PROMOSI PRODUK

Permen Impor dari China Haram di Malaysia dan Brunei

On Saturday, September 14, 2019



JAKARTA (DutaJatim.com) - Produk makanan dan minuman dari China dikenal enak. Karena itu disukai banyak orang. Namun demikian, perlu hati-hati terhadap makanan enak dari negeri Tirai Bambu tersebut. Mengapa? Ya, hati-hati agar tidak makan makanan yang haram. 

Salah satunya pelajaran dari permen susu White Rabbit yang sejak tempo doeloe digemari masyarakat lantaran rasa creamy-nya. Namun, siapa sangka, setelah bertahun-tahun menjadi makanan favorit banyak orang, permen susu itu sekarang dinyatakan haram di Malaysia.

Pengumuman haramnya permen ini disampaikan langsung oleh Fauziah Salleh selaku Deputy Minister, Departemen Perdana Menteri melalui siaran TV Al Hijrah. Seperti dilaporkan World of Buzz Kamis (12/9/2019) pelabelan haram pada permen White Rabbit ini setelah dilakukan pengujian di National Chemistry Department. 

Pihaknya memutuskan untuk menguji permen ini karena sebelumnya telah mendapat laporan dari Kementerian Agama Malaysia pada awal Mei lalu bahwa permen asal China tersebut mengandung protein babi. Selama ini produk makanan asal China seringkali diberi protein babi.

JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia),  sebuah badan halal, pun langsung menindaklanjuti kasus ini. Mereka menemukan bahwa terdapat DNA babi dan sapi di dalam kandungan permen berwarna putih itu.

Permen susu White Rabbit itu diimpor dari China. Permen ini diimpor oleh perusahaan yang berpusat di Kuala Lumpur. Selama bertiup isu soal kehalalannya, produsen tidak pernah mengurus sertifikasi halal di Malaysia.

Bukan hanya Malaysia, bahkan Brunei lebih dulu mengharamkannya.  Dari Brunei ini lalu otoritas Malaysia melakukan uji kandungan White Rabbit hingga dinyatakan haram. 

Menteri Urusan Islam Sarawak, Abdul Rahman Junaid, mengatakan sekitar waktu yang sama di bulan Mei tidak ditemukannya logo halal pada permen tersebut. Hal ini tentunya sangat mengejutkan muslim Malaysia. 

Namun demikian permen White Rabbit masih banyak tersedia di gerai-gerai Malaysia. Oleh sebab itu Kementerian telah memperingatkan konsumen muslim untuk menghindari produk buatan China tersebut. (det/nas)