PROMOSI PRODUK

Pertama Kali Nama Muhammad Masuk 10 Besar Paling Disuka di Amerika, Tanda-tanda Apa Ini?

On Monday, December 09, 2019


Mereka mencintai Rasul SAW dengan memakai nama Muhammad untuk bayi putranya.

NAMA Muhammad untuk pertama kalinya masuk ke dalam daftar 10 nama bayi paling populer bagi anak laki-laki di Amerika Serikat (AS). Nama Muhammad menempati peringkat 10 atau naik empat peringkat dari tahun lalu.

Pertama Kali Nama Muhammad Masuk 10 Besar Paling Disuka di Amerika, Tanda-tanda Apa Ini?

Imam Shamsi Ali, Imam Masjid di New York dan pendiri pesantren pertama di Amerika Serikat, pesantren Nur Inka Nusantara Madani, menyambut positif tren orang Amerika memilih nama Muhammad untuk bayi putranya.

"Di Eropa secara keseluruhan nama Muhammad sudah beberapa tahun terakhir menjadi nama terpopuler. Tapi untuk pertama kalinya ternyata di Amerika nama ini menjadi salah satu nama dari 10 nama yang paling top di negara ini. Entah tanda apa lagi..tapi itulah realita Yang terjadi," kata Imam Shamsi Ali, Senin 9 Desember 2019 pagi ini sambil menunjukkan berita cnn.com.


Seperti dilansir dari CNN, data nama-nama terpopular untuk bayi dikeluarkan situs pengasuhan BabyCenter. Nama Muhammad terus naik peringkatnya selama bertahun-tahun dan pertama masuk 100 besar di tahun 2013.

"Muslim di negara ini suka nama Muhammad bagi putra sulung untuk menghormati Nabi. Juga agar  membawa berkah bagi anaknya itu," kata pemimpin redaksi global BabyCenter, Linda Murray, 

Nama itu, kata dia, juga memiliki beberapa ejaan. Dan justru karena  itu membantu sebuah nama masuk ke dalam 10 besar.

Posisi teratas, nama Liam jadi yang terpopuler untuk anak laki-laki. Liam menggeser Jackson yang telah enam tahun berturut-turut ada di posisi nomor satu. Sementara Sophia tetap jadi nama yang paling sering dipakai untuk bayi perempuan. Sophia sudah bertahan selama satu dekade sebagai pilihan pertama orang tua di AS untuk bayi perempuan mereka.

BabyCenter menjelaskan data itu berasal dari hampir 600.000 orang tua yang berbagi nama bayi mereka dengan organisasi pada tahun 2019. Peringkatnya juga menggabungkan nama-nama yang terdengar sama tetapi memiliki banyak ejaan. Dia memberi contoh nama  Mohammad dan Muhammad.

Administrasi Jaminan Sosial juga membuat peringkat popularitas nama-nama bayi menggunakan catatan semua bayi yang lahir di AS, tetapi agensi memperlakukan setiap ejaan unik sebagai nama yang terpisah.

Agensi belum merilis daftar sendiri, tetapi data Jaminan Sosial menunjukkan Muhammad naik dari peringkat 620 pada tahun 2000 menjadi peringkat 345 pada tahun 2018. Agensi tersebut tidak memasukkan beragam ejaan dalam peringkat itu.

Nama-nama asal Arab sedang meningkat, menurut BabyCenter. Di saat nama Muhammad masuk ke 10 besar untuk anak laki-laki, Aaliyah ada di posisi 10 besar untuk anak perempuan.

Isla, nama Skotlandia, juga naik 38 peringkat dari tahun lalu. Eleanor dan Miles tercatat jadi nama dengan kenaikan tercepat kedua.
Berikut 10 nama bayi teratas untuk anak laki-laki dan perempuan tahun ini, menurut peringkat BabyCenter:

Nama terpopuler untuk anak laki-laki:
1) Liam
2) Jackson
3) Noah
4) Aiden
5) Grayson
6) Caden
7) Lucas
8) Elijah
9) Oliver
10) Muhammad

Nama paling populer untuk anak perempuan

1) Sophia
2) Olivia
3) Emma
4) Ava
5) Aria
6) Isabella
7) Amelia
8) Mia
9) Riley
10) Aaliyah

Maju Pilwali Surabaya, Dokter Gamal Tawarkan Lapangan Kerja untuk Milenial

On Sunday, December 08, 2019


SURABAYA (DutaJatim.com) - Lapangan kerja untuk milenial menjadi salah satu program yang ditawarkan dokter Gamal Albinsaid sebagai modal maju di Pilwali Surabaya 2020. 

Program tersebut didasari atas temuannya saat berkunjung ke beberapa daerah di Surabaya. Dia menerima banyak keluhan dari pemuda Surabaya yang kesulitan mendapat pekerjaan.

Atas hal itu, Gamal menyiapkan Impact, program yang akan melahirkan wirausaha muda dan pembukaan lapangan pekerjaan.

"Dengan Impact Surabaya, kami akan
berperan aktif memberikan pembinaan dan pendampingan gratis kepada 1.000 muda mudi Surabaya untuk mendapatkan pendampingan dalam memulai usaha," papar Gamal usai melaunching Impact Surabaya di Paco Coworking Space, Taman Bungkul Surabaya, Minggu (8/12/2019).

Menurut Gamal, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 angka pengangguran di Surabaya masih 6,12 persen, meskipun Pemkot telah melakukan banyak upaya membuka lapangan kerja.

"Karenanya, Impact diharapkan bisa mengurai jumlah pengangguran itu," tandas penerima penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustianbaility Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris tersebut.

Impact Indonesia sejak lahir Juni 2019 lalu, tuturGamal, telah melahirkan alumni yang banyak memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat. 

Sebanyak 774 orang bergabung bersama Impact Indonesia dan mengikuti berbagai program yang disediakan.

Dalam program ini terdapat pusat transfer of knowledge, pelatihan, pembinaan, inkubasi, dan akselarasi kewirausahaan yang holistik, komprehensif, berdampak, dan berkelanjutan.

"Melalui Impact Surabaya, kami berkomitmen menyemburkan jutaan manfaat untuk wirausaha muda di bumi Surabaya," terang Jubir Prabowo Subianto-Sandiaga UNo di Pilpres 2019 itu.

Program yang ditawarkan adalah pinjaman modal usaha tanpa bunga tanpa agunan,
kelas wirausaha langsung dan kelas wirausaha online, konsultasi online, technical support, inkubasi akhir pekan, kompetisi wirausaha dan penghargaan wirausaha muda.

"Kami bantu mereka mengurus legal perusahaan (legal support), kami bantu
mereka terhubung dengan mitra-mitra yang tepat yang bisa membantu mereka
(networking support)," katanya.

"Takhanya itu, kami juga bantu mereka mengembangkan produk yang tepat yang memenuhi kebutuhan pasar (product development support that meets market needs), serta kami bantu mereka membentuk dan mengelola timnya," pungkas Gamal. (nas)

Gubernur Khofifah:  Omah Munir Museum HAM  Pertama di Indonesia

On Sunday, December 08, 2019



KOTA BATU (DutaJatim.com) - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  secara resmi melakukan peletakan batu pertama Museum HAM Omah Munir di Kel. Sisir Kec. Batu, Kota Batu, Minggu (8/12/2019).

Peletakan Batu Pertama ini juga dihadiri Ketua Komnas HAM RI, Akhmad Taufan Damanik, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, Istri alm. Munir, Suciwati, perwakilan Kompolnas , LPKS, dan beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemprov. Jatim.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyebut Museum HAM Munir bisa menjadi  literasi dan edukasi  Demokrasi dan HAM bagi masyarakat luas. Masyarakat bisa secara dekat mengetahui bagaimana sejarah perjalanan demokrasi dan penegakan  HAM di Indonesia.

Penyajiannya bisa dilakukan secara komprehensif melaui digital IT khususnya dengan augmanted reality.

 "Keberadaan Museum HAM Munir menjadi bagian penting sebagai penyampai  informasi, edukasi, literasi sekaligus unsur rekreasi karena di desain dengan  museum digital  menggunakan augmanted reality ," lanjutnya.


Gubernur Jatim menyebut, Museum HAM Munir juga menjadi bagian untuk  memanggil memori kita   tentang Universal Declaration of Human Rights. Banyak sudut pandang tentang HAM yang akan memperkaya museum ini.  Misalnya dari sudut pandang agama Islam,  Imam Al - Ghozali merumuskan  prinsip pokok  universal hak manusia dalam lima hal ; (1) Hifdzul Aql  adalah kebebasan menyampaikan pendapat. (2) Hifdz Addin adalah kebebasan memeluk agama (3) Hifdz Nafs adalah  menjaga jiwa setiap warga bangsa,(4) Hifdz Mal adalah  menjaga hak milik warga negara (5) Hifrz irdi wan Nasl  menjaga martabat dan  generasi penerus bangsa.

