PROMOSI PRODUK

Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan Undang Sutradara “Lima” ke Festival Film Muslim

On Sunday, January 26, 2020



KAZAN (DutaJatim.com) - Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Irada Ayupova, secara khusus mengundang Lola Amaria, sutradara film “Lima”, untuk berpartisipasi dalam the 16th Kazan International Muslim Film Festival di Kazan, Republik Tatarstan, pada bulan September 2020 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan Irada Ayupova dalam pertemuan dengan Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Azis Nurwahyudi bersama Lola Amaria dan pemeran film “Lima”, Baskara Mahendra, di Kazan pada Sabtu (25/1/2020).

Menurut Irada Ayupova, Festival tersebut bukan hanya untuk memperlihatkan beragam film tentang agama, tetapi juga untuk mengedepankan nilai-nilai tradisi masyarakat, seperti kemanusiaan, empati, pengabdian terhadap tanah air dan keluarga, serta rasa hormat kepada yang lebih tua, dan bantuan untuk anak-anak. Festival tahunan ini diikuti lebih dari 500 film dari 50 negara di dunia. 

“Kami mengundang sutradara Lola Amaria untuk ikut serta pada Kazan International Muslim Film Festival,” kata Irada Ayupova.

Undangan tersebut langsung disambut positif oleh Lola Amaria dan didukung oleh KBRI Moskow. Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa Lola Amaria akan segera mempersiapkan partisipasinya dan mengikutsertakan film dokumenter berjudul "Pesantren" (A Boarding School) sutradara Shalahuddin Siregar pada festival tersebut.

Kehadiran Lola Amaria dan Baskara Mahendra di Kazan untuk pemutaran film Indonesia “Lima” di Cinema “Mir” pada 25 Januari 2020. Film “Lima” mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat dengan penuh antusias menyaksikan film tersebut. Cinema “Mir” yang memiliki kapasitas 200 tempat duduk tidak dapat manampung pengunjung yang ingin menyaksikan film “Lima”. Pihak bioskop telah menyediakan kursi tambahan dan terdapat penonton yang rela menonton sambil berdiri. 

Pemutaran film terselenggara atas kerja sama KBRI Moskow dengan Lola Amaria Production serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Tatarstan, Kazan State Institute of Culture (KazGIK), Cinema “Mir”, serta pihak terkait lainnya di Tatarstan. 


Selain untuk memperkenalkan Indonesia, pemutaran film dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia tahun 2020.      

Keberadaan Lola Amaria di Kazan juga untuk menjajaki kerja sama di bidang perfilman dengan pihak setempat, seperti KazGIK.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengatakan bahwa potensi kerja sama Indonesia dengan Tatarstan sangat besar, tidak hanya di bidang budaya, tetapi juga ekonomi dan perdagangan. 

Menurut Dubes Wahid, sebagai bagian dari upaya pengembangan kerja sama dengan Tatarstan dalam peningkatan hubungan Indonesia-Rusia, Indonesia akan ikut serta pada the 12th International Economic Summit, “Russia-Islamic World: KazanSummit 2020” pada 18-20 Juni 2020 di Kazan.

Republik Tatarstan adalah salah satu negara bagian Federasi Rusia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan baru-baru ini meraih predikat sebagai negara bagian yang paling layak huni (most liveable). Terdapat 83 mahasiswa Indonesia yang menuntut berbagai ilmu di Kazan, ibukota Republik Tatarstan. (Gatot Susanto)

Dinas PU BM SDA Akan Kerahkan Pompa Penyedot untuk Normalisasi Kali Kedungbanteng

On Sunday, January 26, 2020



SIDOARJO (DutaJatim.com)  - Belum surutnya air banjir yang menggenagi dua desa, yakni Desa Kedungbanten dan Banjarasri Kecamatan Tanggulangin, Kab. Sidoarjo, dalam beberapa hari ini membuat Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin selaku Plt. Bupati Sidoarjo mengupayakan langkah alternatif dengan memerintahkan Dinas PU BM SDA untuk melakukan penyedotan.

Upaya ini dilakukan agar aktifitas sekolah di SMPN 2 Tanggulangin di Desa Kedungbanteng segera berjalan normal, termasuk aktifitas warga di dua desa yang hingga saat ini masih terganggu. Meski tidak ada warga yang mengungsi, namun warga berharap pemkab Sidoarjo bergerak cepat menangani permasalahan banjir yang rutin setiap tahun terjadi di dua desa tersebut.

Nur Ahmad Syaifuddin usai mengumpulkan Dinas PU BM SDA, Dinas Pendidikan, BPBD Sidoarjo, Camat Tanggulangin serta pemerintah desa setempat menyampaikan, pembangian tugas untuk masing-masing instansi sudah dilakukan.

"Pemerintah desa bersama warga kerjabhakti memasang sandbag, sedangkan dari Dinas PU BM SDA diminta melakukan upaya nyata untuk menyedot air di arahkan ke kali Kedung Banteng-Kedung Peluk, hari Selasa depan sudah  bisa dimulai", ujar Nur Ahmad saat mengunjungi SMPN 2 Tanggulangin Desa Kedungbanteng, Minggu (26/1/2020).

"Mudah-mudahan dengan kerja bareng ini air segera surut. Setelah ini harus ada kajian bersama terkait penyebab banjir di desa Kedung Banteng yang menggenangi sekolah SMPN 2 Tanggulangin dan desa Banjarasri", katanya.

Penyebab banjir sementara disebabkan karena pendangkalan kali dan air pasang. Cak Nur mengatakan jika kegiatan belajar mengajar masih berjalan normal, karena banyak ruangan yang tidak tergenangi air dan siswa yang kelasnya terendam banjir untuk sementara  belajar di dalam masjid sekolahan.

Data yang disampaikan pihak pemdes kepada Cak Nur, ada sejumlah RT di dua desa yang rumahnya terendam air, yakni desa Banjar Asri sebanyak  lima RT sedangkan desa Kedungbanteng ada tiga RT.

BPBD Sidoarjo akan membantu 250 paket yang dibagikan ke warga sekitar, bantuan berupa sembako seperti beras dan minyak, sedangkan dinas kesehatan membuka posko layanan kesehatan untuk melayani warga yang mengeluhkan gatal-gatal di kulit. 

