelah shalat dan membaca doa, seseorang yang berhajat itu berdoa dengan sungguh-sungguh lalu menyatakan hajatnya kepada Allah. Semoga Allah meluluskan hajat para hamba-Nya, apa pun itu. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K/Huda S.)

Foto: liputan6.com
×
Berita Terbaru Update