Dijelaskan, keberadaan Museum HAM Munir juga menguatkan  Kota  Batu menjadi salah satu destinasi wisata edukasi Demokrasi dan HAM selain alam dan sentra wisata lainnya. Museum ini juga menunjukkan bahwa kota Batu menjadi salah satu referensi utama bagi  pembangunan yang berkeadilan dan terbaik khususnya terkait pemerataan kesejahteraan dan rendahnya kemiskinan. 

Pemprov  akan mendukung keberadaan  Museum HAM Munir agar museum ini multi fungsi. Salah satunya membantu dalam pembiayaan  pembangunan melalui APBD Provinsi Jawa Timur. Dikatakannya, untuk lahan yang dipergunakan merupakan aset Pemkot Batu, sedangkan support yang diberikan Pemprov Jatim adalah dalam pembangunannya.

"Sedangkan mekanisme  pengelolaannya agar dioptimalkan dan memberi manfaat yang besar   setelah bangunan ini selesai," tambahnya.


Sementara itu Ketua Komnas HAM RI menuturkan demokrasi dan keterbukaan ekonomi tanpa norma HAM percuma, di mana tidak akan mencapai cita cita Pancasila di Sila ke 5 yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

"Keberadaan museum ini meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia bisa menjadi model dimana budaya dan nilai agama serta HAM bisa bersatu padu dalam membangun keadilan yang beradab," ujarnya. (gas/hms)


Aksi Pungut Sampah  Bersama Bupati Menuju Pamekasan Bebas Sampah 2025

On Sunday, December 08, 2019


Bupati memungut sampah di tengah kerumunan warga di Monumen Arek Lancor.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Ribuan masyarakat Pamekasan, Minggu (8/12/19) pagi tadi, terlibat dalam gerakan Aksi Pungut Sampah Bersama Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan dengan tema “Menuju Pamekasan Bebas Sampah Tahun 2025 ”. 

Acara yang digelar di kawasan Monumen Arek Lancor ini, dihadiri oleh Forkopimda, Wakil Bupati Raja’e,  Sekdakab Totok Hartono dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Aksi pungut sampah ini merupakan perwujudan dari kebijakan Pemkab Pamekasan tentang penanganan sampah hingga tahun 2025 yang tertuang dalam Perbup NO 40-41 tahun 2018. Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat dalam atasi sampah.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat berperan serta aktif bersama pemerintah mengelola dan menangani sampah dengan harapan terjadinya pananganan sampah yang maksimal, yakni minimal 70 persen sapah teratasi dan minimal 30 persen berkurang untuk tahun berikutnya, ” kata Kepala Dinas  Lingkungan Hidup Pamekasan, Jabir.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan kepada 20 anak yatim. Pemberian door prize kepada pasukan kuning. Aksi pungut sampah yang hanya berlangsung 30 menit ini diikuti oleh sekitar 88 kelompok masyarakat. Kelomok itu terdiri dari OPD, kelurahan dan desa, para pelajar, kelompok sepeda onthel dan komunitas pecinta lingkungan dari perguruan tinggi. 

Mereka semua berbaur terlibat dalam memungut sampah  bersama bupati di kawasan monumen Arek Lancor. 
Kegiatan ini makin menarik karena pada acara itu di kawasan monumen Arek Lancor tengah berlangsung kegiatan ‘’Car Free Day’’, yaitu bazar murah aneka kuliner yang digelar tiap minggu sekali.

 Sehingga Bupati Badrut Tamam bersama pejabat lainnya tidak sungkan masuk ke kerumuman warga mengambil sampah lalu dimasukkan ke kantong sampah yang telah dipegangnya.

Badrut Tamam mengungkapkan kegiatan ini merupakan edukasi semangat bersih bersih dalam rangka Pamekasan bebas sampah tahun 2025. Ikhtiar ini, kata dia, butuh komitmen bersama dari seluruh elemen. Tidak hanya dilakukan Bupati dan pejabat, namun juga elemen masyarakat pecinta lingkungan dan petugas kebersihan. 


“Dimulai dari cara befikir tidak buang sampah sembarangan, lalu komitmen bersihkan lingkungan, serta jadikan Pamekasan hijau bersih dan sehat. Untuk menuju semua itu perlu edukasi masyarakat. Saya ucapkan terima kasih pada semua elemen yang terlibat. Ini bagian dari komitmen kita bersama atasi sampah,” ungkap Badrut.

Badrut menyebut tercatat sekitar 1.220 warga masyarakat yang datang bersama ikut aksi pungut sampah itu. Dia mengucapkan  terima kasih kepada mereka. Semua partisipasi itu akan menjadi bagian dari usaha menuju Pamekasan bebas sampah tahun 2025. “Terima kasih pada semua elemen atas komitmennya untuk Pamekasan bersih dan hijau,” tandasnya. (mas)

Tangani Bayi Pandu, Pemprov Jatim Siapkan Rusun dan  Tim Dokter Spesialis

On Sunday, December 08, 2019



SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan  rusun dan tim dokter spesialis khusus menangani Muhammad Pandu Firmansyah, penderita cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele atau kerusakan pada bagian wajah. 

Tim dokter spesialis  yang berasal dari RSUD Dr Soetomo tersebut terdiri atas dokter bedah syaraf, bedah plastik, dokter bius, dan dokter anak.

Sebelumnya Pemprov Jatim juga telah melakukan langkah cepat dengan memindahkan bayi Pandu dan sang ibu, Dina Oktaviani (21) dari rumah petak tidak layak huni ke rumah susun Gunungsari Surabaya. 

"Usai mendengar tentang kisah bayi Pandu bersama ibunya, saya langsung meminta dinas terkait yaitu RSUD Dr. Soetomo dan PU Cipta Karya untuk mengambil langkah cepat dan mengkoordinasikan terkait hal ini secara solutif dan cepat," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat ditemui di Surabaya, Minggu (8/12/2019) hari ini.

Khofifah menerangkan, sebelumnya RSUD Dr. Soetomo telah melakukan operasi pertama pada bayi Pandu untuk mengeluarkan cairan di otaknya lewat pemasangan selang yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam. 

" Sesuai hasil koordinasi saya dengan dirut rumah sakit  dr. Soetomo, rencananya hasil operasi bayi Pandu akan dievaluasi besok Senin (9/12). Meliputi pengecekan hasil operasi, penutupan luka, hingga penambahan berat badannya. Setelah itu, tim dokter baru akan ditentukan langkah operasi selanjutnya," urai Khofifah.

Mengenai pembiayaan, Khofifah mengatakan bahwa sementara ini masih menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, jika pembiayaannya kurang maka Pemprov Jatim akan menambal semua  kebutuhan biaya layanan kesehatan dengan  menggunakan anggaran milik Pemprov Jatim. Meski demikian jika ada yang ingin membantu kehidupan keseharian mereka dipersilakan sebagai solidaritas sosial kita.

Sedangkan terkait fasilitas Rusunawa Gunungsari, lanjut Khofifah, bayi Pandu beserta sang ibu, Dina ditempatkan di lantai dasar I A 12 sejak 3 Desember lalu. Kamar yang memang dikhususkan bagi lansia dan difabel tersebut telah dilengkapi dengan sejumlah perabotan rumah. Lantai dasar ini sengaja dipilih untuk memudahkan jika sewaktu- waktu bayi Pandu  membutuhkan layanan tertentu.

"Biaya sewa rusunnya juga kami gratiskan hingga ibu Dina kami nilai dapat mandiri untuk membiayai hidupnya sendiri beserta bayi Pandu," imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendoakan agar bayi Pandu selalu diberikan kemudahan pengobatan dan segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sedangkan Ibu Dina dan keluarga diberi kekuatan, kesabaran dan kebahagiaan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kerjasama yang sangat baik seluruh jajaran Pemprov Jatim yang telah bergerak cepat menangani ibu Dina dan Bayi Pandu. Antara lain tim dokter RSUD Dr. Soetomo, tim evakuasi pengelola Rusunawa Pemprov Jatim, serta para relawan. 