"Kita sudah siapakan bantuan sembako untuk warga sekitar, sebanyak 250 paket sembako akan kita bagikan", ujar Dwijo Prawoto Kepala BPBD Sidoarjo. (ir/kominfo)

Imlek  Bersama 500 Anak Yatim Piatu & Dhuafa di Masjid Cheng Hoo

On Sunday, January 26, 2020



SURABAYA (DutaJatim.com) - Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) merayakan Imlek 2571 dengan memberikan santunan kepada 500 anak yatim  dan kaum dhuafa di halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya, Minggu (26/1/2020) pagi. Hadir dalam acara tersebut Penggagas dan Pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya HMY Bambang Sujanto, Ketua PITI Jatim H. Haryanto Satryo, Ketua  Umum YHMCHI H. Abdullah Nurawi, Pendiri Masjid Cheng Hoo Banyuwangi Kadapi, Liem Ou Yen dari Perkumpulan Peguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya serta undangan lainnya.


Dalam sambutannya H. Abdullah Nurawi mengatakan, Imlek yang dilaksanakan oleh Masjid Cheng Hoo Surabaya ini merupakan bentuk syukur kepada Allah S.W.T. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada donatur atas partisipasinya dalam acara ini," katanya.


H. Haryanto Satyo mengatakan, PITI Jatim mengucapkan selamat Imlek 2571. Semoga kesuksesan menyertai kita semua. "Kami warga Tionghoa akan bersatu untuk kemajuan Indonesia dan tegaknya NKRI," katanya.

Sementara itu Liem Ou Yen mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid Cheng Hoo Surabaya yang melaksanakan Imlek bersama anak yatim dan kaum duafa. Ini merupakan bentuk kebersamaan kita warga Tionghoa dengan kita semua.

Sebanyak 500 anak mendapat angpao dan kupon konsumsi yang bisa ditukar dengan makanan dan minuman.
Ustad Hasan Basri dalam tausyiahnya mengatakan, mari.kita syukuri acara ini dan semoga acara ini diberkahi Allah S.W.T. (Erfandi Putra)

Badrut Tamam Ingatkan Wartawan Bahaya Post Truth

On Sunday, January 26, 2020


Badrut Tamam didampingi Raja'e.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengingatkan wartawan tentang bahaya atau dampak negatif era Post Truth atau era pasca kebenaran. Era yang disebabkan oleh dampak canggihnya teknologi informasi dan komunikasi ini, kata dia, memiliki dampak negatif yang sangat besar sekalipun juga ada dampak positifnya.

Bupati mengemukakan hal itu saat bersilaturrahmi dengan para pekerja media di Pamekasan Selasa (21/1/20/20). Ada dua organisasi wartawan lokal yang bersilaturrahmi dengan Bupati saat itu, yakni Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) yang dipimpin ketuanya Miftahul Arifin dan Forum Wartawan Pamekasan (FWP) yang dipimpin oleh Syamsudin. 

“Di era post truth ini ada dua dampak pertama dampak positif. Dimana di era ini banyak hikmah yang bisa secara positif diperoleh oleh manusia khususnya kalangan generasi muda untuk mendapatkan lapangan kerja yang tak terbatas. Kalau sebelumnya untuk jadi pengusaha angkutan harus punya banyak mobil namun di era ini tidak perlu,” katanya.

Era pasca kebenaran ini, lanjut Badrut Tamam, juga memiliki dampak negatif, yaitu terjadinya sikap apologis yang ekstrem dari masyarakat. Di era ini masyarakat meyakini kebenaran sebuah informasi tidak berdasarkan kepada fakta fakta, tidak berdasarkan pada hukum dan ilmu pengetahuan, bahkan juga tidak banyak menjadikan dalil dalil kitab suci agama sebagai pijakan.

Di era ini, kata Badrut, yang menonjol adalah sikap subyekif pribadi, kepentingan diri, kelompok dan lain sebagainya. Jika ada informasi yang berasal dari kelompoknya pasti diyakini kebenarannya dan jika ada informasi yang berasal dari luar kelompok pasti apriori apatis dan menilai negatif. 

Akibatnya bangsa ini dirundung kebencian antar satu kelompok dengan lainnya.

Karena itu kepada para wartawan, Badrut Tamam berharap agar bisa bekerja jujur, etis dan professional. Dia mengaku selalu ingin membangun komunikasi yang tak berjarak dengan siapapun termasuk para wartawan. 

“Saya tak ingin bersifat seperti priyayi,  tidak boleh ada jarak antara Bupati dengan wartawan, Kabag Humas dan lainnya, “ tandasnya. 

Dampak negatif era post truth ini, kata Badrut Tamam,  disebabkan oleh kecanggihan teknologi informasi, khususnya yang melalui media social. Media social dipakai untuk  mengunggah berita hoax yang disebarkan secara viral untuk memprovokasi atau mempengaruhi opini dan tindakan public sesuai dengan target dan tujuannya.

Terkait dengan kepemimpinannya bersama wakilnya Raja’e,  Badrut Tamam kembali mengungkapkan bahwa dirinya ingin sekali membangun Pamekasan dengan cepat. Karena itu dia mengaku foto pasca pelantikan bersama wabupnya, Raja’e, di Surabaya beberapa waktu lalu, dia memilih foto dengan melompat berdua, tidak seperti Bupati dan Wabup lainnya.

“Anda lihat kami berdua sesudah dilantik, kami berdua melompat. Itu maknanya kami ingin membangun Pamekasan dengan cepat karena itu perlu melompat. Namun faktanya banyak pihak terkait yang tidak faham tentang itu. Justru yang faham adalah orang orang luar Pamekasan, seperti dari Surabaya dan Jakarta,” ungkapnya. (mas)

Tinjau  Proyek JLS, Gubernur Khofifah Yakin Ekonomi Warga  Malang Selatan Makin Baik

On Sunday, January 26, 2020



MALANG (DutaJatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pembangunan proyek jalan lingkar selatan (JLS) Jawa Timur di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,  Sabtu 25 Januari 2020. 

