-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Orang Kristen Bisnis Syariah: Hartadinata Enggan Jawab Tantangan Imam Shamsi, OJK Membantah Klaim Stern Resources Group

Minggu, 15 Desember 2019 | 05.59 WIB Last Updated 2019-12-14T23:05:58Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Orang Kristen Bisnis Syariah: Hartadinata Enggan Jawab Tantangan Imam Shamsi, OJK Membantah Klaim Stern Resources Group.

Heboh pengusaha Kristen Amerika Serikat gencar berbisnis syariah di Indonesia masih berlanjut. Imam Masjid New York, Imam Shamsi Ali, tidak lelah mengingatkan agar umat Islam waspada akan adanya bisnis non-syariah berkedok syariah.

Bahkan sangat mungkin bisnis itu abal-abal sehingga berpotensi menipu umat Islam. Untuk itu Imam Shamsi pun menantang Hartadinata Harianto--orang Kristen yang disebut gencar bisnis syariah itu--untuk membuktikan kebenaran bisnis investasinya tersebut.   

Namun apa jawaban Harianto?  Lewat akun twitter-nya, Imam Shamsi memposting jawaban Harianto yang dikutip dari laman kumparan.com.
Hartadinata Harianto disebut enggan menerima tantangan yang dilayangkan oleh Imam Shamsi Ali agar dia membuktikan bahwa perusahaan investasi miliknya bukanlah fiktif. Jangankan membantah tudingan Imam Shamsi terkait dugaan perusahaan investasinya yang bodong, Hartadinata Harianto terkesan menghindar. Hartadinata menolak untuk diwawancarai wartawan soal isu perusahaannya abal-abal.

"Mungkin ini komentar terakhir yang saya bisa ucapkan. Karena saya harus fokus ke kerjaan saya. Appreciate your understanding," kata Hartadinata.

Hartadinata juga sempat meminta agar membaca salah satu berita yang telah ditayangkan kumparan.com. "Mohon baca artikel kumparan mengenai kunjungan OJK di New York," kata Hartadinata.

Nama Hartadinata Harianto sempat populer karena prestasi akademiknya. Kini dia bikin heboh dunia Islam lantaran perusahaan investasi syariahnya akan menjadi penggerak bisnis syariah di Indonesia. 

OJK Membantah

Ini seakan mustahil sebab Hartadinata adalah orang Kristen. Lebih dari itu perusahaannya dinilai banyak memiliki kejanggalan. Namun bila ditanya soal perusahaannya yang aneh itu, manajemen Hartadinata, Melissa, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan klarifikasi karena sudah tertulis dalam berita OJK di laman kumparan.com tersebut.
Berita yang dia maksud berjudul 'Penjelasan OJK soal Foto Pimpinannya Bersama Hartadinata Harianto'. Berita itu merupakan klarifikasi OJK terkait viralnya foto Harta  dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Saat dikonfirmasi Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot tak menampik foto tersebut. Memang ada pimpinan OJK yang bertemu Hartadinata di New York pada Oktober 2019 lalu.

Kala itu, OJK hanya melakukan kunjungan singkat pada proyek pembangunan gedung yang sedang dikerjakan oleh Hartadinata. Sedang agenda OJK ke New York sendiri untuk menghadiri workshop dengan para perancang desain gedung kenamaan dunia. Saat itu, OJK memang hendak membangun gedung kantor dan sudah ada rencana untuk mengunjungi International Monetary Fund (IMF). 

"Pak Hartadinata menawarkan untuk mampir ke proyek gedung yang dibiayainya di New York. Kunjungannya singkat saja ke proyek pembangunan gedung yang sedang dikerjakan yang bersangkutan," kata Sekar Putih.
Selain itu, kata Sekar, pihak OJK pun hanya bermaksud saling bertukar informasi dengan kontraktor seputar aspek teknis gedung. "Hanya mampir sebentar dan tukar menukar info dengan kontraktornya seputar aspek teknis gedung saja, tidak membahas bisnisnya di Indonesia. Setelah selesai dari sana, ke workshop dengan SOM (Skidmore Owing & Merril)," pungkasnya.

SOM sendiri merupakan perusahaan arsitektur besar Chicago yang dibangun sejak tahun 1936. Sebagai perusahaan arsitektur di AS, SOM banyak terlibat dalam pembangunan gedung pencakar langit modern "kotak kaca". 

Menariknya, kunjungan singkat OJK itu diklaim Hartadinata sebagai sebuah pencapaian. Dalam sebuah potongan kliping artikel koran dari manajemen Harta, disebutkan bahwa Stern Resources Group, perusahaan investasi Harta, mendapatkan pengakuan dari OJK sebagai the real investor dan memiliki projects record yang valid.

Pada koran itu tertulis Surya Indo, nama media yang tidak tercatat di daftar media terverifikasi Dewan Pers. Selain itu, untuk layout koran, judul yang tertera terlalu panjang.

Ketika ditanya dari mana koran itu berasal, pengirimnya mengaku lupa dan mengatakan akan berkoordinasi dengan kantor pusat di New York. 

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, OJK membantah pernah memberikan pengakuan semacam itu. "Kami tegaskan ya, OJK tidak pernah mengeluarkan statement ataupun pengakuan terkait hal tersebut," kata Sekar.

Perusahaan investasi milik Harta pun tak berada dalam pengawasan OJK. Sebab, kata Sekar, setelah pihaknya melakukan penelusuran, Sinergi Stern Investindo (SSI), perusahaan Harta, tergolong perusahaan properti.

Dugaan investasi janggal yang dilakukan Harta pertama kali mencuat dari Shamsi Ali. Dia mem-broadcast di WhatsApp dan Twitter soal kejanggalan perusahaan Stern, bahkan Shamsi mengaku pernah tertipu oleh ayah Hartadinata, Tjandra Harian. (kpr/wis)
×
Berita Terbaru Update