"Terimakasih kami sampaikan pada semua pihak yang telah membantu dan peduli pada ibu Dina dan ananda Pandu. Ini merupakan wujud sinergitas dan solidaritas yang sangat baik dan harus terus kita lakukan di segala hal," pungkasnya. (gas/hms)

Bojonegoro Diobrak-abrik Angin, Hindari Pohon Besar Saat Ada Badai

On Sunday, December 08, 2019


BOJONEGORO (DutaJatim.com) - Sejumlah rumah dan pohon roboh akibat diterjang angin kencang saat hujan di wilayah Bojonegoro Sabtu 7 Desember 2019. Angin kencang melanda sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngasem, Trucuk, serta Kalitidu. 

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Bojonegoro,  empat rumah rusak sedang di Jalan Mastrip lorong 1, milik Agus Setiawan, Erik, Broto, Endang. serta 1 rumah rusak ringan di gang Tegal Luwung Ledok Kulon milik Mursidik.

Selanjutnya di Kecamatan Ngasem 1 rumah rusak ringan akibat tersambar petir di Desa Bandungrejo milik Lasir. Sedangkan kerusakan rumah warga Kecamatan Kalitidu terjadi di Desa Grebekan, di antaranya rumah milik Munandar, Rasimen, Rukayah, Kardi, Kasdi, Sunarto. Tarmuji, Martin, dan Mbah Loso.

Selain merusak rumahnya, Mbah Loso pemilik rumah mengalami Luka ringan akibat tertimpa bangunan rumah. Untuk Desa Sumengko beberapa rumah terdampak angin kencang di dusun Srumap RT 09 dan RT 10.

"Satu korban luka ringan dan sudah diobati karena kena genteng yang berjatuhan di rumahnya," kata Kepala BPBD Bojonegoro Umar Qhoni.

Banyak juga pohon di jalan perkotaan roboh seperti di Jalan Panglima Sudirman, Untung Suropati, Trunojoyo, Mastrip, Agus Salim, KH Mansyur, MH. Thamrin gang Mawar. Bahkan Satu unit mobil Operasional PMI di Jalan Trunojoyo tertimpa pohon. Juga sebuah mobil di Jl. Untung Suropati. Satu tiang listrik juga roboh dilibas angin.

Hindari Pohon Besar

Melihat fenomena banyak pohon roboh saat hujan disertai angin kencang, masyarakat disarankan menghindari pohon besar saat ada badai.

Saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, biasanya banyak pengendara sepeda motor menepi bahkan berteduh di bawah pohon untuk menghindari hujan ataupun sekedar memakai jas hujan untuk melanjutkan perjalanan.

Namun perlu di waspadai, dalam kondisi hujan lebat disertai angin kencang, kondisi pohon yang sudah tua bisa menjadi petaka bagi pengendara sepeda motor. Pohon bisa tumbang sewaktu-waktu karena tertiup angin kencang.


Bukan hanya warga Bojonegoro tapi semua masyarakat diminta waspada. 
Untuk wilayah Malang, Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Mahfuzi menyampaikan, potensi angin di Kota Malang sudah masuk pada level waspada. Yaitu mencapai 19–20 kilometer/jam. ”Sebaiknya hindari berkendara di jalan yang ada pohon-pohon rimbun,” kata Mahfuzi.

Dia menambahkan, ada beberapa kawasan yang perlu diwaspadai pengendara. Di antaranya, sepanjang jalan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Jalan Sawojajar, dan jalan dengan nama gunung, seperti Bromo, Semeru, dan Kawi. ”Sebaiknya jalan ini (disebutkan) dihindari waktu angin kencang,” katanya. (det/mid)

Gus Muwafiq Tetap Ceramah di Solo, Minta Maaf Bila Ceramah soal Masa Kecil Nabi SAW Dianggap Keliru

On Sunday, December 08, 2019


SOLO (DutaJatim.com) -  KH Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq akhirnya tetap tampil ceramah agama di Solo Sabtu 7 November 2019 malam meski sempat ada penolakan dari sejumlah orang. Kiai Nahdlatul Ulama (NU) itu  hadir memberi taushiyah agama di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo.

Gus Muwafiq tiba di Pondok Pesantren Al-Muayyad sekitar pukul 22.00 WIB malam. Seperti biasa  acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci  Al Quran, baru dilanjutkan Gus Muwafiq memberi ceramah agama dalam bahasa Jawa.

Sebelum membahas materi inti, Gus Muwafiq lebih dulu menanggapi masalah penolakan dirinya berceramah di Solo. Untuk itu Gus Muwafiq mengaku tak enak hati. Sebab dia telah membuat repot banyak orang. Khususnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad, KH Abdurrozaq Shafawi.

"Saya merasa tidak enak kepada Kiai Rozaq. Beliau  kiai sepuh. Karena masalah ini semua menjadi repot," katanya.

Selanjutnya dia  pun meminta maaf atas ceramah kontroversialnya beberapa waktu lalu. Ceramah yang dimaksud adalah tentang masa kecil Nabi Muhammad SAW yang dianggap seperti anak kecil lain. Ini yang dinilai menistakan agama dan merendahkan Rasulullah SAW.

"Apabila dianggap keliru oleh segenap kaum muslimin, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Biar itu menjadi urusan saya dengan Allah. Semoga permintaan maaf saya ini diterima," katanya.

Sementara dalam ceramahnya Gus Muwafiq membahas fenomena orang Jawa dengan ayat Al Quran. Menurutnya budaya masyarakat Jawa sangat lekat dengan ayat Al Quran.

Bahkan orang Jawa ketika dipanggil pun banyak yang menjawab dengan 'nun'. Dia mengaitkan 'nun' dengan salah satu ayat dalam Al Quran.

"Di hari akhir nanti seluruh ayat Al Quran akan kembali kepada Allah. Semua orang yang memegang ayat Al Quran akan dipanggil. Ayat Al Quran itulah yang akan memberi syafaat kepada kita saat dipanggil Allah," ujarnya.

Gus Muwafiq memberi ceramah sekitar 40 menit. Usai berceramah, dia langsung meninggalkan pondok pesantren.

Selama acara dimulai sejak pukul 19.00 WIB, tampak pengamanan diperketat mulai dari jalan-jalan menuju Pondok Al-Muayyad. Selain dari Banser NU, pengamanan juga dilakukan oleh  aparat kepolisian. 

Sempat Bentrok

Pengamanan ketat dilakukan menyusul aksi bentrok sehari sebelumnya dari massa yang menolak Gus Muwafiq di depan Kantor PCNU Solo. Massa awalnya demo di Mapolresta.


"Peserta demonstrasi di Polresta itu DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta)," kata Wakapolresta Surakarta AKBP Iwan Saktiadi kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (6/12/2019).

Demonstrasi di Mapolresta Surakarta itu terkait kasus Gus Muwafiq. Polisi langsung mempertemukan kedua pihak di lokasi kejadian. Meski sempat alot, kedua kelompok membubarkan diri.


"Kami pertemukan pimpinannya. Mereka sudah berbicara sendiri, juga sudah ketemu, saling memahami. Dan intinya mereka sepakat menyelesaikan masalah dengan baik dan membubarkan diri," kata dia.

Juru bicara DSKS Endro Sudarsono membenarkan demonstrasi di Mapolresta Surakarta adalah dari DSKS. Namun dia menampik jika aksi bentrokan dilakukan DSKS.

"Kalau bentrokan, itu kami tidak tahu. Karena kami sejak di Polresta sudah mengimbau agar tidak lewat di situ dan pulang secara tertib," kata Endro saat dihubungi wartawan.

Diwawancara terpisah, Ketua PCNU Surakarta, Mashuri, menyayangkan kejadian bentrokan itu. Dia mengimbau siapapun yang tidak berkenan dengan ceramah Gus Muwafiq untuk menempuh jalur hukum.

"Apalagi Beliau sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Mau sampai kapan? Kalau memang belum puas, ini negara hukum, langkah hukum monggo silakan. Tidak dengan cara-cara seperti ini," kata Mashuri di kantor PCNU, Jumat (6/12).

Mashuri mengaku telah mengimbau agar tidak digelar aksi sebelum Gus Muwafiq mengisi ceramah di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Solo, Sabtu (7/12). Dia menyesalkan ada pihak yang tetap melakukan konvoi di depan kantor PCNU.

"Kami tadi menjaga kantor, hanya ngumpul-ngumpul saja. Tetapi mereka lewat sini tanpa diblok. Akhirnya mereka lewat pun tidak masalah, tapi sampai sana saling menghujat, akhirnya terjadi seperti itu. Sebenarnya itu bisa dilakukan jika antar pimpinan duduk bersama. Tidak seperti ini," katanya. (det/wis)

PWNU Jatim Membela, Sidogiri Kritik Gus Muwafiq

On Saturday, December 07, 2019


KHA. Nawawi Abd. Djalil dan KH Ma'ruf Amin.