Didampingi Bupati Malang Sanusi serta jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Malang, mantan Menteri Sosial ini menelusuri proyek jalan lingkar selatan lot 9. Khofifah tampak menggunakan mobil Jeep saat menyusuri jalan yang jadi tumpuan perkembangan ekonomi warga di Malang selatan tersebut.

Khofifah mengatakan, pembangunan proyek jalan lingkar selatan di Kabupaten Malang yang telah dimulai sejak Juli 2019 ini ditargetkan selesai pada 2022.

Proyek jalan lingkar selatan ini mampu membuka akses wisata ke sejumlah pantai-pantai yang terkenal dengan keindahannya.  Seperti Pantai Sendang Biru, Gua China, Ngliyep, Balekambang dan lain-lain.

JLS Jawa Timur lot 9 ini nanti akan berujung di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, tepatnya di Kedungsalam dengan panjang mencapai 17,89 kilometer.

"Total dari 684 kilometer JLS Jawa Timur sesungguhnya yang sudah selesai 382. Yang sedang berjalan saat ini kita garap 72 kilometer dibiayai Islamic Development Bank, sedangkan 15 kilometernya dari APBN dan Kementerian PU," kata  Khofifah.

Gubernur berharap pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dilintasi JLS Jawa Timur ini akan terdorong naik.

"Saya berharap jembatan ini bisa segera selesai tahun ini supaya akses wisatawan dari dan ke Sendang Biru menuju Pantai lain dapat lebih cepat dan aman," katanya.

Dia juga mengusulkan bila jembatan yang dibangun ini nantinya jangan dinamakan dengan nama Jembatan Mayit (Jembatan Mayat). 

"Janganlah kalau dinamakan dengan jembatan mayit, kesannya seram amat. Dikasih nama Jembatan Sumber Bahagia saja, karena dengan melihat pemandangan di sini bisa jadi kebahagiaan," tuturnya. (hms)


Gubernur Khofifah Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek, Ajak Perkukuh  Persatuan Untuk Indonesia Maju

On Saturday, January 25, 2020



SURABAYA (DutaJatim.com)  - Peringatan Tahun Baru Imlek kali ini bersamaan dengan  tanggal 25 Januari 2020. Kemeriahan suasana imlek berlangsung di   pusat-pusat perbelanjaan dengan  berbagai ornamen ditampilkan. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2571 bagi Masyarakat  yang merayakan.

“Atas nama pemerintah dan Masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek 2571,” ujarnya di Surabaya, Sabtu (25/1/2020).


“Semoga di tahun ini, bisa memberikan semangat baru bagi  perkembangan perekonomian nasional persatuan dan kesatuan dijaga persaudaran semakin diperat. Dan bisa mewujudkan Indonesia Maju - Bersatu ,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa  keberagaman  bagi bangsa Indonesia merupskan sunnatullah. Sehingga berbagai ipaya menjaga  persatuan, kesatuan dan persaudaraan harus terus diupayakan. Terlebih, kata dia, menjaga persatuan dalam  keberagaman  merupakan salah satu bukti mencintai negara ini.

"Keberagaman itu harus kita ikat dimana ikatannya adalah Pancasila. Maka ketika kita berada dalam suasana seperti ini maka nuansa yang harus kita bagun adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan persaudaraan, dalam kerangka menjaga NKRI," kata Khofifah. (gas)


Lagi, PWI Jatim Serahkan Penghargaan dan Tali Asih kepada Tiga Wartawan Senior

On Saturday, January 25, 2020


Penyerahan penghargaan kepada Abdul Wachid di Gresik.

SURABAYA (DutaJatim.com) - Selain wartawan Memorandum Ice Soemarto di Sidoarjo, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Provinsi Jawa Timur, juga kembali menyerahkan piagam penghargaan dan tali asih, kepada dua watawan senior  di Gresik dan Sumenep. 

Penghargaan diberikan dalam rangka Hari Pers Nasional HPN) 2020 dan HUT ke-74 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dua wartawan senior yang mendapat piagam penghargaan dan tali asih, masing-masing H. Abdul Wachid (Gresik) dan Deny Abu Said (Sumenep). Dengan penyerahan tersebut, PWI Jatim, tahun ini, memberikan penghargaan kepada lima wartawan senior. Sebelumnya diberikan kepada Imam Soebagio dan Efendi. Keduanya berdomisili di Jember.

Bagi Abdul Wachid sekalipun usianya  telah mencapai 80 tahun, tetap menjalankan aktivitas jurnalistik seperti biasa.

"Saya tetap dua kali dalam seminggu ke Surabaya untuk kepentingan  aktivitas jurnalistik. Ya kalau ke Surabaya naik sepeda motor ini," katanya kepada Ketua PWI Jatim Drs Ainur Rohim, M.IP dan Ketua PWI Gresik, M Sholahuddin, didampingi pengurus lainnya. 

Baca Juga: PWI Jatim Sambang Senior, Beri Penghargaan ke Wartawan Memorandum Ice Soemarto

Berkiprah sebagai wartawan sejak tahun 1964, Wachid yang lahir pada 1940 ini, lebih banyak meliput bidang ekonomi bisnis, khususnya kepelabuhanan.

Pernah menjadi kontributor Jawa Pos, Bisnis Indonesia, dan media cetak lain, serta lama menjadi wartawan organik di Suara Indonesia sebelum mendirikan Perak Pos di awal tahun 2000-an.

Wachid menuturkan, di tahun 1980-an, dia sempat meliput industri songkok Awing, hasil industri khas Gresik. Artikel liputannya dikirimkan ke Harian Bisnis Indonesia di Jakarta.
Banyak orang dari luar Gresik yang membaca artikelnya. Kenyataan itu,  membuat industri songkok Awing makin terkenal, melambung, dan menasional.  

Sedangkan kondisi wartawan senior, Deny Abu Said (68) di Sumenep, kini semakin membaik atas penyakit yang dideritanya. 

Bahkan wartawan senior yang besar di Jawa Pos ini berpesan kepada Pengurus PWI Sumenep yang turut menyaksikan acara tersebut, agar saat menjalankan tugas jurnalistiknya senantiasa menjaga nama baik organisasi, bertutur kata dan bersikap yang baik terhadap siapa saja.

