-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Helikopter TNI yang Hilang Ditemukan Jatuh di Papua 12 Orang Tewas

Saturday, February 15, 2020 | 11:55 AM WIB Last Updated 2020-02-15T04:55:14Z


JAYAPURA (DutaJatim.com) - Tragedi hilangnya helikopter  Mi-17  akhirnya terungkap. Heli itu jatuh mengakibatkan  12 penumpang dan awaknya meninggal dunia. Para korban  ditemukan di kawasan Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, 10 orang di antaranya bisa langsung teridentifikasi.

Hal itu setelah Tim Evakuasi korban jatuhnya Heli MI-17 milik TNI AD telah berhasil mencapai titik puing-puing pesawat tersebut. Mereka  menemukan 12 jenazah.

Awalnya, dari seluruh korban yang berada di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, tim memastikan bisa mengenali 9 jasad.

"Identitas 9 jenazah bisa kami kenali dari pakaian dan atribut yang mereka kenakan, sedangkan 3 jenazah lagi masih diperlukan proses identifikasi lebih lanjut," ujar Danrem 172/PVY, Kolonel Inf Binsar Sianipar, melalui rilis, Jumat (14/2/2020)

Namun kemudian Danrem 172 PWY Kol Inf Binsar Sianipar menambahkan 10 jenazah bisa dikenali identitasnya.


Memang dari laporan tim yang melakukan evakuasi terungkap 10 jenazah bisa teridentifikasi dari pakaian yang dikenakannya, sedangkan dua lainnya tidak bisa teridentifikasi akibat kondisi jasadnya.

"Namun, untuk memastikan nanti tim DVI Polda Papua yang akan memastikannya," kata Kol Inf Sianipar saat dihubungi dari Jayapura, Sabtu 15 Februari 2020.

Danrem 172 yang wilayahnya termasuk Kabupaten Pegunungan Bintang itu mengaku masih berada di Oksibil untuk memimpin langsung proses evakuasi.

"Saat ditemukan tim evakuasi yang berjumlah 30 orang itu langsung bisa mengenali identitas para korban dari pakaian yang dikenakan korban," tutur Kol Inf Sianipar.

Sementara itu data yang dihimpun terungkap 10 jenazah yang sudah teridentifikasi yaitu Lettu CPN Ahwar (Copil), Serda Dita Ilham, Kapten CPN Bambang (flight engeneer), Kapten CPN Haris Afik (pilot), Serka Suryatna (T/I), Pratu Asharul (mekanik), Prada Sudjono Kaimudin (tamtama penempak senapan 2), Pratu Yanuar (tamtama bantuan senapan otomatis), Pratu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM) dan Prada Tegar (tamtama penembak senapan 4).

Sedangkan yang belum teridentifikasi saat ditemukan yaitu Sertu Ikrar dan Praka Dwi Pur (mekanik). Helikopter buatan Mil Helikopter, Rusia, itu diketahui tergabung pada Pusat Penerbangan TNI AD dan menerbangkan 12 penumpang termasuk lima anggota Batalion Infanteri 725/WRG dan dilaporkan hilang dalam penerbangan Oksibil-Sentani, sejak 28 Juni 2019 lalu. (ant/hud)


Foto: Foto puing heli yang beredar di dunia maya ini semula dianggap heli milik TNI AD yang hilang di Papua.
×
Berita Terbaru Update