SURABAYA (DutaJatim.com) - Polemik soal ceramah Gus Muwafiq berlanjut. Warga Nahdlatul Ulama (NU) sendiri terjadi beda pendapat. PWNU Jatim Membela, Sidogiri Kritik Gus Muwafiq.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim membela Gus Muwafiq. Bahkan  meminta Ansor, Banser dan Pagar Nusa untuk melakukan pengawalan. Namun sebaliknya Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan justru mengkritiknya.

Dalam sikap resmi yang diunggah di seluruh akun Medsos-nya, mulai Twitter, halaman Facebook hingga Instagram, Ponpes Sidogiri menyimpulkan bahwa ceramah Gus Muwafiq terkesan merendahkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Hal itu terlihat antara lain pada kalimat: Nabi lahir biasa-biasa saja, tidak bersinar, saat kecil rembes, tidak terlalu terurus karena ikut kekeknya

"Kesenangannya bermain ke sana-ke mari sehingga tidak sekolah akhirnya tidak bisa baca-tulis, jika saat itu ada jambu maka beliau akan mencuri jambu itu,” bunyi sikap Sidogiri.

Kesimpulan kedua, Sidogiri menilai Gus Muwafiq juga terkesan meragukan riwayat tentang keistimewaan Nabi SAW pada masa kecil yang telah diyakini kebenarannya oleh kalangan pesantren.

Hal itu terlihat saat dia mengatakan: "Kita tidak boleh angkuh karena semuanya hanya katanya, dan tidak menyaksikan peristiwa itu sediri secara langsung.” lanjut sikap resmi Sidogiri.

Sikap resmi Ponpes Sidogiri tersebut ditandatangani Pengasuh Ponpes Sidogiri, KHA. Nawawi Abd. Djalil tertanggal 8 Rabul Tsani 1441 Hijriyah atau Kamis, 5 Desember 2019 dalam kalender masehi.

Saat dikonfirmasi terkait sikap resmi Sidogiri yang beredar itu, salah seorang keluarga Ponpes Sidogiri, Anwar Sadad membenarkan. 

“Ya, itu benar,” kata Anwar Sadad. Tokoh muda NU yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut saat dihubungi Sabtu (7/12/2019) sore mengatakan, setelah menyimpulkan dan mengingat adanya sebagian umat Islam yang masih memberikan pembelaan terhadap Gus Muwafiq, serta mengingat pesan dari pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam kitab at-Tanbihatul Wajibat, Sidogiri akhirnya memberikan sejumlah poin penegasan. Yakni  menyesalkan dan mengecam pernyatan-pernyataan Gus Muwafiq dalam ceramah tersebut, karena tidak menjaga adab dan terkesan merendahkan pribadi Rasulullah SAW.

Selain itu, meminta kiai berambut gondrong kelahiran Solokuro, Lamongan yang sekarang tinggal di Yogyakarta tersebut untuk segera menarik ucapan dalam ceramahnya serta menobatinya.

Unggahan sikap resmi Sidogiri tersebut mendapat tanggapan cukup ramai dan beragam dari warganet. Banyak yang pro, tak sedikit pula yang kontra. (bjc)

Terobosan ‘Modal Gisi’ SMPN 1 Waru Masuk Top 25 Kovablik Jatim

On Saturday, December 07, 2019


Hendroyono (dua dari kiri) bersama Bupati Pamekasan dan Gubernur Jatim.

PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Terobosan ‘Modal Gisi’ SMPN 1 Waru Masuk Top 25 Kovablik Jatim.

Program terobosan Motivasi Medali Bergilir Untuk Meningkatkan Prestasi (Modal Gisi) siswa di SMPN Negeri 1 Waru Pamekasan itu masuk Top 25 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim tahun 2019. Dengan prestasi ini SMPN 1 Waru berhak untuk menjadi wakil Jatim dalam event serupa di tingkat nasional.

Penghargaan atas prestasi yang membanggakan ini diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Kepala SMPN 1 Waru Hendroyono, di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (5/12/2019) lalu. Dalam menerima penghargaan ini Bupati didampingi Sekdakab Totok Hartono dan sejumlah pejabat terkait. 

Kepala SMPN 1 Waru Hendroyono mengungkapkan program Modal Gisi dijalankan mulai dari tahun 2017. Latar belakang program ini dibuat karena rendahnya capaian prestasi siswa selama ini. Itu disebabkan karena SMPN 1 Waru merupakan sekolah pinggiran, sehingga motivasi anak dan dukungan orang tua  sangat kurang. 

“Dengan kondisi itu kami melihat perlunya terobosan-terobosan kemudian juga lompatan, salah satunya dengan jalan inovasi. Tujuannya yang pertama tentu adalah untuk meningkatkan prestasi, yang kedua meningkatkan motivasi bagi anak maupun juga supaya meningkatkan dukungan orang tua,” ungkapnya saat dihubungi Sabtu (7/12/2019).

Hendroyono menjelaskan bentuk operasional program Modal Gisi yaitu tiap ulangan mata pelajaran siswa peraih nilai tertinggi diberi pengharaan berupa medali yang disematkan di baju seragamnya. Penghargaan ini diberikan secara bergilir. Jika pada ulangan berikutnya ada pergeseran nilai, maka medali diberikan kepada siswa peraih nilai tertinggi lainnya.

“Penghargaan atau medali itu disematkan pada saat upacara. Asalnya medalinya itu jumlahnya sekitar 30, tapi kini kami tambah menjadi sekitar 50. Karena langkah itu bukan hanya diberikan pada bidang akademik, namun juga bagi prestasi non akademik, misalnya olah raga dan seni,” katanya.

Dia lalu mencontohkan pemberian medali bidang olah raga tenis meja. Lomba tenis meja dilakukan setiap tingkat, peringkat pertamanya mendapatkan medali. Kemudian setiap saat anak bisa jadi penantang bagi pemegang medali dengan menghubungi guru olah raga dan sang guru harus memfasilitasinya.

Hendro mengaku terobosan pemberian medali itu itu mendapat respon positif orang tua siswa. Para orang tua merasa senang ketika anaknya pulang sekolah membawa medali yang disematkan di seragam yang dipakainya. Dan program ini sudah pasti juga memotivasi para siswa lainnya. 

Bukan hanya bidang akademik dan olah raga, medali juga diberikan kepada siswa yang memiliki akhlak dan pengabdian  atau siswa yang memiliki karakter yang bagus. Karakter ini misalnya dilihat dari kedisiplinan, pengabdian dan kerajinan.

“Dampaknya luar biasa. Prestasi meningkat, misalnya yang semula untuk cabang tenis meja belum pernah mendapatkan kejuaraan ditingkat kabupaten, kini bisa mendapatkannya, prestasi seni budaya main music juga bisa sampai tembus dikirim ke Jawa Timur,” tuturnya.

Di bidang akademik, kata Hendro, kini anak didiknya sudah bisa membanggakan sekolahnya karena sudah bisa masuk 6 besar atau finalis pada Olimpiade Sain Nasional (OSN) tingkat kabupaten untuk bidang Matematika. “Harapannya sekolah kita ini yang ada dipinggiran bisa sejajar dengan sekolah maju di perkotaan,” pungkasnya. (mas)

Dihadiri Ribuan Jamaah Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Ajak Jaga Kondusifitas Kamtibmas

On Saturday, December 07, 2019


SIDOARJO (DutaJatim.com) - Dihadiri Ribuan Jamaah Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Ajak Jaga Kondusifitas Kamtibmas.

Doa bersama ulama dan umara itu berlangsung di halaman Mapolresta Sidoarjo, Jum'at (6/12/2019) sore. 

Kegiatan ini dihadiri 2.000 jamaah dari berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo maupun luar Kabupaten Sidoarjo.

Doa bersama yang di isi dengan istighotsah ini mengambil tema, "Dengan Cinta dan Ukhuwah, Kita Bina Persatuan dan Keutuhan Bangsa dalam Bingkai NKRI". Dihadiri Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, pejabat utama dan kapolsek jajaran Polresta Sidoarjo, perwakilan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, dan ulama di Sidoarjo. 

KH. Nizam As Shofa, pengasuh Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa, Wonoayu, Sidoarjo, juga sebagai pemimpin jamaah istighotsah mengatakan jika kegiatan ini sebagai doa bersama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Bangsa dalam bingkai NKRI.