Penyerahan piagam penghargaan dan taliasih disampaikan Ainur Rohim didampingi Ketua PWI Sumenep, Roni Hartono.


Sementara itu kondisi Ice Soemarto (62) di Sidoarjo, yang delapan tahun menderita stroke, terus membaik. Meskipun jika berjalan kaki sebelah kiri, harus dilakukan dengan cara menyeret. 

Ia yang  alumni Akademi Wartawan Surabaya AWS), kini SIKOSA AWS, besar sebagai wartawan di Harian Memorandum.

"Penglihatan saya sempat terganggu. Namun, setelah menjalani terapi tusuk jarum, sekarang menjadi terang kembali," katanya.

Ice menyatakan bangga Kepala Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Irjen Pol. M. Iqbal, pernah menjenguknya.

Penyerahan penghargaan dan tali asih diberikan langsung Ainur Rohim didampingi Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf  dan Pengurus PWI setempat.


Di tiga titik penyerahan itu Ainur Rohim menyatakan, dibandingkan dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat para senior dalam kerja jurnalistik, apresiasi yang diberikan sangat kecil nilainya. 

"Kami ingin terus membangun relasi silaturahmi antarwartawan di Jatim. Ini salah satu yang bisa dilakukan PWI Jatim kepada para senior," kata Ainur Rohim. (gas)

Merayakan Imlek, DAOP 7 Madiun Sajikan Atraksi Barongsai

On Saturday, January 25, 2020


MADIUN (DutaJatim.com) - Penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menikmati suasana tahun baru Imlek Sabtu 25 Januari 2020. Mereka mendapat hiburan atraksi barongsai saat berada  di Stasiun Madiun, Jawa Timur. Atraksi barongsai dan leang leong itu memukau penumpang yang menunggu naik kereta api.

Vice President Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo mengatakan atraksi barongsai di Stasiun Madiun tersebut disuguhkan dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek pada Sabtu 25 Januari hari ini.

"Atraksi barongsai ini juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa kereta api adalah milik bersama. Sehingga semuanya bisa mencintai dan mempunyai rasa memiliki kereta api tanpa memandang perbedaan," kata Wisnu kepada wartawan di sela -sela pertunjukan barongsai di Stasiun Madiun, Sabtu siang tadi.

Salain itu pihaknya juga berharap para penumpang yang akan naik kereta ataupun baru saja turun di Stasiun Madiun dapat terhibur dengan atraksi barongsai tersebut.

Salah satu calon penumpang di Stasiun Madiun bernama Dewi, mengaku sangat senang bisa melihat atraksi barongsai saat menunggu kedatangan kereta.

"Awalnya sempat kaget dengar musik keras. Saat tahu ada traksi barongsai malah senang dan terhibur," kata Dewi yang hendak ke Surabaya dengan KA Mutiara Selatan itu.

Sementara, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun meningkat pada libur akhir pekan yang bersamaan dengan Tahun Baru Imlek dibandingkan dengan hari biasa.

Pantauan "Rail Ticket System" (RTS) pada tanggal 25 Januari 2020 menunjukkan volume penumpang naik dan turun, sementara di Stasiun Madiun mencapai 2.737 penumpang.


"Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dari hari libur akhir pekan biasa yang hanya sekitar 2.500 penumpang," kata Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko di Madiun.

Sedangkan, volume penumpang naik dan turun di seluruh stasiun Daop 7 pada tanggal 25 Januari untuk sementara terpantau sebanyak 21.306 penumpang. Jumlah tersebut naik dari kondisi akhir pekan normal, yang mencapai 19.500-an penumpang. (ara/nas)

Foto: Antara

Safari Dakwah Imam Shamsi Kenalkan Desain Pesantren Pertama di AS

On Saturday, January 25, 2020


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Akhirnya Imam Shamsi Ali merampungkan safari dakwahnya di Indonesia. Selanjutnya safari dakwah dilakukan Imam Shamsi Ali dengan keliling Eropa selama Februari 2020 mendatang.

"Alhamdulillah Rangkaian Safari Dakwah Imam Shamsi Ali periode awal tahun ini, sebentar lagi berakhir. Saat ini Beliau dan tim Nusantara Foundation sedang berada di Yogyakarta, kota terakhir yang dikunjungi pada Safari kali ini." Demikian disampaikan tim Nusantara Foundation Sabtu 25 Januari 2020.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam acara-acara Safari Dakwah beliau. Kepada seluruh jamaah, khususnya para donatur, atas dukungan moril maupun materil yang telah diberikan untuk kesuksesannya, Nusantara menyampaikan Jazakumullah khaer," katanya lagi.


"Semoga kontribusi semuanya menjadi jalan kemudahan bagi pembangunan pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Connecticut, USA. Dan semoga Allah SWT membalasnya dengan beribu pahala kebaikan dan rezeki yang berkah. Aamiin," sambungnya.

Pada 16 Januari 2020 lalu, Imam Shamsi dan tim. juga mengadakan acara Malam Silaturahim Nusantara dengan tujuan untuk mempublikasikan desain “Master Plan” dan Masjid pesantren USA. Model bangunan pesantren ini didesain langsung oleh Bapak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) beserta tim  Urbane Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama, juga dilangsungkan penandatanganan komitmen donasi rutin bagi pesantren dari beberapa pengusaha muslim dan seniman kaligrafi. 

"Nusantara Foundation bersama ini sekali lagi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tak terhingga atas bantuan dan dukungan masyarakat luas di Indonesia bagi berjalannya pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani." 

Info dan kegiatan Safari Dakwah Imam Shamsi Ali dapat diikuti melalui IG: @imamshamsiali / @nusantara.foundation dan FB: Imam Shamsi ali.
Atau melalui media partner kita : Tawaf TV, dan Hubb Asia. Instagram: @tawafTV dan @hubb.asia 

Untuk sahabat yg ingin turut serta mendukung kegiatan dakwah Imam Shamsi Ali di dalam negeri maupun di luar negeri, khususnya untuk pembangunan pondok pesantren di Amerika, dapat berkontribusi dengan memberikan infaq terbaiknya ke rekening Nusantara (Rupiah) di: 

a.n. Inka Nusantara Madani

Bank BNI Syariah
No. Rekening : 887000045

Bank Mandiri
No. Rekening : 1240000018185

Bank Syari’ah Mandiri

No. Rekening : 7774454459

Atau dengan mata uang Dollar US di:

a.n. Nusantara Foundation, Inc.

Td Bank

No. Rek: 4341946957
Swift code: NRTHUS33xxx
Alamat bank: 
593 Third Avenue New York, NY 10016

Konfirmasi dan pengiriman bukti transfer dpt dilakukan melalui no. +62 811-8800-320 (HP/WA).

Sahabat juga bisa melakukan donasi online melalui link berikut ini:

https://nusantarafoundation.org/donasi/

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Sahabat dengan pahala dan rezeki berlipat ganda. Aamiin.

Wassalam,

Tim Nusantara Foundation
-----------
☎ +62 21 212-514-88
📱 +62 811-8800-320 (WA)
E: info@nusantarafoundation.org 
IG: @nusantara.foundation
www.nusantarafoundation.org

Kontraktor Tersangka Korupsi Pasar Manggisan Jember Akhirnya Ditahan

On Saturday, January 25, 2020



JEMBER (DutaJatim.com) - Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Jember akhirnya menahan kontraktor berinisial ES.  Dia yang merupakan warga Nusa Tenggara Barat itu pelaksana proyek revitalisasi Pasar Manggisan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pasar Manggisan senilai Rp7,8 miliar.

Tampak ES yang mengenakan rompi merah muda dikawal petugas keluar dari ruangan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari menuju sebuah mobil yang diparkir di halaman Kantor Kejari Jember untuk dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat 24 Januari 2020 sore kemarin.

Dengan penetapan ES sebagai tersangka, tercatat tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul. "Iya, sudah tiga tersangka," kata Kasi Intel Kejari Jember Agus Budiarto di Kantor Kejari Jember.

Kejari Jember memang secara maraton menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pasar tradisional tersebut.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka selama 3 hari berturut-turut. Pada hari Rabu (22/1), pejabat pembuat komitmen proyek Pasar Manggisan yang kini menjabat Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berinisial AM ditetapkan tersangka.

Pada hari Kamis (23/1), penyidik Kejari Jember kembali menetapkan seorang pengusaha berinisial FN sebagai tersangka yang berperan sebagai konsultan perencana dalam proyek revitalisasi Pasar Manggisan dan kontraktor ES yang berperan dalam pelaksana proyek juga menjadi tersangka pada hari Jumat.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus Setyo Adhi Wicaksono mengatakan bahwa peran tersangka ES sangat krusial, yakni pemegang kuasa pelaksanaan proyek dan yang bersangkutan meminjam perusahaan untuk menjalankan proyek revitalisasi Pasar Manggisan karena mengantongi kuasa direktur namun bukan yang masuk ke struktur PT Dita Putri Waranawa yang melaksanakan revitalisasi pasar tersebut.

"Tersangka ES meminjam bendera sebagai penanggung jawabnya sehingga proyek revitalisasi Pasar Manggisan bermasalah dan belum selesai hingga sekarang, padahal seharusnya selesai di akhir Desember 2018," ujarnya.

ES dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun sampai 20 tahun penjara dan denda minimal Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

"Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Manggisan terus bertambah," katanya.

Pemkab Jember mencanangkan program revitalisasi 12 pasar tradisional dengan mengalokasikan anggaran total sekitar Rp100 miliar pada tahun 2018, salah satunya Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul. Namun, hingga 31 Desember 2018 proyek belum selesai, padahal 50 persen anggaran telah diberikan oleh Disperindag ke PT Dita Putri Waranawa. (ndc/ara)

Film “Lima” Awali Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia di Moskow

On Saturday, January 25, 2020



MOSKOW (DutaJatim.com)  - Pemutaran film Indonesia “Lima” di Moskow mengawali rangkaian kegiatan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Rusia. Film tersebut diputar di Dom Kino (House of Cinema), Moskow pada Kamis  23 Januari 2020. 

Sekitar 500 orang warga Rusia di Moskow memenuhi bioskop tersebut dan dengan penuh antusias menyaksikan tayanyan film "Lima" sampai akhir. Hadir pula Lola Amaria, sutradara film "Lima" dan Baskara Mahendra, salah satu pemeran utama film "Lima".

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, yang juga turut hadir dan membuka pemutaran film itu mengatakan, pemutaran film merupakan salah satu langkah untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada warga Rusia dan dalam rangka memeriahkan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia, serta Festival Film negara-negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia). 

"Pada 3 Februari 2020 hubungan diplomatik Indonesia-Rusia akan genap 70 tahun dan pemutaran film ini sebagai pembuka untuk memeriahkan perayaan ini," kata Dubes Wahid. 

Menurut Dubes Wahid, hubungan kedua negara sangat dinamis. Saat ini hubungan Indonesia dan Rusia mengalami perkembangan yang signifikan dan terus meningkat di berbagai bidang, termasuk perdagangan, pariwisata dan budaya, serta menuju pada kemitraan strategis.

Sementara itu, Lola Amaria dan juga Baskara Mahendra sangat terkesan dengan tanggapan positif warga Rusia terhadap film yang ditayangkan. Tidak sedkit penonton yang menghampiri Lola Amaria dan Baskara Mahendra setelah film usai. Mereka menyampaikan beragam pertanyaan mengenai film, berfoto bersama, atau meminta tanda tangan.

"Suatu kehormatan bagi kami bisa memperkenalkan Indonesia kepada warga Rusia melalui karya kami, terlebih lagi dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia," kata Lola Amaria.

Film “Lima” yang di rilis pada Mei 2018 menceritakan sebuah keluarga dalam menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan. Film ini memberikan pesan pluralisme, toleransi, dan perenialisme. Ide utama film ini berasal dari lima sila dalam Pancasila. Film sudah diputar di 21 kota di 12 negara, termasuk Rusia.


Anna Shaposhnikova, salah satu warga Rusia yang menonton mengatakan bahwa film ini sangat bagus karena menceritakan tentang masalah kehidupan sehari-hari dengan segala dinamikanya di tengah masyarakat yang majemuk. Menurut Anna, cerita film yang ditayangkan sangat menyentuh dirinya karena mirip dengan yang ia alami.