"Karenanya melalui kegiatan ibadah ini, kami mengajak beristighotsah para Forkopimda Kabupaten Sidoarjo bersama ulama, umara serta masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT demi persatuan dan keutuhan NKRI," jelas KH. Nizam As Shofa.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho dalam istighotsah dan doa bersama ini mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo. 

"Melalui doa bersama ini, semoga Sidoarjo senantiasa aman dan kondusif. Termasuk dalam waktu dekat kita akan menghadapi Pilkades dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo, jangan ada perpecahan dan mari jaga kondusifitas Kabupaten Sidoarjo," pesannya. (gas)

Gubernur Khofifah Ajak Bupati/Walikota Tingkatkan Infrastruktur , Teknologi Modern dan  Tenaga Terampil  Kepariwisataan di Jatim

On Saturday, December 07, 2019



SURABAYA (DutaJatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh bupati/walikota serta pelaku industri pariwisata di Jatim  untuk meningkatkan perhatian di  sektor pariwisata agar Jatim menjadi tujuan utama wisata para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. 

“Kita semua harus punya tekad dan komitmen yang kuat untuk  memajukan sektor pariwisata sesuai potensi daerah masing- masing.  Pertama harus ada komitmen kolektif seluruh aparatur di kabupaten/ kota untuk mengembangkan sektor wisata di  daerahnya. Kedua koordinasi stakeholder strategis agar terjadi sinergi yang kuat. Ketiga butuh investasi khususnya  menyiapkan  infrastruktur yang bisa memberikan layanan yang lebih baik, menyenangkan, aman, dan membahagiakan bagi seluruh wisatawan,” tegas Gubernur Khofifah saat membuka East Java Culture and Tourism Award 2019 di Hotel Harris Surabaya, Jumat (7/12/2019) malam.


Gubernur Khofifah mengatakan, beberapa infrastruktur yang harus ditingkatkan di antaranya adalah di Pulau Gili Iyang, yang membutuhkan tambahan dermaga dan kapal cepat, sebagai akses wisatawan ke lokasi wisata yang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.

Kemudian, di Gunung Bromo, juga dibutuhkan penambahan fasilitas MCK, khususnya di kawasan penanjakan. Serta pembangunan fasilitas shelter sekaligus musholla agar bisa digunakan oleh para wisatawan yang ingin menunaikan ibadah sholat subuh, usai mereka menikmati pemandangan sunrise, serta di tempat-tempat lain yang kita memiliki potensi yang luar biasa untuk digarap bersama. 

"Saya yakin komitmen kepala daerah pasti sama ingin memajukan daerahnya dan mensejahterakan masyarakatnya lewat sektor pariwisata karena sektor ini dapat membangkitkan beberapa sektor ekonomi lainnya  yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan  masyarakat," katanya.

Pentingnya membangun infrastruktur pariwisata, imbuh Khofifah, karena salah satu pekerjaan rumah (PR) Jatim adalah bagaimana para wisatawan yang datang bisa tinggal lebih  lama di Jatim dan punya pilihan destinasi wisata tambahan.


Misalnya gunung plus budaya, pantai plus budaya, dan sebagainya. Inilah pentingnya sinergitas  antar daerah dan antar pelaku industri pariwisata serta budayawan dan seniman. 

“Jadi,  kita harus bisa menyiapkan daya tarik kunjungan wisata untuk tinggal lebih lama di Jawa Timur,  khususnya bagi wisatawan Eropa yang rata- rata menghabiskan waktu 14 hari di Indonesia ; yaitu 2 hari di Borobudur, 2  hari di Jawa Timur,  10 hari di Bali,. Kita upayakan mereka bisa tinggal di Jatim lebih lama, misalnya dari dua hari menjadi 4 hari, mereka ke Bromo plus Malang , ke kawah  Ijen plus pantai dan seterusnya,” katanya.


Jawa Timur ini  dianugerahi Allah  tempat-tempat wisata yang luar biasa, bahkan termasuk langka di dunia. Diantaranya adalah wisata api biru atau blue fire di kawah Gunung Ijen yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen. Begitu pula oksigen terbaik di dunia hanya ada dua ,  salah satunya di Gili Iyang Sumenep.

"Pantai yang sangat indah di Pacitan serta ada sungai  Maroon  di Pacitan yang persis sungai  Amazon, lalu di Banyuwangi dan Malang Raya  apalagi , begitu juga daerah lainnya. Semua obyek wisata tersebut merupakan tempat-tempat terbaik yang ada di Indonesia bahkan di dunia," katanya.

Selain penambahan infrastruktur dan tenaga terampil,  gubernur yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini juga mendorong para bupati/walikota untuk mengembangkan wisata budaya. Sehingga, setelah wisatawan menikmati obyek wisata alam, mereka bisa tinggal lebih lama untuk menikmati suguhan wisata budaya, misalnya festival budaya, teater atau tari tradisional.

“Sebagian besar pasti pernah menonton pertunjukan Broadway, sebuah tontonan yang tiap malam dipertunjukkan tetapi  bisa berjalan sampai belasan tahun, dan selalu penuh dengan harga tiket yang tidak murah. Hari ini kita butuh tenaga terampil, kreatif dengan teknogi pertunjukan yang modern, kita harus sudah menyiapkan suguhan budaya  semacam Broadway di New York untuk kita tampilkan di Jawa Timur. Kita punya sejarah kerajaan besar seperti  kerajaan Majapahit dan sebagainya yang bisa menjadi sumber referensi cerita. Mensinergikan  wisata alam dan budaya, bisa dikemas untuk dipromosikan menjadi gravitasi wisata baik  nasional maupun internasional,” tegasnya.


Orang nomor satu di Jatim ini optimis, upaya-upaya tersebut bisa terwujud, asalkan seluruh kepala daerah, pelaku dunia industri pariwisata, akademisi, budayawan dan seniman, memiliki komitmen yang kuat untuk membangun dan mempromosikan pariwisata di Jatim. Ditambah lagi, dengan penyiapan tenaga terampil dan teknologi modern   untuk memaksimalkan pelayanan wisata kita.

“Saya rasa ini akan menjadi sinergitas yang luar biasa. Ditambah dengan komitmen para bupati /walikota saya rasa Insyaallah Jawa Timur bisa,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sinarto mengatakan, tujuan penyelenggaraan East Java Culture and Tourism 2019 ini adalah memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kreator, dan pemerintah kabupaten/kota yang berkomitmen terhadap pembangunan kebudayaan dan pariwisata.

Ditambahkannya, event budaya dan pariwisata telah menjadi magnet tersendiri bagi peningkatan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Karena itu, pihaknya telah menyusun kalender event budaya dan pariwisata di Jawa Timur pada tahun 2020.

Event-event tersebut, imbuh Sinarto, kalender wisata yang akan didistribusikan ke industri pariwisata ini memuat festival, upacara tradisi, keagamaan, pergelaran kesenian dan lainnya. Seluruh event ini diharapkan mampu digarap secara profesional dan promosinya juga maksimal, sehingga dapat menjadi salah satu sumber peningkatan kunjungan wisatawan.

Dalam acara ini, Gubernur Khofifah berkesempatan menyerahkan berbagai penghargaan Anugerah Kebudayaan Pariwisata Jatim, kepada kepala daerah yang berprestasi dalam bidang pariwisata dan budaya.

Yakni untuk Kategori Daya Tarik Wisata Alam, diberikan kepada Kabupaten Situbondo (Juara I), Kab. Sumenep (Juara II), dan Kab. Pacitan (Juara III). Kemudian, Kategori Daya Tarik Wisata Budaya kepada Kab. Banyuwangi (Juara I), Kab. Ponorogo (Juara II), dan Kab. Malang (Juara III). 

Selanjutnya, kategori Daya Tarik Wisata Buatan, kepada Kota Batu (Juara I), Kab. Ngawi (Juara II), dan Kab. Trenggalek (Juara III). Lalu, kategori 3 Besar Jatim Spekta Night Carnival diberikan kepada Kab. Blitar, Kab. Jember, dan Kab. Sidoarjo. Adapun penghargaan Green Hotel diberikan kepada Hotel Grand Mirama, Hotel JW Marriott, dan juga Shangri-la Hotel

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para bupati/walikota se-Jatim, para kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jatim, ketua PHRI Jatim, serta seluruh budayawan dan seniman se-Jawa Timur.  (gas/hms)

Desa Balun, Desa Surga di Lamongan

On Saturday, December 07, 2019


LAMONGAN (DutaJatim.com)  - Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, bukan hanya indah secara fisik tapi juga secara sosial keagamaan. Desa Balun disebut sebagai Desa Pancasila lantaran menggambarkan keberagaman warganya. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Abdul Halim Iskandar, pun menyebut desa surga yang bisa ditiru desa lain di Indonesia.

Desa Balun, Desa Surga di Lamongan.

"Hubungan sosial antar umat beragama di desa ini sudah bagus dan patut untuk dicontoh oleh desa-desa lain yang ada di Indonesia," kata Abdul Halim saat berkunjung ke Desa Balun Jumat 6 Desember 2019.  

Halim sempat salat Jumat berjamaah di masjid Desa Balun. 

"Ini luar biasa. Desa ini prototipe desa surga. Karena kalau semua umat beragama hidup rukun dan hubungan sosialnya bagus, pasti hidupnya nyaman," kata Halim usai  berdialog dengan warga Desa Balun di Masjid desa setempat.

Menurut Halim, Kemendes akan menjadikan Desa Balun sebagai prototipe desa surga untuk seluruh Indonesia. Sebab apa yang ada di Desa Balun memang sejak dulu sudah ada warisan dari nenek moyang. Meski warisan, kata Halim, apa yang ada di Desa Balun dilestarikan oleh warga. Karena itu bisa ditiru dan diterapkan di desa-desa lain meski tidak mudah. 

"Desa ini sudah bagus karena apa yang ada di desa ini, termasuk Bumdes-nya sudah bagus dan desa ini juga menjadi desa wisata religi juga," kata Halim.

Halim juga mengajak semua orang untuk berkunjung ke Desa Balun agar bisa memahami Indonesia yang sesungguhnya. Indonesia  yang semua umat hidup rukun dan damai.  Kesalehan sosial terjaga di desa ini.

 Halim juga mengajak semua orang yang ingin tahu tentang Indonesia yang sesungguhnya bisa datang dan berkunjung ke Desa Balun. 

"Kalau mau tahu Indonesia, tak usah jauh-jauh, datang saja ke Desa Balun," ujarnya.

Kakak kandung ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar ini juga sempat bertemu dengan tokoh lintas agama yang ada di Desa Balun. Halim juga berkesempatan untuk berfoto bersama dengan tokoh lintas agama dan Bupati Lamongan di depan masjid Miftahul Huda Desa Balun. Saat berkunjung ke desa ini, Halim didampingi oleh Forkompimda Lamongan.

Desa Balun sendiri selama ini terkenal sebagai desa Pancasila. Pasalnya, di desa ini hidup rukun 3 agama, yaitu Islam, Kristen dan Hindu. Kesalehan sosial di desa ini juga nampak dari tempat ibadah 3 agama ini yang berdampingan secara damai. 

Usai salat Jumat dan berdialog dengan warga desa, Halim Iskandar melanjutkan acaranya untuk hadir di Jambore Inovasi Cegah Stunting dan apel KPM TPID dan KPM se-Lamongan yang berlangsung di Waduk Gondang, Kecamatan Sugio. (det/ara)

Kadis ESDM Jatim Sidak Lokasi Pembangunan Kilang Tuban

On Friday, December 06, 2019


TUBAN (DutaJatim.com)  - Untuk memastikan proyek kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban berjalan lancar, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Setiajit Jumat (6/12/2019) inspeksi mendadak (sidak) di lokasi. 

Sebagai utusan Gubernur Jawa Timur, Setiajit memastikan proyek strategis nasional tersebut harus terus berjalan hingga beroperasi.

Dalam kunjungannya, Setiajit mengatakan perencanaan pembebasan lahan untuk proyek dari PT Pertamina Rosneft tersebut seluas sekitar 840 hektare (ha). Ditambah dengan reklamasi seluas 200 ha. 

‘’Saya ditugaskan ibu gubernur agar pembangunan proyek kilang di Kecamatan Jenu, Tuban ini berjalan dengan baik dan dapat memberi manfaat untuk masyarakat,’’ ujarnya.

Mantan Plt Bupati Jombang ini mengatakan megaproyek tersebut selain menggunakan lahan milik warga, juga memanfaatkan lahan milik Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Setiajit membeberkan, alasan Bumi Wali dipilih sebagai lokasi mega proyek karena Tuban merupakan daerah aman.
 
‘’Tuban merupakan daerah yang aman sehingga cocok untuk dijadikan refinery kilang dan petrochemical. Di samping itu Tuban akan dijadikan kawasan industri terpadu,‘’ ujarnya.

Mantan Kepala Bakorwil Bojonegoro tersebut mengatakan pembangunan kilang memiliki dampak nasional yang sangat luar biasa. Maka dari itu, Pemprov Jawa Timur terus berkomitmen mendorong pembangunan kilang agar dapat segera membantu pembangunan ekonomi masyarakat di Tuban. 

‘’Kapasitas kilang di sini 300 barel per hari. Artinya, negara bisa untung karena dapat mengurangi impor sebanyak 300 barel per hari,’’ jelas dia.

Pria yang berencana maju menjadi calon bupati dalam pilkada 2020 nanti itu mengatakan keuntungan lain yakni provinsi Jawa Timur menjadi lokasi investasi proyek senilai Rp 225 triliun. Sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin lebih baik.

Dampak lain yakni saat pembangunan proyek akan membutuhkan 20 ribu – 25 ribu pekerja. Di samping itu Setiajit juga memastikan 80 persen pekerja proyek adalah orang Tuban. 

‘’Sudah disiapkan perjanjian kerja sama antara Pertamina dan Pemprov Jatim setidaknya 80 persen tenaga kerja harus orang Tuban,’’ tegas dia. 

Dia menambahkan dalam proses pembangunannya, kilang kerjasama Pertamina – Rosneft itu akan banyak mendongkrak perekonomian lokal. Sebab dalam pembangunannya, akan banyak melibatkan masyarakat. Selain dari segi tenaga kerja, juga dari sektor lain. 

‘’Saya akan terus mengawal pembangunan ini, sesuai dengan tugas saya sebagai koordinator bidang pembangunan infrastruktur ekonomi di Jawa Timur,’’ imbuh dia.

Saat ditanya wartawan terkait posisinya yang akan mencalonkan menjadi bupati, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur ini memastikan akan menjadikan kehadiran Kilang Tuban sebagai berkah. Bisa menambah pendapatan asli daerah, meningkatkan kesejahteraan warga dan menjadikan Tuban lebih maju.

‘’Kalau warga memilih saya menjadi bupati, saya pastikan kilang akan menjadi berkah bersama. Kehadirannya benar-benar membawa manfaat dan mensejahterakan masyarakat,’’ tandasnya.(hud)

Kapolresta Sidoarjo Launching Praktek SIM Kecamatan, Terobosan Baru bagi Masyarakat

On Friday, December 06, 2019


SIDOARJO (DutaJatim.com) - Menjawab keluhan masyarakat akan sulitnya pengurusan SIM, dan jauhnya lokasi praktek SIM di wilayah Kota Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho menghadirkan terobosan baru bagi masyarakat yang akan mengurus SIM di Satpas Satlantas Polresta Sidoarjo.


Yakni dengan menghadirkan lokasi praktek uji SIM Kecamatan. Pelatihan dan pembinaan uji praktek SIM Satlantas Polresta Sidoarjo ini disediakan di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

"Dengan diluncurkannya lokasi praktek SIM Kecamatan ini, dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan dan kedekatan tempat pelatihan dan pembinaan uji praktek SIM di wilayah 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo, serta terpenting adalah dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas sebab sudah banyak masyarakat yang paham tata tertib lalu lintas melalui pengurusan SIM," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, saat meluncurkan lokasi praktek SIM Kecamatan di Balai Desa Larangan, Candi, Sidoarjo, Jum'at (6/12/2019) pagi.

Dengan tersebarnya lokasi praktek SIM Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo ini, diharapkan masyarakat atau pemohon SIM saat melakukan uji praktek SIM di Satpas Satlantas Polresta Sidoarjo tanpa ada kendala dan waktunya lebih cepat. Karena sebelumnya di lokasi kecamatan pemohon SIM telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan terkait uji praktek SIM.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Hidayatulloh menyambut positif dengan terobosan yang dilakukan Polresta Sidoarjo. Kami mengapresiasi segala inovasi tiada henti yang dilakukan Kapolresta Sidoarjo, dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat. 

"Dari pihak Umsida juga siap bersama Polresta Sidoarjo untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, seperti halnya dengan terobosan dalam kemudahan pengurusan SIM oleh Polresta Sidoarjo," ujar Rektor Umsida Hidayatulloh usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kapolresta Sidoarjo tentang pengembangan teknologi Smart Driving Test Polresta Sidoarjo di Balai Desa Larangan, Candi, Sidoarjo, Jum'at (6/12/2019).