"Saya senang dan berharap adanya film-film Indonesia yang masuk ke Rusia," kata Anna setelah menonton film "Lima".

Berbagai tanggapan positif disampaikan para penonton lainnya, baik secara lisan, maupun tertulis melalui pesan singkat, termasuk media sosial KBRI Moskow. Salah satunya adalah pemilik akun @olga_nikolaevna_fedorova melalui Instagram menulis "terima kasih banyak. Фильм очень понравился (Saya sangat menyukai film ini)".

Selain di Moskow, film "Lima" juga diputar di bioskop "Mir", Kazan, Republik Tatarstan, Rusia pada 25 Januari 2020. (Gatot Susanto)

Kiai Wahab Idola Wapres Kiai Ma'ruf

On Friday, January 24, 2020


JOMBANG (DutaJatim.com) - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jombang,  Jawa Timur Kamis (23/1/2020), Wapres Prof KH Ma'ruf Amin, berziarah ke makam pahlawan nasional,  KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971), di kompleks Pesantren Tambak Beras, Jombang. 

Kiai Wahab adalah salah satu tokoh idola Wapres Ma'ruf Amin.  Keduanya punya banyak kemiripan karakter.  Sama-sama pernah menjadi Rais Am Syuriyah PBNU: Kiai Wahab pada periode 1947-1971, Kiai Ma'ruf periode 2015-2019. Sama-sama ahli fikih dan pernah memimpin partai politik. Juga sama-sama tipe penggerak organisasi.

"Sosok KH Wahab Chasbullah, buat saya, merupakan role model ideal Rais 'Am PBNU. Ada empat kriteria minimal yang harus dimiliki Rais 'Am: faqih (ahli fikih), munadhdhim (organisatoris),  muharrik (penggerak), dan mutawarri' (terjaga pergaulannya). Kiai Wahab memiliki keempatnya," tulis Kiai Ma'ruf dalam endorsment buku "Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah" (2017).

Kiai Wahab juga dikenal sebagai santripreneur. Sebelum istilah itu ada, Mbah Wahab sudah jauh hari memelopori santri harus berjiwa wirausaha.




Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja di Jombang untuk  membuka Rakernas Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, Santri Digital Fest, di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/1/2020).

Dalam kesempatan itu Wapres KH Ma'ruf Amin mendorong santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.

“Saya harapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, dan pesantren itu sendiri agar memajukan kemandirian ekonomi, sosial, dan memacu perkembangan skill teknologi dan skill pemasaran melalui pendekatan kratif, inovatif, dan strategis,” kata Ma'ruf  Amin.

Dalam konteks inilah, menurut Ma'ruf, tema Rakernas IPPNU “Santri Goes beyond Digital Society” dinilai tepat. Dia menilai kemampuan pelajar dan santri harus ditingkatkan. Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam tatanan masyarakat di segala lini meliputi antara lain ekonomi, budaya, dan sosial.

"Kita perlu ingat pentingnya mendorong terus menerus kreativitas yang strategis dan dinamis dan penekanan agar santri dan pelajar benar-benar memahami tren digital saat ini," tanda dia.


OPOP Jatim

Kiai Ma'ruf juga menyampaikan dukungannya agar ekonomi pesantren sebagai bagian penguatan ekonomi kerakyatan dapat terus mengurangi kesenjangan antara pelaku ekonomi lemah dan pelaku ekonomi kuat. 

Dia menyebutnya sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia yang berbasis kolaborasi antara pelaku ekonomi kuat dan lemah. Bukan konfrontasi, juga bukan sekadar menungu trickle down effect.

"Program one pesantren one product (OPOP) Jatim juga berintikan kolaborasi. Pilarnya adalah sinergi antara koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Ekosistem pengembangan OPOP menggunakan metode antara lain training, mentoring, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi permodalan. OPOP Training Center telah didirikan di Universitas NU Surabaya atau UNUSA," ungkap dia.

Jaringan program ini terdiri kementerian, BUMN, perusahaan swasta, organisasi internasional, dan lembaga pendidikan.

Dia menyebutkan, sejumlah pesantren besar yang tergabung dalam program OPOP ini merata di seluruh Jawa Timur. Mulai Pesantren di Lamongan (Sunan Drajat), Tuban (Langitan), Pasuruan (Sidogiri), Mojokerto (Amanatul Ummah), Ponorogo (Gontor), Malang (Al Hikam), Probolinggo (Nurul Jadid), Sumenep (An Nuqoyyah, Al Amin), sampai Banyuwangi (Blok Agung).

"Pilar OPOP Jawa Timur bukan hanya individu santri menjadi santripreneur, melainkan juga institusi pesantren menjadi pesantrenpreneur, tetapi juga alumni pesantren yang tebarannya sangat luas dan jumlahnya terus bertambah, menjadi sosiopreneur. Muaranya adalah menghasilkan produk sesuai standar syariah dan halal, yang diterima pasar, berdaya saing, dan berbasis ekonomi digital," terang dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan gerakan OPOP yang dimulai Pemprov Jatim sejak 2019 ini, sampai 2023 menargetkan 1 juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan, baik barang atau jasa. Pada 2019 ditargetkan 100.000 santripreneur dan 150 produk unggulan. Pada tahun ini targetnya adalah 200.000 santripreneur dan 200 produk unggulan, sama seperti target tahun depan. Selanjutnya pada 2022 diharpak bisa muncul 250.000 santripreneur dan 200 produk unggulan. 

"Saya mendorong gerakan semacam OPOP ini juga bergerak di provinsi-provinsi lain. Saat ini, selain Jawa Timur, program OPOP juga berkembang dinamis di Jawa Barat sejak 2018," tutur dia.

Santri Gus Iwan

Wapres menegaskan gerakan ekonomi pesantren sudah lama berlangsung. Bila gerakan ini terus digerakkan, didampingi, difasilitasi, dan dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan, akan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang strategis bagi upaya meningkatkan kesejahteraan umum.