Bupati Sidoarjo Saiful Illah yang hadir dalam acara launching praktek SIM di Balai Desa Larangan, mengatakan bahwa pelayanan SIM di Polresta Sidoarjo jauh semakin baik dan memuaskan masyarakat. Seperti di pagi ini telah tersedianya lokasi latihan praktek SIM di Balai Desa Larangan dan di kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sidoarjo.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan lokasi praktek SIM di Balai Desa Larangan, Candi, Sidoarjo, dapat datang ke lokasi tersebut setiap hari Sabtu pukul 3 sampai dengan 6 sore. Dan pembinaan serta pelatihan praktek SIM dengan bimbingan petugas Polsek setempat. (gas)

100 Guru SD Antusias Ikuti Pelatihan Implementasi Materi Numerasi Modul 2

On Friday, December 06, 2019



SIDOARJO (DutaJatim.com) - Sekitar 100 guru sekolah dasar se-Kabupaten Sidoarjo ikuti pelatihan implementasi materi numerasi modul 2 yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo bekerjasama dengan Program INOVASI, di aula dinas pendidikan setempat.

Nurul Ainia, Fasda Inovasi Pembelajaran mengatakan, pelatihan implementasi metari numerasi modul 2 atau pengembangan praktik baik numerasi kelas awal jenjang sekolah dasar gelombang III ini tujuannya melatih peserta untuk menjadi fasilitator tingkat gugus.

"100 peserta ini dari 18 kecamatan, masing-masing gugus dihadiri satu orang dari 5-6 sekolah. Mereka nantinya akan mengimbaskan hasil pelatihan di masing-masing gugus," kata Nia, Jumat (6/12/2019).


Kegiatan dilaksanakan dalam tiga gelombang mulai gelombang 1 (25-26 November), gelombang 2 (2-4 Desember) dan gelombang 3 (5-6 Desember).

Lebih lanjut Nia menyatakan, kegiatan itu sekaligus mengaplikasikan dan mengimplemntasikan numerasi guru kelas awal, mengembangkan media dan mengembangkan metode pembelajaran ke anak-anak.

Sementara materi yang disampaikan Fasda Inovasi Pembelajaran di antaranya unit satu tentang kepekaan bilangan, unit dua tentang pola dan pola bilangan, unit tiga tentang eksplorasi bilangan, unit empat tentang nilai tempat serta unit lima penjumlahan dan pengurangan.

"Peserta sangat antuasias dan tertarik media baru. Khususnya tentang penggunaan penjumlahan dan pengurangan. Matematika menggunakan bingkai 10 garis bilangan dan tabel 100 (tabel 1-100) di mana mereka menggunakannya maju ke kanan untuk penjumlahan dan mundur ke kiri untuk pengurangan). Tabel 100 ke atas nila semakin kecil, ke bawah nilainya semakin besar," terangnya.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini dapat menuntaskan tentang numerasi di masing-masing sekolah. Setelah dipraktekkan di sekolah dapat dilanjutkan di gugus.

"Selanjutnya, para Fasda Inovasi Pembelajaran yang ditunjukkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mendampingi beberapa sekolah untuk mengadakan observasi tentang pengembangakan praktek baik numerasi. Observasi dilakukan antara Januari-April 2020," pungkasnya. (gas)

Gubernur Khofifah Akan  Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Inseminasi Buatan Untuk Dorong Swasembada Daging Nasional

On Friday, December 06, 2019


SURABAYA (DutaJatim.com)  – Lewat pemanfaatan teknologi yang makin modern  dalam pembangunan sektor peternakan, maka swasembada daging Insya Allah akan  cepat terwujud. Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mendorong optimalisasi   pemanfaatan teknologi inseminasi buatan untuk mewujudkan percepatan swasembada daging. 

Bahkan, berdasarkan perhitungan populasi sapi yang dihasilkan dari proses inseminasi buatan maka dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan akan terwujud swasembada daging. Tergantung kecepatan respon daerah mengingat jumlah semen beku sesunggunya sangat berkecukupan.

"Teknologi inseminasi buatan ini sungguh luar biasa. Karenanya pelatihan tenaga inseminasi  buatan dan pemeriksa kebuntingan  lewat pendampingan dan pemanfaatan teknologi tersebut, kita bisa menghitung paling tidak 4 sampai 5 tahun kedepan kita akan mampu wujudkan swasembada daging. Serta, pada tahun ke 5 kita harapkan sudah bisa ekspor daging sapi," ungkap Gubernur Khofifah usai melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Kamis (5/12/2019) sore. 

Pada kunjungan kerja tersebut Gubernur Khofifah ini juga didampingi Bupati Malang Sanusi, Jajaran BBIB Singosari, serta beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim.



Khofifah menjelaskan, Jatim saat ini memang sudah surplus daging. Tetapi saat yang sama secara nasional juga masih import daging. Oleh karena itu saling membangun sinergi antar daerah yang memiliki kultur beternak sapi sesungguhnya peluang pemenuhan pasar dalam negeri dan eksport daging sapi  ke luar negeri terbuka luas. Pemprov Jatim bersama Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang merupakan  UPT Kementetian Pertanian siap untuk mentransfer skill terutama untuk tenaga inseminasi buatan dan pemeriksa kebuntingan. Sementara BBIB akan melatih dan mentransfer teknogi inseminasi buatannya. 

Oleh sebab itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini meminta bahwa saat ini tidak bisa berpikir hanya untuk Jatim tapi juga nasional. Karenanya, kerjasama dengan provinsi-provinsi yang kultur  beternaknya sudah bagus harus ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan, untuk bersama-sama membangun penguatan swasembada daging. Serta, yang lebih penting lagi yaitu mewujudkan kemampuan untuk bisa mengekspor.

Dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan para gubernur, Khofifah  sempat menunjukkan foto-foto sapi jenis Simental, Madrasin, Belgian Blue hingga Limosin kepada para gubernur yang hadir. Dan beberapa  gubernur yang menyaksikan  langsung tertarik untuk datang dan ingin mengetahui tentang teknologi di BBIB Singosari.

"Cukup banyak gubernur yang  tertarik untuk bisa mengakses informasi di BBIB Singosari, karenanya konfirmasi tentang keberadaan BBIB Singosari di Jatim ini menjadi penting. Harapannya, usai para gubernur itu melakukan kunjungan maka jejaring antara BBIB Singosari, Kementan dengan para gubernur akan langsung berjalan," harap Khofifah.


Pada kunjungan kerja ke BBIB Singosari tersebut, Gubernur Khofifah menyempatkan diri untuk melihat langsung proses pembuatan semen beku di laboratorium. Serta, melihat kandang sapi yang semuanya pejantan, tempat pakan, tempat penampungan sperma, perawatan yang dilakukan pada sapi, hingga mengelilingi seluruh area BBIB dengan menggunakan kereta Biosecurity.

 Triangle UB Forest – BBIB Singosari – KEK Singhasari

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa Pemprov Jatim telah menggagas konsep kerjasama strategis antara Universitas Brawijaya (UB) Forest, BBIB Singosari, dan KEK Singhasari. Triangel ini sendiri sengaja digagas untuk pengembangan sektor pariwisata satwa dan puspa serta agropolitan. Lebih khususnya, juga untuk penangkaran dan budidaya satwa langka agar jumlah kepunahannya bisa dikendalikan.

Untuk itu, Khofifah berharap bahwa satwa-satwa yang terancam punah atau langka tersebut semen bekunya bisa disimpan di BBIB Singosari. Diantaranya yaitu burung Cendrawasih, Kakak Tua, dan Enggang. Lewat upaya tersebut, harapannya satwa langka yang dilindungi di Indonesia ini jumlahnya tidak terus menurun tapi justru makin bertambah. Ada contoh   negara yang melegalkan penjualbelian satwa langka karena memang semen bekunya sudah dimiliki. Sehingga penangkaran satwa langka tersebut dapat dilegalkan karena semuanya  hasil  pengembangbiakan.

"Kita akan sama-sama membahas untuk mengusulkan format ini untuk mendapat  persetujuan legalitas  baik dari Kementan atau Kemenhut juga kementerian teknis lainnya  agar semen bekunya bisa disimpan disini. Sehingga, dengan adanya legalitas sertifikat ini maka habitat di hutan lindung tidak akan terganggu sementara masyarakat  yang ingin memelihara juga legal bahkan  bisa menjadi sumber pendapatan baru," ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, untuk penelitian, pengembangan serta penangkaran satwa yang terancam punah tersebut akan dilakukan di UB Forest yang memang memiliki pengembangan wisata hutan. Sedangkan, KEK Singhasari akan menunjang BBIB Singosari dan UB Forest karena memiliki cluster wisata yang cukup menarik.

"Triangle  wisata baru di Malang ini, saya rasa  akan bisa menjadi potensi pembelajaran yang luar biasa. Lebih dari itu, harapannya juga akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan semua bisa mendapat win-win profit," pungkas Khofifah.

*Mampu Hasilkan Semen Beku Hingga Capai 47,7 juta Dosis*

Sementara itu, Kepala BBIB Singosari, Drh. Enniek Herwijanti mengatakan, produksi semen beku yang dihasilkan hingga tahun 2019 mencapai 47,7 juta dosis. Sedangkan distribusi semen bekunya mencapai 42,2 juta dosis. Bahkan, distribusinya hingga ke luar negeri seperti ke Malaysia, Myanmar, Kamboja, Afganistan, dan Madagascar.

"Kami memiliki beberapa jenis pejantan unggulan baik yang lokal maupun yang impor seperti Brahman, Sapi Bali, Madura, hingga Limosin. Dan kami juga melakukan beberapa proses perawatan pada sapi-sapi tersebut mulai pakannya, potong kuku, mandi hingga pengobatan," terang Enniek.

Menanggapi keinginan Gubernur Khofifah terkait penyimpanan semen beku, pihaknya menyambut baik dan akan segera mengkoordinasikan dan mengkonsultasikam dengan Kementrian terkait.

"Kami siap menyiapkan teknologi yang dibutuhkan untuk penyimpanan semen beku hewan-hewan yang terancam punah. Khususnya, yang sudah disebutkan ibu gubernur yaitu Cendrawasih, Kakak Tua, dan Enggang," tandas Enniek. (gas/hms)



1.500 Santri Segera Terima Beasiswa Pada Tahun 2020

On Friday, December 06, 2019



PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Pemkab Pamekasan pada tahun anggaran 2020 mendatang dipastikan akan melaksanakan program pemberian beasiswa santri. Program ini merupakan bagian dari prioritas  bidang pendidikan dan keagamaan yang menjadi janji politik Bupati Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e pada kampanye Pilkada lalu. 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pamekasan Drs Akhmad Zaini menuturkan program beasiswa santri ini dilatar belakangi oleh kondisi riil banyak santri yang memiliki  potensi untuk pengembangan namun kekurangan finansial. Yang kedua  banyak anak anak yang berminat dan kemauan besar untuk ke pondok pesantren namun juga terkendala oleh pembiayaan. 

“Nama programnya adalah beasiswa santri, artinya program ini bagi santri. Faktanya banyak anak yang memiliki minat untuk mondok namun terkendala biaya. Lalu juga banyak santri yang  berprestasi, misalnya tahfidz Quran maupun prestasi bidang lain yang butuh bantuan dan juga bagi santri yang saat nyantri kekurangan pembiayaan,” katanya, Jumat (6/12/2019).

Jumlah santri yang akan direkrut untuk program ini, kata Zaini, sebanyak 1.500 orang se kabupaten Pamekasan. Untuk sementara pada program tahun pertama ini para santri yang akan menerima program ini adalah mereka yang telah lulus SD atau MI. Beasiswa yang diterima adalah untuk kepentingan biaya pendidikannya di tingkat SLTP baik SMP maupun MTs.

“Jadi beasiswa itu nanti akan membantu membiaya kebutuhan hidup mereka para santri di pondok pesantren, namun juga biaya pendidikannya. Jadi santri tinggal belajar dengan baik dan tekun untuk meraih sukses. Semoga saja nanti akan berjalan baik dan lancar tidak ada kendala apapun,” harapnya. 

Zaini mengungkapkan secata teknis untuk rekrutmen para calon penerima program beasiswa ini telah dipersiapkan teknisnya oleh pemerintah daerah. Yang pasti, kata dia, program beasiswa ini memiliki tujuan atau target yang akan terus dikawal oleh Pemkab. Artinya para santri penerima program ini nanti akan dipantau perkembangannya untuk diketahui efektifitas  bantuan tersebut.

“Para penerima beasiswa itu tidak akan dibiarkan begitu saja  setelah mendapat pembiayaan, namun mereka akan dipantau secara kontinyu oleh Pemkab, apakah mereka benar benar  menjadi rajin belajar atau tidak. Yang paling penting Pemkab ingin program beasiswa ini efektif dengan baik, karena itu pemkab akan pantau secara rutin,” tandasnya. 

Lantas berapa besaran dana atau biaya yang disediakan Pemkab untuk program mulia ini ? Zaini belum bisa memastikan, karena masih menunggu pengesahan formal APBD Pamekasan Tahun 2020. Namun dari seorang sumber, DutaJatim.com mendapat bocoran besaran dana yang disediakan untuk program beasiswa santri itu mencapai Rp 7 miliar. (mas)

Jumat “Berbaur’’, Bupati Bersih-bersih Berbaur dengan Masyarakat

On Friday, December 06, 2019



Bupati Badrut Tamam memasukkan sampah ke Mobil Sampah.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Kegiatan Jumat Berbaur (Berbuat Berbakti Untuk Rakyat) putaran Jumat perdana Bulan Desember 2019, Jumat (6/12/2019) hari ini dilaksanakan di Kelurahan Patemon Kecamatan Kota Pamekasan. Bupati  bersama wakilnya Raja’e dan Forkopimda, Sekdakab dan Pimpinan OPD hadir dalam program yang digelar rutin tiap bulan tersebut.

Bupati bersama rombongan datang dengan naik sepeda dari Pendopo Agung Ronggosukowati, menuju kawasan Sentra PKL di lahan eks PJKA Jalan Trunojoyo. Di sana Bupati bersama Wabup Raja’e Sekdakab dan Forkopimda pimpinan OPD melakuan kerja bhakti bersih-bersih jalan dan selokan di sekeliling kawasan PKL tersebut.

Dengan membawa arit Badrut Tamam memotong rerumputan yang mengotori jalan dan selokan. Selain itu dia juga mengangkut sampah rerumputan untuk dimasukkan ke mobil pengangkut sampah. Kerja bhakti bersih bersih di kawasan eks Stasiun PJKA ini cukup ramai karena warga masyarakat juga ikut terlibat dalam acara tersebut.

Setelah selesai melakukan bersih bersih, Bupati bersama Forkopimda dan pimpinan OPD melakukan pertemuan secara lesehan di areal eks stasiun PJKA. Pada pertemuan itu juga hadir warga masyarakat sekitar Kelurahan Patemon untuk melakukan dialog dengan bupati menyampaikan aspirasi.

Badrut Tamam mengungkapkan asalnya program Jumat Berbaur itu bernama Jumat Bersabda, artinya tiap hari Jumat Bupati  bersama Forkopimda Bersepeda menuju desa dan kelurahan. Namun mulai tahun kepempinan dirinya Jumat Bersabda diubah menjadi Jumat Berbaur artinya Jumat Berbuat dan berbakti untuk rakyat. 

“Tujuan perubahan nama program ini adalah untuk makin mendekatkan dengan masyarakat, bahkan kami turun ke lapangan untuk berbuat dan bekerja bersama rakyat. Bersih bersih selokan dan lainnya. Ini agar ada hasil atau dampak langsung yang terasa atas kehadiran kita di masyarakat,”  katanya.

Dia berjanji pada kegiatan selanjutnya, Jumat Berbaur akan diupayakan ada kegiatan lain misalnya ngecat rumah warga,  rumah ibadah, lembaga pendidikan dan lainnya. Agar kegiatan  yang digelar terasa langsung dan makin mendekatkan antara para pejabat dengan masyarakat. 

“Dan yang paling pokok adalah serap informasi antara pejabat dengan masyarakat, sekalian kerja bhakti. Apa harapan masyarakat yang harus dilakukan pejabat akan dievaluasi. Juga akan lakukan bantuan anak yatim. Karena untuk mendapatkan ridla Allah SWT dengan doa anak yatim akan terkabul  tujuan pembangunan,” ungkapnya.

Saat berdialog dengan warga, Badrut Tamam kembali mengungkapkan prioritas pembangunan yang akan dijalankannya. Yakni reformasi birokrasi, peningkatan mutu pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kesehatan dan infrastruktur. Tak lupa dalam kesempatan itu Bupati Badrut Tamam mendoakan rakyatnya agar dalam lindungan Allah serta putra putrinya jadi orang sukses dan mulia. (mas)