“Saya ingin ada Santri Gus Iwan Santri Bagus Pintar dan Wirausawahan, sehingga pesantren bukan hanya pusat pencetak ulama yang mutafaqqih fiddin tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dengan semangat kebangkitan Nahdlatut Tujjar yang didirikan kaum santri,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga meninjau Pameran “Gelar Karya Santri Nusantara”, terdiri 60 dari stand dan diikuti 20 santripreneur dari SMK Mini di bawah naungan pondok pesantren, 20 pesantrenpreneur dari perwakilan koperasi pesantren dan 20 sociopreneur alumni pesantren yang punya usaha. Mereka terpilih dari seluruh Jawa Timur yang terbina melalui OPOP.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Koperasi Teten Masduki, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.

Gubernur berpesan agar anak muda tak terkecuali kader IPPNU berhati-hati berada di lingkungan anak muda era post truth. Dalam industri ecommerce, Khofifah mengetahui peta kompetisi luar biasa dengan membanjirnya produk luar negeri.

Dirinya mengajak santri dan pesantren menghadapi persaingan ketat dan beradaptasi dengan percepatan teknologi. Gempuran pasar online, kata dia, turut berdampak pada ketidaksiapan sejumlah industri di Jatim dengan penurunan omzet sebagaimana kasus di sentra tas Tanggulangin.

“Saya ingin mengajak mereka bangkit. Kita ingin Wapres memotivasi IPPNU dengan potensi luar biasa, harapannya tumbuh Nahdlatut Tujjar, baik online atau onffline dengan sinergitas dan semangat yang NKRI-nya harga mati,” kata Khofifah.

Ketum IPPNU, Nurul Hidayati Ummah, mengatakan Rakernas yang mengangkat tema “Santri Goes beyod Digital Society” kali ini akan membahas sejumlah isu strategis terutama penguatan pengkaderan di internal organisasi.

Rakernas yang dihadiri 30 pimpinan wilayah dari Sabang sampai Merauke ini, kata dia, juga akan merumuskan kebijakan aplikatif di tingkat pimpinan pusat hingga ranting komisariat.

"Dalam kegiatan ini juga dihelat Gelar Karya Santri, menghadirkan karya-karya santri yang tergabung dalam program One Pesantren One Product di stan-stan bazar yang tersedia si lokasi Rakernas. Hal ini sebagai wujud kepedulian IPPNU terhadap santri yang memiliki karya luar baisa di era digital," kata Nurul.

Menurut dia, di era ini banyak kreasi dan inovasi santri nusantara yang perlu diberikan perhatian lebih agar santri bisa berkiprah di dunia digital. Perkembangan era digital, kata dia, merupakan tantangan sekaligus peluang santri untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju

"Kita ingin ke depan di era digital santri bisa menguasai pasar nasional dan internasional. Mohon doa dan bimbingan menciptakan generasi bangsa unggul untuk berkontribusi bagi Indonesia yang maju,” pungkas Nurul. (hud/bs)

Wapres KH Ma'ruf Amin Paparkan Empat Bingkai Jaga Kerukunan Nasional, Apa Saja?

On Friday, January 24, 2020



YOGYAKARTA (DutaJatim.com) - Kerukunan umat beragama unsur utama dari kerukunan nasional. Untuk itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibangun untuk menjaga kerukunan umat nasional.

"Kalau ini terganggu maka kerukunan nasional akan terganggu. Karena itu kerukunan umat beragama adalah kunci," tegas Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat bertemu dengan FKUB DIY di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa Indonesia yang terdiri dari berbagai ras, etnis dan agama tetapi bisa bersatu menjadi NKRI karena adanya dialog dan kesepakatan sehingga lahir titik temu yakni Pancasila.

"Karena ini termasuk kesepakatan. Oleh karena itu umat Islam menamakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai kesepakatan nasional. 

"Kita mampu sampai hari ini mengawal kesepakatan itu," ujarnya.

Wapres pun inginkan  kehidupan bangsa Indonesia itu dapat menjadi contoh bagi negara lain.

"Kita ingin Indonesia menjadi model. Bagaimana menjaga kedamaian, solidaritas, dan demokrasi di dunia ini," pintanya.

Sesungguhnya ketidakdamaian itu, kata Wapres, karena tidak ada dialog atau sesudah dialog tidak terdapat kesepakatan. 

Wapres menambahkan kesepakatan sering dicederai atau dibatalkan oleh pihak tertentu. Bagaimana menjaga kesepakatan itu agar menjadi damai dan tidak menjadi konflik sehingga Indonesia menjadi contoh. 

"Forum ini justru memberikan stimulan agar kita terus menjaga kerukunan," bebernya.

"Maka itu, kita membangun FKUB provinsi maupun kab/kota," imbuhnya.

Ada empat bingkai yang harus diperkuat untuk menjaga kerukunan nasional. 

Di hadapan para majelis tokoh lintas agama se-DIY, Wapres paparkan empat bingkai yang harus diperkuat untuk menjaga kerukunan nasional. 

Yang pertama, kata Wapres, bingkai politik yang disebut 4 pilar atau kesepakatan/konsensus nasional.

"Tidak hanya kesepakatan tapi juga implementasinya," ucapnya.

Yang kedua, terang Wapres, adalah penegakan hukum atau bingkai yuridis.  

"Memperkuat aturan yang bisa mencegah rusaknya keutuhan bangsa ini," paparnya.

Kemudian bingkai ketiga, jelas Wapres, sosiologis, yaitu kearifan lokal. 

"Yogya punya kearifan lokal yang kuat dan tidak ada konflik agama," pujinya.

Bingkai keempat, urai Wapres, adalah bingkai teologi. 

"Supaya agama-agama membangun teologi kerukunan bukan teologi konflik," terangnya. 

Intoleransi, Radikalis dan Kontra Radikalis.

Terkait adanya kelompok-kelompok intoleran sebagaimana yang disinggung Gubernur DIY, menurut Wapres, bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi muncul juga di banyak negara.

"Tantangan kita sekarang tadi sudah disebut Pak Gubernur yaitu adanya kelompok-kelompok intoleran. Bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga global. Kita tidak boleh memberikan kesempatan pada kelompok intoleran," pesannya.

Wapres menjelaskan timbulnya radikalisme mulai dari cara berpikir intoleran lahirlah radikalisme dan ujungnya terorisme. Oleh karena itu, sambung Wapres, pemerintah memandang perlu secara serius melakukan upaya penangkalan radikalisme. 

"Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk menggalang upaya penangkalan ini. Karena itu saya mengoordinasikan seluruh K/L secara bersama-sama menangkal ini," bebernya.

Selain itu, Wapres juga menjelaskan pengertian dan penanganan kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

"Ada dua yang harus dilakukan dalam upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Kontra radikalisasi artinya ketika kelompok tertentu upaya melakukan radikalisasi maka kita perlu menangkal jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh cara berpikir radikal," urainya.

Untuk menangkal ini, menurut Wapres, cegah cara berpikir intoleran sehingga tidak  berkembang. Untuk itu harus ditanggulangi dari hulu ke hilir,  melalui lembaga pendidikan dari PAUD sampai ke pendidikan tinggi. 

"Ada berbagai upaya kontra radikalisme melibatkan semua kementerian yang membangun cara paham yang moderat. Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin," tandasnya. 

"Ini yang harus disosialisasikan Islam yang wasatiah, toleran.
Oleh karena itu salah satu yang harus dikuatkan dalam menjaga keutuhan bangsa ialah bingkai teologi," pesannya.

Mengakhiri sambutannya Wapres tak lupa memuji Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang telah berhasil menjaga kerukunan umat beragama.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur DIY selaku Forkompinda yang berhasil menjaga kerukunan umat beragama dengan sangat baik dan menjadi contoh bagi seluruh provinsi di Indonesia," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwa silaturahmi ini mengandung dua makna penting di Yogyakarta ini.

Pertama, kata Sri Sultan, forum ini dipandang tepat untuk  mengembalikan memori kolektif sebagai bangsa. 

"Republik Yogya (jaman dulu) telah merefleksikan perjuangan bersama tanpa membeda-beda  keyakinan, suku, ras, golongan, status sosial, dan lain-lain. Di kota inilah proses menjadi Indonesia diwujudnyatakan dalam semangat kebhinekaan tunggal ika yang disemaikan, dipupuk, dan dibangun bersama," kenangnya.

Kedua, urai Sri Sultan, memulihkan citra kota toleransi yang akhir-akhir ini sering dicederai oleh perilaku intoleransi dan tindak kekerasan oleh mereka yang keyakinannya tentang agama belum paripurna. 

"Padahal bukankah ajaran Islam ada untuk semesta dan memuat tema kemanusiaan," ucapnya.

Menutup sambutannya Sri Sultan menyampaikan permohonan agar Bapak Wapres sebagai sosok pimpinan Islam terkemuka menjadi leader modern Islam kemanusiaan," tuturnya. (hud)

Hasto Sebut Harun Masiku Bukan Tersangka tapi Korban, KPK Membantah

On Friday, January 24, 2020



JAKARTA (DutaJatim.com) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut  tersangka suap terkait PAW anggota DPR RI dari Fraksi PDIP periode 2019—2024, Harun Masiku (HAR), sebagai korban. Namun  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan Hasto tersebut.


Hasto sendiri menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi untuk tersangka Saeful (SAE) dari unsur swasta dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait dengan penetapan calon terpilih anggota DPR RI periode 2019—2024.
Ditemui usai menjalani pemeriksaan di KPK Jumat 24 Januari 2020,  Hasto mengatakan bahwa berdasarkan konstruksi hukum yang telah dibangun oleh Tim Hukum PDIP, Harun Masiku bukanlah tersangka, melainkan korban dalam perkara ini.

"Dari seluruh konstruksi hukum yang dilakukan oleh tim hukum kami, dia menjadi korban karena tindak penyalahgunaan kekuasaan itu," kata Hasto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat siang.

Hasto juga mengaku dirinya dimintai keterangan sebagai saksi terhadap dugaan tindak pidana suap yang melibatkan eks anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang menjadi salah satu tersangka dalam perkara ini.

Selain itu, dia juga menjelaskan kronologis terkait dengan keputusan PDIP menunjuk Harun Masiku menjadi anggota DPR menggantikan calon terpilih anggota DPR RI dari PDIP Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Hasto diperiksa sekitar 5 jam dan mendapat 24 pertanyaan dari penyidik KPK.

Selain Hasto, penyidik KPK pada hari ini juga memeriksa dua orang staf DPP PDIP masing-masing bernama Gery dan Kusnadi.

Saat dikonfirmasi terpisah, Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan Hasto tersebut.

"Ketika kami tetapkan tersangka dengan bukti permulaan yang cukup bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pemberian dan penerimaan suap," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Ali Fikri menekankan, KPK meyakini hal itu berdasarkan alat bukti yang ada. "Kami terus periksa saksi yang ada adalah terkait dengan tindak pidana korupsi, jadi bukan sebagai korban," katanya.

Menurut Ali, masih terlalu dini untuk menilai Harun sebagai korban sebab hingga saat ini penyidik KPK telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menjerat Harun sebagai tersangka dugaan suap.

"Karena tentunya bagi kami berdasarkan bukti permulaan yang cukup, pelaku adalah tindak pidana dalam hal ini adalah tindak pidana korupsi suap-menyuap, pemberi kepada penyelenggara negara," kata Ali.

KPK dalam perkara ini juga memeriksa dua anggota KPU: Eva Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy'ari. Keduanya diperiksa juga untuk tersangka Saeful.
Sehari sebelumnya, KPK pada hari Kamis (23/1) telah memeriksa dua pejabat KPU, yakni Kepala Bagian Teknis KPU Yuli Harteti dan Kasubag Pencalonan KPU Yulianto. Keduanya diperiksa untuk tersangka Saeful (SAE).

Sebelumnya, KPK pada Rabu (22/1) juga telah memeriksa Kasubag Persidangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riyani juga untuk tersangka Saeful.

Terkait dengan pemeriksaan Riyani, KPK mengonfirmasi yang bersangkutan terkait tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) para anggota KPU RI.

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus tersebut, yakni sebagai penerima adalah anggota KPU Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Sebagai pemberi adalah kader PDIP Harun Masiku (HAR) dan Saeful.

Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan I menggantikan calon terpilih anggota DPR Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu menerima Rp600 juta.(ndc/ant)